DZIKIR YANG KE-15 DAN SYARAHNYA
Setelah Sayyiduna Umar selesai dari dzikir-dzikir yang penting, lalu beliau membawakan dzikir yang dengan dzikir itu, akan dicapai segala keinginan dan cita-cita dan diampuni segala dosa yaitu shalawat dan salam atas Nabi yang terpilih SAW. Beliau mengucapkan :
YA A,LAH LIMPAHKANLAH RAHMAT ATAS MUHAMMAD A ALLAH LIMPAHKANLAH RAHMAT DAN KESELAMATAN KEPADANYA. (11x)
Asy Syaikh Ali berkata : “Shalat atas nabi SAW? adalah termasuk seutama-utama pendekatan diri dan setinggi-tinggi maqam (derajat)”.
Shalat dari Allah Ta’ala adalah rahmat yang disertai penghormatan dan kesejahteraan. Dan keutamaan ini, dan keutamaan-keutamaan lainnya, yang agung yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang bershalawat atas Nabi SAW. dengan niat yang tulus ikhlas karena cintanya kepada SAW dengan permohonan kepada Allah kiranya berkenan mengagungkan beliau, merahmatinya, memuliakannya, dan mengangkat magannya sesuai nash dari para imam ahli ilmu seperti Al Imam Asy Sya’rani.
la (Asy Syaikh Ali) berkata : “Aku mendengar dari Syeikh kami Sayyidina Umar bahwasanya beliau berkata : “Tidak mengapa jika ia membaca shalawat sendirian, ditambah dengan ( ), dan jika berjamaah, maka sifat shalawat adalah seperti apa adanya yang tertera di sini. Syaikh Ali berkata : “Apabila seseorang akan membaca Raatib ini, dalam keadaan sendirian hendaklah ditambahkan ( ) yaitu :
Kemudian ia berkata : “Adapun shalawat itu ditentukannya berjumlah 11x, yuitu agar tampak adanya “rahasia keganjilan” dan secara umum sebagai pelambang “ke-esaan”. Kami mulai dengan menyebutkan “Keutamaan shalawat atas Nabi SAW. dan faedah-faedahnya yang agung sesuai yang telah dijelaskan baik oleh ayat-ayat Suci Al Our’an maupun hadits-hadits yang shahih.
FASAL PERTAMA MENERANGKAN SERBA. SEDIKIT MENGENAI KEUTAMAAN DAN KEKHUSUAN SAW,
Ketahuilah bahwa orang yang tampil menerangkan keutamaan-keutamaannya, bertujuan menyebarluaskan perangainya adalah bagaikan orang yang tampil menyelami lautan yang bergelombang, atau menghitung-hitung jumlah pasir yang bertumpuk, atau seperti orang yang datang ingin memelihara itu semua di dalam pemeliharaannya. Maka tidaklah !ayak baginya kecuali mengambil sesuai kemampuannya dan tidaklah meninggalkan yang sedikit, karena khawatir tidak memperoleh yang banyak.
Ini adalah untuk orang yang menyempatkan diri untuk menulis (mengarang) dengan segala usaha dan kemampuannya. Tetapi semua usaha yang serba terbatas itu, tetap terpuji dan diberi ganjaran dengan memperoleh derajat atas amalnya . .
“Dan jika aku manyanjung Muhammad dengan gasidahku, maka qasidahku justru terpuji karena Muhammad”. Adapun ayat-ayat Al Our’an yang berkaitan dengan itu adalah firman Allah Ta’ala :
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka merek, duri bekas sujud” (QS. Al Fath : 29).
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Our ‘an) menurut kemauan hawg nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. (QS. An Najm : 3-4).
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (QS. Al Hasyr : 7).
“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud”. (QS. Asy Syu’raa’ : 218-219).
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (QS. Al Fath : 1). .
“Barang siapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. (QS. An Nisa : 80).
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu?”. (QS. Al Insyirah : 1-2).
“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi)”. (QS. Al Ahzaab : 45-46).
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min”. (QS. At Taubat : 128)
Adapun hadits-hadits Rasulullah SAW. yang berkaitan dengan itu adalah sebagai berikut :
Telah bersabda SAW. : “Aku adalah pemimpin anak Adam, dan aku tidaklah membanggakan diri. Adam dan lain-lainnya akan berada di bawah panji-panjiku pada hari kiamat. Aku orang yang pertama memberi syafaat dan diberi syafaat. Aku orang pertama yang terbelah bayinya bumi dan aku adalah pemilik “kedudukan yang terpuji” ( ) dan telaga (Kautsar) yang dikerumuni. Aku adalah pemilik alwasiilah yaitu sesuatu derajat di Syorga yang tidak diberikan kecuali untuk seseorang, dan kuharapkan scseorang itu adalah aku.
Aku akan memasuki syorga sebelum para Nabi, dan ununatku akan memasuki syorga sebelum umat-umat yang lain. Ummatku baik yang terdahulu maupun yang terakhir kebanyakan menjadi penghuni syorga. Seseorang dari ummatku akan masuk syorga dengan syafa’atnya seperti Rabi’ah dan Mudhar. Aku akan terus menerus memberi syafa’at hingga api neraka berkata : “Hai Muhammad. tidakkah engkau tinggalkan bagian patokan dari ummatmu 2.
Umatku, amal mercka paling sedikit, umur mercka paling pendek, terapi pahala amal mercka paling banyak. Ini adalah karunia Allah yang dikaruniakan kepadaku dam ummatku”. (Hadis Masyhur).
Nabi Muhammad SAW. adalah seorang makhluk Allah SWT. paling utama dari semuanya, karena beliau adalah ralumat basi seluruh alam. Ibu Abbus ra. telah berkata : “Telah bersabda SAW. : “Para nabi iru memiliki animal yang (perbuat dari cmnas. scdang mereka duduk-duduk di atasnya, kecuali aninaloarhka aka tidak mendudukinya. aku biarkan begitu Naa.
Aku tetap berdiri tegak di hadapan Tuhanku, karena aku takut akan segera dimasukkan ke syorga, sedang umatku akan tertinggal dibelakangku. Aku berkata : “Yu Allah yer Dulhankau, unimatku oo… oummatku LL… Kemudian Allah Yans: Maha Mula lagi Maha Agung berfinman : “Apa yang engkase ingin Ku lakukan?“ Nku berkata: “Ja Allah. ya Tuhanku, segeralah hisab atas mercka”.
Maka akupun terus mencrus memberi syata’at sehingga orang-orang yang sebenarnya telah dikirimkan ke neraka, dikembalikan lagi kepada beliau. hingga Malaikat Maalik penjaga neraka berkata: “Hai Muhammad, engkau tidak sisakan untuk api neraka dan untuk murka Tuhanmu”.
Telah bersabda SAW. : “Sesungguhnya aku memberi syafa’at pada hari kiamat kepada yang berada dimuka bumi lebih banyak dari jumlah batubatuan dan tanah kering”.
Telah bersabda Rasululah SAW. : “Hari itu aku memakai perhiasan dari syorga, kemudian aku berdiri di sebelah kanan ‘Arasy’ tidak ada seorangpun dari para makhluk yang menempati pangkat itu selain aku”.
Telah berkata Ibnu Abbas r.a. : “Beberapa orang sahabat Rasulullah SAW. duduk duduk menunggu beliau. Kemudian beliaupun keluar, dan mendekat kepada mereka. Tiba-tiba terdengar oleh beliau bahwa mereka sedang mengadakan mudzakarah. Sebagian dari mereka ada yang berkata : “Sungguh mengagumkan, Allah SWT. telah mengangkat dari makhluk-Nya seorang khalil (sahabat dekat) diangkat-Nya Ibrahim a.s. sebagai Khalil. Yang lain berkata : “Sungguh lebih mengagumkan lagi, mengenai pembicaraan Musa yang diajak bicara oleh Allah SWT. dengan pembicaraan yang sempurna”. Yang lainnya berkata pula : “Maka Isa adalah keterapan Allah yang diberi ruh atas izin-Nya”. Dan yang lain berkata pula : “Adam adalah pilihan Allah SWT”. Kemudian Rasulullah SAW. mendatangi mereka seraya bersabda : “
“Aku telah mendengar pembicaraan kalian dan kekaguman kalian Sesungguhnya Ibrahim adalah Khalilullah dan demikianlah dia. Dan Sesungguhnya Musa adalah Najiullah (orang yang diselamatkan Allah, dan demikianlah dia. Dan sesungguhnya Isa Ruuhullah wa kalimatuh, (yang diberi ruh oleh Allah dan ketetapan-Nya) dan demikianlah dia. Dan sesungguhnya Adam adalah syafiyullah (pilihan Allah) dan demikian, dia”
Ketahuilah aku adalah habbibullah (kekasih Allah) aku tidak membanggakan diri, dan aku’ adalah liwaaa ‘ulhamdi (panji-panji kemuliaan) pada hari kiamat. aku tidak membanggakan diri. Dan aku adalah yang pertama memberi syafa’at dan yang pertama diberi syafa’at pada hari kiamat, aku ridak membanggakan diri. Dan aku adalah yang menggerakkan bell pintu syorga.. lalu Allah membukakannya untukku dan masuklah aku ke dalamnya bersama orang-orang fakir dari kaum mu’minin, aku tidak membanggakan diri.
Aku adalah orang yang paling mulia dikalangan orang-orang yang terdahulu (awwalin) dan terkemudian (akhirin) aku tidak membanggakan diri”.
( ) Dari Abi Hurairah ra. ia telah berkata : “Ada orang yang bertanya : “Hai Rasulullah, sejak kapankah Tuan diangkat sebagai Nabi?”. Beliau SAW.
bersabda : “Ketika Adam (masih dalam proses kejadiannya) antara ruh dan jasad”, (Dikeluarkan oleh At Turmudzi shahih).
Sebagian ulama berkata : “Akal itu hakikatnya satu, tetapi mempunyai 2 (dua) sisi: satu sisi dalam bentuk kejadiannya yaitu akal yang menyatu antara orang mu’min dan orang kafir dan dinamai ( ) atau akal kehidupan. Yang kedua : dalam bentuk akhlak yaitu akal yang khas bagi orang mu’min dan dinamai ( )atau akal yang didasari hidayah petunjuk. Kemudian jika akal itu dikaruniai pemahaman, maka la akan menjadi lebih bijaksana, jika ia dikaruniai ilmu, maka ia akan menjadi lebih bijaksana, jika ia dikaruniai hikmat, maka ia akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika ia dikaruniai ma ‘rifah, maka ia akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika terkuak baginya hagigah. maka ia akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika ia dikarunai kesempurnaan tauhid, maka ta akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika ia dikaruniai kewalian, maka ja akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika ia dikaruniai pangkat sufii, maka ia akan menjadi lebih bijaksana lagi, dan jika ia dijadikan seorang Nabi, maka ia akan menjadi lebih bijaksana lagi.
Dan Nabi Muhammad SAW. adalah yang paling bijaksana dari semuanya. Di dalam “Kitab Al “Awarif” sebagian ulama telah menerangkan yang bersumber dari Ibnu Manhab bahwasanya ia telah berkata : “Telah diterangkan didalam 70 kitab, bahwa semua akal yang diberikan kepada manusia, dari sejak adanya dunia hingga hancurnya dunia, jika disejajarkan dengan akal Rasulullah SAW. bagaikan sebutir pasir berada di tengah-tengah seluruh pasir yang ada di dunia.
Para ulama berkata : “Rasulullah SAW. telah diutus kepada seluruh bangsa manusia dan bangsa jin. dan tidak ada Nabi lagi sesudah beliau hingga hari kiamat, dan para ulama dari ummatnya SAW. adalah setingkat dengan para Nabi dari Bani Israil dan Allah SWT. telah menolong Nabi SAW. dengan mukjizat-mukjizat yang nyata.
Dari Anas r.a. bahwasanya ia telah berkata : “Rasulullah SAW. telah terkantuk sesaat, kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum’”. Para sahabat bertanya : “Kenapakah baginda tertawa ?”. Beliau bersabda : “Satu ayat telah turun tadi kepadaku, lalu beliau membacakan: hingga selesai. Kemudian beliau bersabda : “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” Mereka berkata : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Al Kautsar itu adalah sebuah sungai yang telah dijanjikan Allah SWT. untukku di syorga. Ia mengandung kebaikan yang amat banyak suatu telaga yang akan didatangi oleh ummatku pada hari kiamat, bejananya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit”.
Telah berkata Anas r.a. : “Telah bersabda Rasulullah SAW. : “Ketika aku berjalan-jalan di syorga, tiba-tiba aku telah berada pada sebuah sungai. Kedua tepiny’a berraburkan mutiara yang berlubang”. Aku berkata : “Hai Jibril. apa ini? “. Jibril a.s. berkata : “Inilah AL KAUTSAR” yang diberikan Allah kepada Tuan”. (Al Hadits).
Dari Jabir r.a. ia telah berkata : “Telah bersabda Rasulullah SAW. : “Api neraka itu. tidak akan menyentuh seorang muslim yang pernah melihatku dan melihat orang yang pernah melihatku “. (Dikeluarkan oleh At Turmudzi)
(Dikeluarkan oleh tiga perawi hadits dan Turmudzi). (Keterangan: “ adalah para Nabi yang menempati tempat yang tertinggi).
MU’JIZAT NABI MUHAM AD SAW.
Adapun mukjizat-mukjizat Nabi SAW. yang tidak dapat dibantah lagi adalah: “Kebenarannya atas semua yang dibawanya: terbelahnya bulan menjadi dua bagian: batu memberi salam kepada beliau: dan pohon berjalan menuju beliau”.
Shahibul Burdah berkata :
“Pohon-pohon telah datang memenuhi panggilannya dalam keadaan bersujud —pohon-pohon itu berjalan dengan –batangnya tanpa kaki. Diantara mukjizatnya juga.
- Seorang bayi dapat berbicara kepada beliau, seekor biawak bersaksi atas kerasulannya. Merintihnya sebatang pohon hingga terdengar oleh orang-orang yang di masjid. Pemberian sebatang tongkat kepada sebahagian sahabat beliau, lalu menjadi pedang. Hausnya balatentara Islam lalu beliau benamkan tangannya di dalam air yang sedikit, maka keluarlah air dari celah-celah jari jemarinya lalu merekapun mimum semuanya hingga puas. Konon jumlah mereka ada 1500 orang.
b Salah seorang sahabat beliau menghidangkan makanan kepada beliau — dalam sebuah nampan, lalu beliau memanggil orang-orang (pasukan islam) itu untuk makan bersama-sama hingga mereka semuanya merasa kenyang. Kemudian merekapun pulang dan konon jumlah mereka ada 1500 orang atau lebih.
Pemberitahuan tentang hal-hal yang ghaib yang telah terjadi di masa Jalu dan di masa yang akan datang, dan terjadilah apa-apa yang beliau beritakan itu tanpa kurang atau lebih.
Akhlaknya yang agung. Sebahagian ulama berkata : “Barang siapa yany memperhatikan akhlaknya, kemuliaannya, keindahannya dan keluhurannya, ia akan mengetahui dan mengakui bahwa itu semua adalah “Mukjizat dari Allah SWT.” yang tidak mungkin dimiliki oleh manusia biasa. Karena itu semua, adalah kekhususan yang diberi Allah kepada beliau dan tidak diberikan kepada manusia sebelumnya.









One Comment