Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

(PEMBICARAAN MENGENAI MU’AWWADZATAIN DAN TA’AWWUDZ)

(Telah diriwayatkan dari s.a.w. bahwa : siapa yang membaca mu’awwadzatain (Oul-a’uudzu birabbil falag dan Oul-a’uudzu birabbinnaasi) dan Suuratulikhlas (Oul-huwallahu ahad) 3x diwaktu pagi dan 3x diwaktu sore, maka surat-surat itu cukup (melindungi) baginya dari segala sesuatu).

(Dalam shahih Bukhari dan Muslim juga disebutkan dari Aisyah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. apabila akan tidur setiap malam, merapatkan kedua telapak tangannya, kemudian ditiupkan kepadanya lalu membaca :QUL-HUWALLAHU AHAD, dan QUL-A’UUDZU BIRABBIL FALAQ dan QUL-A’UUDZU BIRABBINNAAS, lalu dihapuskan kedua telapak tangannya itu keseluruh badannya, dimulai dari kepalanya, wajahnya dan bagian muka badanya. Itu dilakukannya beberapa kali).

(Al-Imam Annawawi tclah berkata dalam kitabnya “Al-Adzkaar” telah meriwayatkan Muslim dan Muwaththo” Maalik dan kitab Atturmudzi dan lainnya, dari: Khaulah binti Hakiim r.a. ia telah berkata:”Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. telah bersabda:”Barang siapa yang singgah  disuatu rumah, kemudian mengucapkan :   (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (Alqur’an) dari kejahatan seluruh makhluk-Nya), maka tidak ada sesuatu yangberbahaya baginya hingga ia meninggalkan rumah itu).

(Dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Atturmudzi, dan berkata : Hasan dan Annasa’i dan Alhakim, sedang lafazhnya ucapan Atturmudzi, telah bersabda s.a.w.:”Apabila ada salah seorang dari kamu sekalian merasa ketakutan dalam tidurnya hendaklah ia mengucapkan :

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna(Alqur’an)dari murka-Nya, dari siksa-Nya, dari kejahatan hambahamba-Nya dan dari bisikan-bisikan syetan(juga) dari kehadiran mereka padaku). Al-Imam Annawawi juga telah berkata :”Telah diriwayatkan didalam Kitab Ibnus-sunny dari Muhammad bin Yahya bin Hibbaan bahwasanya Kholid Alwalid r.a. tetah mendapatkan kesulitan tidur. maka melaporlah ia kepada Nabi s.a.w. lalu diperintahkannya untuk ”berta’awwudz” pada saat tidurnya(dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, dari kejahatan hamba-hambaNya dan dari bisikan-bisikan syetan dan dari kehadiran mereka pada dirinya). Sabda Nabi s.a.w. :

(Peliharalah dirimu dari api neraka (dengan bersedekah walaupun dengan sebiji kurma, dan jika kamu tidak menjumpai(kurma), maka dengan katakata yang baik). Didalam hadits ini, ada isyarat bahwa sedekah itu, adalah sebaik-baik sebab untuk memperoleh keselamatan. Dan barang siapa yang tidak menjumpai apa-apa untuk disedekahkan, maka sedekahnya adalah dzikir yang telah ditunjuk oleh firman Allah Ta’ala :

(Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik) (OS.Fathir : 10) A0… dan telah diriwayatkan didalam tafsir bahwa ucapan:  dan lainnya adalah termasuk dzikir. Dan sebetulnya, sedekah dari seorang kaya lebih utama dari zikirnya, karena kikirnya terhadap harta. Dan dzikir dari seorang fakir, lebih utama dari sedekahnya, jika ia tidak memiliki harta untuk disedekahkan. Telah bersabda s.a.w.: .

(Sebaik-baik jihad adalah kalimat (ucapan) yang hak dimuka seorang penguasa yang zhalim). Telah bersabda s.a.w.:

(Barang siapa yang berperang dengan tujuan untuk menjadikan” Kalimat Allah yang tertinggi”. maka berarti ia telah berperang dijalan Allah (fii sabiilillah).

