(DZIKIR ITU TIDAK DITENTUKAN WAKTUNYA DAN TIDAK TERIKAT DENGAN KEADAAN ).
Telah berkata Al-ustadz Abul-Qosim didalam risalahnya : ” Dari keistimewaan dzikir itu, adalah tidak ditentukan waktunya, bahkan setiap waktu seorang hamba diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah, apakah itu dzikir wajib atau dzikir sunnah.
(Yaitu ) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdir atau duduk atau dalam keadaan berbaring ). (OS. Ali Imran : 191)
(Telah berkata Al-Iman Ibnu Furk (semoga dirahmati Allah) arti : LL Yaitu menempatkan dzikir sesuai kedudukannya, dan arti :
Yaitu pengakuan atas dzikir itu (tidak dianggap sia-sia). Algusyairi telah berkata : ” Dari keistimewaan dzikir itu adalah diberikannya pahala bagi orang yang berdzikir ”.
Firman Allah Ta’ala :
(Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu). (OS. Albagarah : 152)
Menurut hadits, bahwa Jibril a.s telah berkata kepada Rasulullah SAW. : ” Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman :
(Aku telah berikan kepada ummatmu (hai Muhammad) apa-apa yang tidak Ku-berikan kepada Ummat lainnya). Beliau bersabda :” Apa itu ya Jibril
Jibril a.s berkata : Firman Allah Ta’ala : .
( Ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu).
( MEMBACA ALOUR’AN ADALAH DZIKIR YANG PALING UTAMA )
Al-Imam Annawawi telah berkata : ” Ketahuilah bahwa ” Madzhab Almukhtar” yang diyakini oleh para Ulama membaca Alqur’an itu, lebih utama dari tasbih, tahlil dan dzikir lainnya. Ia berkata : ” Telah nampak jelas dalil-dalilnya didalam ” Attibyaan” yang berbunyi : ” Ketahuilah – bahwa pembacaan Alqur’an adalah dzikir yang paling utama dan aku merasa yakin seyakin yakinnya atas hal tersebut. Karena itu, seyogianya setiap orang membiasakan membaca Alqur’an, dan janganlah ada waktu yang kosong baik siang maupun malam tanpa diisi dengan pembacaan Alqura’an. Dan hendaklah pembacaan Alqur’an itu dimulai dengan suratsurat yang pendek. la tolah berkata : ” Kami tclah meriwayatkan dalam kitab Ibnussunny dari Anas bahwasanya Rasulullah s.a.w telah bersabda :
(Barang siapa yang membaca schari semalam 50 ayat , ia ditetapkan tidak termasuk orang -orang yang lalai ).
(Dari Ibnu Mas’ud r.a ia telah berkata : ” Akutelah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alqur’an) akan diberi satu kebajikan, dan kebajikan itu dilipat gandakan 10x. Aku tidak mengatakan itu satu huruf, tetapi aku berkata : ( ) itu satu huruf, ( )satu huruf dan ( ) itu satu huruf.
(Al Imam Ali r.a telah bersabda : ” Barang siapa yang membaca Alqur’an dalam keadaan berdiri diwaktu shalat maka dari setiap huruf in mendapat 100 kebajikan, dan barang siapa yang membacanya dalam keadaan duduk diwaktu shalat ,maka dari setiap huruf ia mendapat 50 kebajikan, dan barang siapa yang membaca nya diluar shalat dalam keadaan berwudhu, maka dari setiap huruf ia mendapat 25 kebajikan, dan barang siapa yang membacanya tanpa berwudhu, maka dari setiap huruf ia mendapat 10 kebajikan).
( Telah bersabda SAW. :” Orang-orang yang menekuni Alqur’an, mereka adalah keluarga ( orang-orang yang dicintai) Allah dan yang diistimewakannya ).
( Telah bersabda SAW : ” Barang siapa yang menempatkan Alqur’an dihadapanya (dijadikan pimpinanya ), maka ia akan menuntunya ke syorga. Dan barang siapa yang menempatkan Alqur’an dibelakang punggungnya (tidak dihiraukannya), maka ia akan menyertainya ke neraka.) ( Alhadist )
(Dan telah bersabda SAW.: ” Siapa yang mendengarkan satu ayat dari Kitab Allah ( Alqur’an) ia akan diberi kebajikan yang berlipat ganda. . Dan siapa yang membacanya, ia akan diberi nur (cahaya) pada hari kiamat).
(Dan telah bersabda pula SAW : ” Seutama-utama ibadah ummatku adalah membaca Alqur’an ).
( RAATIB INI MELIPUTI SEMUA BENTUK DZIKIR )
(Jika anda berkata ) : ” Pastikan bagiku semua bentuk dzikir yang mendatangkan keutamaan-keutamaan ini dan keistimewaan manfaat yang agung baik dimasa sekarang maupun dimasa mendatang. (Aku berkata) :”Ketahuilah bahwa seluruh dzikir telah tercakup dan terliputi dalam ”RAATIB YANG AGUNG KEBERKAHANNYA” yaitu RAATIB SAYYIDINA UMAR , penyelamat dari segala musibah dan bencana. Sesungguhnya ia tidak melewati / meninggalkan salah satu dari dzikir-dzikir itu, bahkan semuanya telah dimasukkan dalam raatib itu sebagaimana yang sama-sama sudah kita ketahui.
( Maka jika anda berkata ) :” Mengapakah sayyidina Umar memilih jumlah pembacaan Raatib ini tiga kali, tiga kali ?”
(SEBAB DIJADIKANNYA JUMLAH BACAAN RAATIB” TIGA KALI”)
(Aku berkata ): ” Sesuai yang diterangkan dalam hadist shahih dnri Ibnu Mas’ud r.a. ia telah berkata :
(Adalah Rasulullah s.a.w (sangat) menyenangi dalam berdo’a 3x dan beristighfar 3x ). (Dikeluarkan oleh Abu Dawud )
(Dari Hudzaifah r.a bahwasanya Rasulullah S.A.W. ketika akan tidur, beliau meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya kemudian beliau mengucapkan :
(Ya Allah, lindungilah aku dari siksaMu, pada hari Engkau bangkitkan hamba-hambaMu” (do:a) itu diucapkannya 3x (HR. Abu Dawud ).
( Dari Abdullah bin Umar r.a. ia telah berkata : ” Adalah Rasulullah SAW Jika telah berada diatas punggung untanya, ketika keluar untuk suaty perjalanan, beliau bertakbir 3x kemudian mengucapkan :
(Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami). (OS. Azzukhruf : 13-14) (Karena itu, fahamilah rahasia kelipatan 3x pada sebagian besar jumlah bacaan raatib ini ). (Maka jika anda berkata): ” Apakah jumlah bacaan semua dzikir yang diterangkan tersebut didalam Raatib ini berasal dari rasulullah S.A.W. ataukah atas usaha Sayyidina Umar ?. (Aku berkata) :” Bahkan seluruhnya adalah sesuai dengan yang diterangkan oleh hadisthadist yang shahih dan yang dapat dipercaya, sebagaimana yang diketahui oleh para ahli hadist, dan seperti yang akan anda ketahui kebenaran hal (ersebut dalam judul-judulnya didalam syarah ini, secara terbuka Insya Allah Ta’ala .
( Dan juga bahwasanya Sayyidina Umar tersebut adalah salah seorang yang diajak berbicara oleh datuknya Rasulullah SAW, secara lisan dalam keadaan sadar (bukan mimpi), bahkan ia tidak melakukan sesuatu atau meninggalkannya kecuali atas perintah beliau, karena ia dalam kedudukannya sebagai pewaris dan wakil dari datuknya. Kami telah kemukakan pada awal kitab perihal ” Fasal hikayat ” yang telah kami riwayatkan tentang sayyidina Umar bahwasanya sesual yang dikatakan oleh Asy-syaikh Abul’ Abbas Almursy seperti yang dihikayatkan oleh Asysyaikh Ibnu ‘ Athaa’ tentang dia : Bahwasanya ia telah berkata : ” Jika Rasulullah SAW. terhalang dari pandanganku walaupun hanya sekejap mata, aku tidak menganggap diriku dari kaum muslimin lagi. Bahkan ditambahkannya oleh sayyidina Umar A| Attas dengan katanya : bagaimana beliau dapat terhalang dari pandangan kami, sedang beliau adalah merupakan kenyataan bagi wujud kami”. (karena segala sesuatu yang ada dialam ini, diciptakan Allah Ta’ala dari nur beliau SAW). Insya Allah akan diterangkan lebih lanjut mengenai dzikir.









One Comment