(DO’A YANG BERSUMBER DARI HADITS) .
- Didalam Al-Ihya’ Nabi S.A.W. telah bersabda : .
(Mohonlah kepada Allah derajat yang tinggi, maka sesungguhnya Dzat yang engkau mohon itu adalah Maha Pemurah).
- Dan sabdanya pula :
( Jika engkau memohon kepada Allah Ta’ala, hendaklah engkau memperbesar keinginanmu, dan mohoniah syorga Firdaus yang tertinggi . Sesungguhnya bagi Allah tidak nda sesuatu yang besar).
- Didalam Al-Ihya’ juga disebutkan adanya 2(dua) orang laki-laki yang sama-sama tekun beribadah. Beliau (Nabi s.a.w.) bersabda :” Ketika mereka telah memasuki syorga, yang seorang telah diangkat ke derajat yang lebih tinggi dari sahabatnya itu, (kemudian sahabatnya) berkata:”
(Wahai Tuhanku, tidaklah sahabatku ini lebih banyak ibadahnya dari padaku, tetapi Engkau telah angkat dia lebih tinggi dari padaku dikalangan ” illiyyiin”. Lalu Allah Ta’ala berfirman: ” sesungguhnya la telah meminta kepada-Ku (ketika berada) di dunia derajat yang (Ingggi, sedang engkau meminta keselamatan dari api neraka, maka Aku telah memberikan kepada masing-masing sesuai permintaannya”.
- Didalam masnad Al-Imam Ahmad ia berkata :
( Telah datang Malaikat Jibril a.s kepada Nabi S.A.W. lalu berkata : ” Do’a semacam apakah yang paling utama ?”. Beliau bersabda :”
Hendaklah anda memohon ampunan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat ”. Kemudian keesokan harinya iapun datang pula dan bertanya kepada beliau, maka dijawabnya seperti itu pula. Kemudian dia mendatanginya lagi untuk yang ketiga kalinya dan bertanya seperti pertanyaannya yang pertama. Kemudian beliau ber sabda :”Sesungguh nya jika anda telah diberi keduanya di dunia dan akhirat maka anda telah beruntung ”). Telah bersabda Rasulullah s.a.w. : ‘
(Tidak ada sesuatu yang lebih mulia disisi Allah dari pada do’a)
(Sesungguhnya seorang hamba tidak akan luput dari do’anya itu saluh “satu dari yang tiga : Ada kalanya merupakan suatu dosa yang di ampuninya, ada kalanya suatu kebajikan yang disegerakannya dan ada kalanya suatu kebajikan yang disimpan baginya. (ditunda pengabulannya dan akan diberikan di akhirat)
(Tidak ada yang dapat menolak gadha (ketentuan Allah) kecuali do’a dan tidak ada yang dapat memperpanjang umur kecuali kebaktian ( keta’atan kepada Allah)).
(Dari Abi Hurairah r.a. ia telah berkata :” Telah bersabda Rasulullah S.A.W. :” Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhan nya adalah ketika ia dalam kcadaan bersujud, karena itu perbanyaklah berdo’a ( saat itu ).
(Ada 3 (tiga) do’a yang di-ijabah / dikabulkan tidak diragukan lagi (yaitu) : Do’a orang yang teraniaya, do’a orang yang dalam per jalanan, dan do’a seorang bapak terhadap anaknya,
(Berdo’alah kamu sekalian kepada Allaah Ta’ala dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Ta’ala ““ tidak akan mengabulkan do’a dari hati yang:lalai, main-main dan dalam keadaan lupa)
(SYARAT-SYARAT BAGI ORANG YANG BERDO’A)
Mereka berkata : Syarat-syarat bagi orang yang berdo’a adalah : Tidak memohon dilambatkan pengabulannya, tidak ragu-ragu didalam berdo’a. Hal itu dikarenakan, telah diterangkan didalam sebahagiaan hadits bahwa Allah SWT telah mengingatkan seorang hamba, kemudian Allah berfirman kepadanya : ” Tidakkah Aku telah perintahkan engkau untuk mengangkat segala kebutuhan kepadaKu! Ia (hamba itu) berkata : ” Betul ya Tuhanku, aku telah mengangkat (kedua tanganku) kepada Engkau”. Allah Ta’ala berfirman : ………. ” Tidaklah engkau meminta sesuatu kecuali Aku telah mengabulkannya, tetapi ada yang Aku penuhi di dunia, dan ada yang belum Aku penuh didunia lalu Aku menyimpannya untukmu di akhirat Karena itu ambillah sekarung (ketika sudah berada diakhirat). Makan berkatalah hamba itu : “Oh aku kira hajatku tidak dipenuhi di dunia “ (Alangkah baiknya. sekiranya semua hajatku dipenuhi di akhirat saja). .
(ADAB BERDO’A DAN WAKTU-WAKTU YANG DIIJABAH/DIKABULKAN)
( Dari Kitab – Bahril Anwaar, oleh Al ‘ Umari ) Adapun Adab berdo’a adalah : Suci bathin dan zhahir, suci pakaian dan kehormatan (kemaluan), mengosongkan perut dan berwangiwangian, mendahulukan amal saleh dan sedekah. Dan jika engkau berkata : (Akupun berkata) : “Selayaknya do’a itu, dilakukan sesudah shalat fardhu, karena waktu shalat adalah seutama-utama waktu (yaitu) sosuai riwayat yang diriwayatkan dalam Kitab Turmudzi dan dinukil oleh Muhyiddin Annawawi dari Abi Umamah Albaahili r.a. ia telah berkata :
Ada yang bertanya kepada Rasu lah SAW.” Do’a yang manakah yang paling didengar (Allah) ? “. Beliau bersabda Ditengah malam terakhir dan sesudah shalat fardhu” (Telah berkata Termudzi : ” Hadist Hasan”) |mKita kembali kepada ucapan Al’ Umari, ia berkata : ” Dan bendaklah ia (yang berdo’a itu)-menghadap Kiblat, menuadukkan kepala mengarah kebumi dengan semangat tawajjub (menghadap) dengan khusyuk dan merendahkan hati dengan keyakinan akan memperolea ijabah ( terkabuikan ), dan tidaklah mengatakan : ” Ya Allah, perbuat lah begini bagiku jika Engkan kehendaki ” karena tidak ada yang dapat memaksa Allah. Dan bendaklah do’a itu dilakukan dengan keinginan yang kuat, dengaa merasakan adanya wibawa Allah SWT, dengan kehalusan hati dan rasa takut yang melambangkan adanya harapan pada Allah dan rasa takut kepadaNya yaitu sesuai firmanNya: (OS. Al-Anbiya’ : 90).
Dan janganlah berdo’a itu untuk memperoleh hal-hal yang mustahil dan tidak syah menurut syara”. Dan pula Irendaklah do’a itu dilakukan disaat ”IJABAH”, ditempat-tempat yang diberkati Allah seperti : di Masjid, diwaktu sahur, ketika turun hujan lebat, malam jum’at dan siangnya Sebelum magbrib pada hari itu (Jum’at), sore hari Kamis, saat berlangsungnya shalat Jum’at (antara 2 khutbah) dan sebelum diucapkan “Amiin” oleh setiap orang yang melakukan shalat, pada hari “Arafnt, seusai bersuci dari hadats besar dan kecil, sesudah bertaubat, pada bulan Ramadhan, sedang berkeca muknya perang, sedang jumat untuk shalat, dalam sujud, sesudah khatam Our’an khususnya bagi sipembaca itu sendiri, ketika minum air zam-zam, di Multazam, di Magam Ibrahim a.s., di Hijir Ismail, disisi kubur para Nabi dan para Wali, khususnya di Kubur Rasulullah s.a.w. dll.
Firman Allah Ta’ala :
(Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yany — berbuat baik). (OS. Al – A’raaf : 59)
(Sesungguhnya jika mereka ketika mereka menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang). (OS. Annisaa : 64)
(Dia (Al’ Umari) telah berkata didalam “Kitab Zalhrit -Akmam”‘ Dzikrullah (dzikir kepada Allah)itu terletak pada 7(tujuh) ke faatan, dan pada tujuh ketaatan itu terdapat 7(tujuh) kemuliaan yaitu :
- Pada saat sujud terdapat kedekatan kepada Allah sesuni firman Nya : ” dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah). (OS.Al-alaq : 19)
- Pada saat berpuasa terdapat kemudahan sesuai firmanNya : Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (OS.Al-baqarah : 185)
- Pada saat mengeluarkan zakat terdapat keberuntungan sesuai firmanNya : ” Sesungguhnya beruntunglah orang yang mem bersihkan diri (dengan beriman). (OS. Al-a’la : 14)
- Dan didalam Ibadah Hajji terdapat keamanan (perlindungan) . dari api neraka, sesuai firmanNya : ” barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia”.(OS. Ali – Imran : 97)
- Dan pada Jihad terdapat syorga, sesuai firmanNya : “Sesungguh nya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syorga untuk mereka ”. (OS. Attaubah : 111)
- Pada shadagah terdapat pelipat gandaan pahala sesuai firman Nya :”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah,pinjam an yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya”. (OS. Albagarah : 245)
7). Dan didalam do’a terdapat ijabah/pengabulan, sesuai firmanNya : ‘Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (OS.Almu’min : 60) Dan sabda Rasulullah s.a.w.:”
(Apabila seorang Imam mengucapkan (Walaadh-dhoolliin) maka ucapkanlah (Aamiin), pasti Allah akan mencintai kamu sekalian). (HR. Imam Muslim)
Dan dalam riwayat Imam Muslim (yang lain) : ” Jika salah seorang dari kamu mengucapkan :(Aamiin), maka berkatalah para Malaikat di langit : (Aamiin), lalu berberbarenganlah yang satu dengan yang lain (hingga) seseorang dari kamu akan diampuni dosanya yang lalu.
Penyusun Kitab ini telah berkata : ” Ketahuilah bahwasanya dianjurkan kepada orang yang berdo’a itu agar dapat dikabulkan dengan segera, yaitu dengan cara bertawassul kepada Allah SWT. dengan DzatNya dan sifat-sifatNya seperti rahmahNya, anugerahNya, kebesaranNya, kasih sayangNya, belas kasihNya, dan kemurahanNya.
Dan bertawassul juga dengan para NabiNya khususnya dengan Nabi Muhammad s.a.w.. keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para Wali Allah.
Dan yang paling penting agar do’a scscorang itu dapat segera dikabulkan, yaitu dengan tawassul kepada Allah dengan ama salehnya, sesuai hadits yang diriwayatkan tentang orang-orang yang terjebak musibah di dalam Guwa. Al-Imam Annawawi dalam syarahnya tentang hadits Shahih Muslim telah berkata:” bahwa sahabat-sahabar kami yaitu ulama Figh Syafi’i telah berdulil dengan hadits ini yaitu “hadits penghuni guwa”.
Karena itu, disarankan kepada seseorang yang mendapat kesulitan, . agar berdo’a dengan bertawassul dengan amal salehnya, umpamanya : ketika berdo’a mohon turun hujan.
Rasulullah SAW. telah menyinggung kisah penghuni Guwa yaitu ketika sebuah batu karang besar-telah terjatuh dan menutupi pintu Guwa, dengan cara-berdo’a dengan mengemukakan pujian kepada Allah dan menyebut-nyebut keutamaan amal mereka, hingga terbebaslah mereka dari malapetaka itu.









One Comment