(Dalam tafsir Albaghawi dengan sanadnya kepada Ja’far Ash-shadig dari ayahnya Muhammad Albagir r.a., ia telah berkata :” Kami telah masuk kepada Jabir bin Abdullah, lalu aku berkata:”Beritahukanlah kepadaku tentang ibadah hajji Rasulullah s.a.w.! Kemudian ia memaparkan kisah “hajji wada” (hajji perpisahan) hingga menyebutkan khutbah hari Arafah. la telah berkata :”Telah bersabda Rasul Allah S.A.W. :”Hendaklah kamu sekalian bertakwa kepada Allah dalam hal memelihara isteri-isterimu, karena kamu telah mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kamu telah menghalalkan “kehormatan mereka” dengan kalimat Allah, dan hendaklah kamu melarang mereka melakukan memasukkan seseorang yang tidak kamu sukai kekamarmu. Dan jika mereka melakukannya juga, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan.

Dan Kamu mempunyai kewajiban atas sandang pangan mereka dengan (pemberian) yang baik. Aku telah tinggalkan bagimu sesuatu yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, tidak akan tersesat selamanya yaitu Kitabullah (Al-gur’an). Dan kamu bertanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan?.

Mereka berkata:”Kami bersaksi, bahwa engkau telah menyampaikan, telah melaksanakan dan telah menasehati”. Kemudian beliau bersabda dengan telunjuknya diangkat kearah langit (kemudian) mengarahkannya kepada orang-orang itu:”Ya Allah, saksikanlah ! Ya Allah, saksikaniah ! Ya Allah, saksikanlah ! 3x (tiga kali).

PENUTUP

MENGENAI PERINTAH-PERINTAH YANG TELAH DILAKSANAKAN DENGAN SEMPURNA OLEH NABI IBRAHIM ALAIHIS-SALAAAM)

Firman Allah Ta’ala :

(Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya).(OS. Albagarah : 124). Telah berkata para ulama (perintah dan larangan itu) ada 10 (sepuluh) perangai yaitu : (1). membelah sisiran rambut. (2) memotong kumis. (3) memotong kuku. (4) bersiwak. (S) berkumur. (6) membersihkan lubang hidung. (7). berkhitan. (8). beristinja (cebok) sesudah buang air kecil maupun besar. (9). mencukur rambut kemaluan, dan (10). mencukur rambut ketiak.

Didalam pendidikan nama-nama dan bahasa-bahasa, oleh Alimam Annawawi dari Alhasan Albashri, “ia menerangkan bahwa:

(Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimut (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya).(OS. Albagarah : 124)

Dia (Ibrahim) telah diujinya dengan bintang-bintang, maka ia dijumpainya sabar. Kemudian diujinya dengan bulan, maka ia dijumpainya sabar Kemudian diujinya dengan api, maka dijumpainya ia sabar. Kemudian diujinya dengan penyembelihan putranya (Ismail), maka dijumpainya ia sabar. Dia telah berkata:” Telah diriwayatkan didalam” Al-muwaththo” Al-imam Maalik dari Sa’id Ibnul-Musayyab, ia telah berkata : “Nabi Ibrahim a.s. adalah orang pertama yang menjamu tamu, orang pertama yang dikhitan, orang pertama yang memotong kumisnya, orang yang pertama yang melihat tanda-tanda ketuaan (rambut putih), lalu beliau  berkata:”Ya Tuhanku, apakah ini ?”. Allah berfirman :  (nur dan kewibawaan). Kemudian beliau berkata   (tambahkanlah kepada ku nur dan kewibawaan).

Dalam Kabil Akhbaar dan lain-lainnya diterangkan bahwa sebab wafatnya Nabi Ibrahim a.s. adalah sebagai berikut:”Beliau telah didatangi oleh seorang Malaikat dalam rupa seorang tua lalu iapun diterimanya sebagai tamu. Kemudian iapun makanlah bersama Nabi Ibrahim a.s. tetapi makanan itu telah meleleh dari mulut tamu itu, dan mengalirlah ilarnya membasahi jenggot dan dadanya. Maka berkatalan Ibrahim a.s.:” Wahai hamba Allah, apa ini?”. Ia menjawab :” Aku telah mencapai kotuaan seperti sahabatnya itu (Ibrahim a.s.) Beliau berkata:” Berapakah umurmu sekarang ?”. Ia berkata : 200 tahun, dan Ibrahimpun ketika itu telah berusia 200 tahun. Maka akhirnya, beliaupun tak senang lagi untuk hidup lebih lama, agar tidak mengalami seperti yang dialami oleh sahabatnya itu (yaitu malaikat yang menjelma berupa orang tua tadi), kemudian beliaupun wafat tanpa sakit.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker