(KEUTAMAAN SHALAWAT ATAS NABI MUHAMMAD S.A.W)
dan sebagai akhir syarah dari Syaikh Abdul Walab bin Alumad Asysya’roni . Pengarang
beliau menerangkan bahwa antara wali dan orang yang menerima (ilmu) langsung dari Rasulullah SAW. dalam keadaan sadar( terbangun), mendengar suaranya secara lisan dari kuburnya dengan jawabannya, terdapat 247.999 magoom (tingkatan). Kemudian beliau berkata : ” Barang siapa yang mengaku telah mencapai tingkatan ini, ia boleh berbicara berhadapan dengan kami mengenai tingkatan-tingkatan ini, dan jika ia tidak mengetahuinya. mak kami anggap dia berdusta.
Asysya’ roni juga telah menukil dari Asysyaikh Ahmad Azzawawi buhwasanya ia telah berkata : ” Tharigah kami adalah memperbanyak shalawat atas nabi SAW hingga beliau berkenan duduk-duduk bersama kumi dalam keadaan sadar (terbangun) dan kami bersahabat engan beliau seperti beliau bersahabat dengan para sahabat r.a hingga kami dapat menanyakan beliau tentang urusan Agama kami dan hadist. hadist yang dianggap lemah oleh para penghafal hadits dikalangan kami.
Kamipun selalu mengamalkan sabda beliau SAW. dalam hadist hadist itu. Dan jika ada yang kami belum terima, kamipun tidak akan mengurangi shalawat kami atas beliau SAW.
Asysya’roni juga telah berkata : ” Bahwa Asysyaikh Abu Abbas Almursi Itu biasa melakukan shalat yang lima waktu dibelakang Rasulullah SAW, Demikian juga ia telah berkata bahwa adiknya yang bernama : Afdhaluddin (rahimahullah) berkata : ” Sesungguhnya ia mendengar kekhususan Sayyidi Umar bin Abdurrahman Al’ Attas ( semoga kita mendapat manfaat dari padanya) telah berkata : ” Tidaklah layak bagi scorang wali dari ummat Muhammad, kecuali dia telah dapat berkumpul dengan Rasulullah SAW. dan Alkhaidir dan Ilyas a.s Orang-orang yang dapat dipercaya telah membenarkan itu seinua, dan tidak mengingkari adanya kemungkinan para wali itu terhalang pandangan mereka dari berkomunikasi dengan Rasulullah s.a.w
Malik bin Diinar telah berkata : ” Barang siapa tidak menemani
‘ duduk Rasulullah SAW, Abubakar dan Umar, maka telah sia-sialah ,uzlahnya. Ada orang yang berkata kepadanya : ” Bagaimana hal itu bisa terjadi ?”, Ja berkata : ”” Hendaklah ia mempelajari Alqur’an dengan tadabbur ( dengan pemahaman artinya). ia memperhatikan perbuatan Rasulullah SAW, para sahabatnya dan ucapa-ucapan mereka. Barang siapa yang melakukan itu semua, berarti ia telah bercakap-cakap dengan Allah Ta’ala dan RasulNya SAW, juga telah bercakap-cakap dengan para sahabatnya.
Karena itu, fahamilah dan biasakanlah bercakap-cakap dengan Allah dan RasulNya, pasti cngkau akan beruntung.
( FAEDAH YANG LAIN )
Asysyaikh Dawud Asy-syadzili telah berkata didalam kitabnya yang menerangkan perihal ” “ yang disusun oleh Asy-syaikh Abilhasan Asy-syadzili (semoga dengan keduanya Allah memberi manfaat kepada kita) : ” Ketahuilah bahwa Allah SWT. telah memaksa seluruh makhluk untuk berbuat taat kepadaNya dan mencegah mereka agar tidak bermaksiat kepadaNya. Allah Ta’ala telah berirman :
( Hai orang-orang yang bcriman, bertagwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya tagwa ). (OS. Ali-Imran : 102) Telah diterangkan didalam tafsir, hendaklah Dia (Allah) dita’ati dan tidak didurhakai, hendaklah Dia diingat dan tidak dilupakan, hendaklah Dia disyukuri dan tidak dikufuri sesuai firman Allah Ta’ala :
( Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapan (dimukanya) begitu juga) kejahatan yang telah dikerjakannya, ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh). (OS. Ali Imran : 30)
dan firmanNya pula :
(Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat-maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan ( pahala ) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan). (OS. Al-Anbiya : 47)
Kemudian ia berkata bahwa dalam firman-firman tersebut diatas, menunjukkan adanya dalil yang paling kuat bahwa Allah SWT. telah memaksa kita untuk keluar dari setiap dosa yang dilarangNya, dan agar melakukan perbuatan:taat yang diperintahkanNya, sedang Alkitab ( Alqur’an ) dan.hadist adalah penuh dengan itu semua.
