MENGULANGI PEMBICARAAN MENGENAI:
Al Imam Hujatul Islam Alghazali telah mengutip di dalam Kitab ‘”Madhul Fgaraa’i Wazzuhdi” ia telah berkata : “Zaid bin Aslam telah meriwayatkan dari Anas bin Malik ia telah berkata : “Kaum fakir telah mengutus seorang utusan kepada Rasulullah SAW. seraya berkata : “Sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari kaum fakir kepada Tuan”. Beliau bersabda : ” Selamat atas kedatanganmu dan selamat atas orang-orang yang mengutusmu”, engkau telah datang dari suatu kaum yang aku cintai”.
Utusan itu berkata : “Mereka orang-orang fakir berkata : Ya Rasulullah, sesungguhnya orang-orang kaya telah melakukan kebajikan, mereka melakukan ibadah hajji, sedang kami tidak dapat melakukannya, dan apabila mereka sakit, mereka berobat secara kelebihan harta simpanan mereka, Lalu bersabdalah Nabi SAW. : Sampaikan dari padaku kepada kaum fakir, bahwa bagi yang penuh kesadaran dan sabar diantara kamu sekalian akan diberikan 3 (tiga) perkara yang tidak diberikan kepada orang-orang kaya.
Adapun salah satunya adalah bahwa di syorga terdapat beberap: kamar yang dapat dipandang oleh penghuni syorga. seperti penghuni bum memandang bintang-bintang di langit. Tidak ada yang dapat memasuki kamar. kamar itu kecuali Nabi yang fakir, atau syahid yang fakir, atau orang mu’mi yang fakir,
Yang kedua : Orang-orang fakir akan memasuki syorga sebelum orang. orang kaya setengah hari sebelumnya yaitu 5.00 (lima ratus) tahun.
Yang ketiga : Apabila seorang fakir mengucapkan :
“dan orang kaya mengucapkan seperti itu ditambah dengan infag 10.000 (sepuluh ribu) dirham, maka pahala orang fakir iru, tidak terkejar oleh orang kaya itu. Demikian pula seluruh kebajikan lainnya”.
FASAL MENGENAI TINGKATKAN MACAM-MACAM DZIKIR DIBAWAH : “AL BAAQIYAATUSH SHAALIHAAT”
Kemudian utusan.itu kembali kepada kaumnya dengan menyampaikan berita gembira dari Rasulullah SAW. Lalu merekapun berkata : “Kami ridha… kami ridha…
Ketahuilah bahwa “Albaagiyaatusb shaalihaat” telah menghimpun 4 (empat) macam dzikir yaitu : Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir”. Hal tersebut telah diisyaratkan oleh satu ayat saja dari Al gur’an yaitu :
Dan katakanlah : “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. (QS. Al Israa’ : 111) Karena itu, fahamilah artinya, agar engkau mengetahui bahwa “Alhamdu” di dalam ayat tersebut benar-benar jelas. Dan firmanNya merupakan isyarat kepada “Attasbih” (kesucian Allah), dan firmanNya :
merupakan isyarat kepada “tahlii” (keEsaan Allah). Adapun “Attakbir” sudah cukup jelas (ke-Agungan Allah).
KEUTAMAN PUJI dan SYUKUR.
Adapun ayat-ayat yang berhubungan dengan judul di atas adalah sebagai berikut : Firman Allah Ta’ala :
“Segala puji bagi Allah, Tuhan pemelihara alam semesia”. (QS. Al Fatihah : 2)
“Segala puji bagi Allah yang menurunkan kepada hamba-Nya Alkitab (Al Our’an)”. (QS. Al Kahfi : 1).
“Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang dilangit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat”. (@S. Saba: 1).
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi”. (QS. Fathir – 1).
Maka ucapkanlah : “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan, kami dari orang-orang yang zalim”. (QS. Al Muminun : 28).
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nim ay kepadamu”. (QS. Ibrahim : 7).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (QS. Saba’: 13).
Mengapa Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur. (QS. An Nisa: 147).
Adapun hadits-hadits yang berhubungan dengan itu adalah sebagai berikut :
Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW. bahwasanya beliau telah bersabda : “Semua urusan yang baik yang tidak dimulai dengan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah). maka urusn kurang keberkahannya”.
Didalam suatu riwayat : “Semua percakapan yang tidak dimulai dengan “Alhamdu lillah”, maka percakapan itu cacat. ,
Sebelumnya, ia telah meriwayatkan (bahwa) : “Semua urusan yang baik, ang tidak diawali dengan “Bismillahir Rahmanir Rahim”, maka urusan y itu kurang keberkahannya.
Di dalam Kitab Turmudzi yang dinukilnya oleh Annawawi dari Abi Musa Al Asy’ari r.a. bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda – “Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya : “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. Mereka menjawab : “Ya”. Maka Allah ‘Azza WaJalla berfirman pula : “Kalian telah menyabut nyawa buah hati hamba-Ku?”. Mereka menjawab : “Ya”. Lalu Allah berfirman : “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?”, Mereka menjawab : “(Hamba-Mu) telah memujiMu dengan ucapan ” Alhamdulillah” dan semuanya telah dikembalikan kepadaMu dengan ucapan Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji’uun”. Kemudian Allah Ta’ala berfirman : “bangunlah untuk hambaKu itu sebuah gedung di Syorga diberi nama : “BAITUL HAMDI”, Telah berkata Annawawi dan Turmudzi : Hadits Hasan
Di dalam Kitab Al Adzkaar disebutkan dari Abi Nashr Attammaar dari Muhammad bin Anndhar, ia telah berkata : “telah bersabda Adam a.s. : “Ya Allah, Ya Tuhanku Engkau telah persibuk aku dengan usaha tanganku, maka ajarilah aku sesuatu yang di dalamnya tercakup “kumpulan puji dan tasbih”, Lalu Allah mewahyukan kepadanya : “Hai Adam, jika diwaktu pagi engkau mengucapkan 3x, dan jika diwaktu petang engkau mengucapkan 3x :
maka Sudah mencakup segala puji dan tasbih.
Telah bersabda SAW. : “Barang siapa yang mengucapkan diwaktu pagi :
“Ya Allah, sesungguhnya aku berada diwaktu pagi ini memperoleh karuniaMu dalam keadaan ni’mat, ‘afiat dan perlindungan, maka sempurnakanlah ni’mat-Mu, “afiatMu dan perlindunganMu kepadaku di dunia dan akhirat) 3x diwaktu pagi dan 3x diwaktu sore, maka sudah menjadi hak Allah untuk menyempurnakan ni’matNya kepadanya”. (HR. Ibnus Sunny).
Telah bersabda SAW. : “Apabila seorang hamba mengucapkan “Alhamdulillah” maka kalimat itu akan memenuhi antara langit dan bumi, dan jika ia mengucapkan “Alhamdulillah yang kedua”, maka ia akan memenuhi antara langit yang ketujuh dan bumi, dan jika ia mengucapkan “Alhamdulillah yang ketiga”, maka Allah Ta’ala berfirman : “Mintalah, pasti Ku-kabulkan”‘
Telah berkata Rifa’ah Nazruqi : “Pada suatu hari kami shalat dibelakang Rasulullah SAW. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ beliay mengucapkan : ” ” (Allah mendengarkan kepada orang yang memuji-Nya), maka orang yang berada di belakang belia, mengucapkan : , , Ya Allah, Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, suatu pujian yang banyak lagi baik, yang penuh berkah). Maka ketika Rasulullah SAW. telah selesai shalat, beliau bersabda : “Aku telah melihat sekitar 30 (tiga puluh) malaikar herebutan siapa diantara mereka yang mencatat terlebih dahulu.









One Comment