( PENUTUP )
Kami akhiri fusal ini yang mengisyaratkan kepada setetes air dari lautan koutamaan yang masyhur serta banyak manfaatnya, serta didalamnya terdapat beberapa keuntungan. Al-Imam Alghozali telah berkata didalam kitabnya ” Ketahuilah bahwasanya telah terkuak bagi orang yang memiliki ” pandangan hati ” bahwa dzikir itu adalah amal yang paling utama. Tetapi dzikir itu sendiri mempunyai 3 (tiga) lapisan kulit sesuai dengan keadaan orang yang berdzikir dan keikhlasan matinya serta kebersihan hatinya atau sebaliknya.
Adapun bentuk dzikir itu sendiri adalah satu, namun yang menjadi perbedaan antara yang satu dengan yang lain adalah hal ihwal orang yang berdzikir yaitu sebagian dari mereka lebih dekat kepada isinya ( yany disebut LJ ).
Mereka mendapatkan isinya dibawah kulit-kulit itu, dan bahwasanya mereka mengutamakan kulit, karena kulit itu sendiri merupakan tharigah Galan) untuk mendapatkan isi atau yang disebut ( )itu. Maka kulit yang paling atas (yang pertama) adalah dzikir dengan lisan saja
Yang kedua : adalah dzikir didalam hati ( ). Jika sekiranya hati itu sendiri membutuhkan pengawasan ( ) hingga hati itu bisa hadir karena dzikir itu. Dan jika dzikir itu ditinggalkannya seperti kebiasaannya, maka hati itu akan melayang kelembah-lembah fikiran yang semrawut.
Yang ketiga : adalah dzikir didalam hati yang memungkinkar dapat menguasai hati itu sendiri sehingga tidak memerlukan lagi adanya pemaksaaan pengawasan dari hal-hal yang dapat memalingkan dzikir kepada lainnya, seperti yang diperlukan pada yang kedua, kepada suatu pemaksaan agar dzikir itu tetap mantap. .
Yang keempat : adalah kebersihan yaitu kemantapan terhadap Dzat yang diingat ( ) didalam hati, lalu dzikir itu akan berkuasa atas hati itu sendiri dan menghilanglah dzikir itu dengan sendirinya, yang ada hanyalah Dzat yang diingat saja yaitu Allah SWT.
Itulah yang disebut kebersihan hati yang dituju ( ) yaitu pada saat dalam keadaan hati tidak berpaling dari dzikir itu sendiri tetapi secara keseluruhan tenggelam didalam dzikir pada Dzat yang diingat
( Telah berkata Abdullah bin Almubaarok : ” Barang siapa yang menyudahi siang harinya dengan dzikir kepada Allah, maka sepertinya in berdzikir sepanjang hari kepadaNya “).
(FAIDAH)
Sebagian Ulama telah berkata : ” Ketahuilah bahwa para Ulama berbeda pendapat tentang manusia yaitu ketika ia masuk serombongan orangorang yang berdzikir baik laki-laki maupun perempuan sesuai yang diisyaratkan oleh firman Allah SWT :
(Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebutkan (nama) Allah ) (OS. Al-Ahzaab : 35) Kemudian ia berkata : ” Telah berkata Alwaahidi Alwaluudi, telah berkata Ibnul” Abbas : ” Yang dimaksud adalah mereka yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah shalat baik diwaktu pagi maupun diwaktu petang, ketika berbaring dan bangun tidur, ketika pergi (keluar rumah) dan pulang, selalu mengingat Allah. Telah berkata Mujahid:
( Tidak ada diantara mereka kecuali berdzikir kepada Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring ).
Telah berkata” Athaa’ : ” Siapa yang melakukan shalat yang 5 waktu sesuai ketentuannya, berarti dia termasuk dalam golongan mereka ( yang selalu ingat kepada Allah ), kemudian ia berkata : ” Dan inilah yang dinukil oleh Alwaahidi dan telah diterangkan dalam hadist Abi Sa’id Alkhudri, ia telah berkata : ” Telah bersabda Rasulullah s.a.w. : ” Jika seorang suami membangunkan isterinya dan melakukan shalat, atau ia melakukan shalat dua rakaat bersama, mereka dicatat dalam golongan orang-orang yang banyak mengingat Allah
(FAIDAH YANG LAIN)
Kami kemukakan hadist yang dinukilnya dari para Ulama Besar bahwa sesungguhnya hadist itu adalah agung lagi mulia dan sudah selayaknya setiap muslim menghafalnya karena kemanfaaatannya yang bersifat umum, dan dibutuhkan oleh seluruh makhluk.
Dan Maknanya dzikir itu adalah suatu keselamatan dari para musuh. Ia telah berkata bahwa Hadist itu adalah Shahih dan dirawikan oleh Alhafizh Abu Musa Almadiini didalam ” Kitab Attarghiib ” mengenai perangai-perangai yang menyelamatkan dan ” Attarhiib ” dari perangaiperangai yang rendah. ‘
Telah ditentukannya kitab itu semuanya atas dasar hal tersebut ( Attarghiib da Attarhiib ) dan dijadikannya sebagai syarah hal tersebut. Ia telah berkata : ” Hadist ini adalah hasan shahih sekali yang dirawikan dari Sa’id Almusayyib dan Umar bin Dzair dan Ali bin Zaid bin Jud’aan dan Hilal bin Jabalah, dan itu adalah hadist Sa’id Almusaayib dari Abdurrahman bin Samuroh bin Jundub, ia telah berkata :”
( Telah datang Rasulullah SAW. kepada kami, sedang kami ketika itu berada di Shuffah-Madinah, kemudian beliau berdiri dihadapan kami dan bersabda : ” Aku terheran-heran tadi malam aku melihat ( dalam mimpi ) seorang laki-laki dari umatku yang didatangi oleh Malaikatul -maut unutk mencabut ruhnya, lalu datang lah baktinya terhadap ibunya, maka ditolaknya malaikatul-maut itu, Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang telah diperlihatkan kepadanya siksa kubur, maka datanglah kepadanya wudhunya lalu diselamatkannya dari siksa itu.
Aku melihat seorang laki-laki dari ummatku, telah merasa ketakutan darj Malaikat penyiksa, maka datanglah kepadanya shalatnya laly diselamatkannya dari tangan mereka.
Aku melihat seorang laki-laki dari ummatku dalam keadaan kehausan, koliap ia mendekat ketelagaku, ia diusir dan dilarang (minum), maka datanglah kepadanya puasa Ramadhan lalu ia diberinya minum hingga hilang rasa hausnya.
Aku melihat seorang laki-laki dari ummatku, dan aku melihat pula para Nabi yang sedang berkelompok-kelompok, setiap ia mendekat dari kelompok itu, ia diusir, maka datanglah kepadanya mandi junubnya lalu in dituntunnya dan didudukannya disampingku.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang berada dalam kegelapan baik dari muka, samping kanan, samping kiri maupun dari atas, in dalam kebingungan, maka datanglah kepadanya hajji dan umrahnya, batu ja dikeluarkan (dari kegelapan itu) dan dimasukkannya kedalam nur/cahaya.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang mengajak bicara kepada kaum mu’minin tetapi mereka tidak menjawabnya, maka datanglah kepadanya silaturrahimnya sambil berucap : ” Hai kaum muslimin, (ketahuilah) orang ini banyak bersilaturrahim”. Lalu ia diajak berbicara dan saling bersalamanlah mereka .
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku dalam keadaan ketakutan dari malaikat Zabaniah maka datanglah kepadanya amar ma’ruf nahi mungkarnya, lalu diselamatkannya dan dimasukkan ke (kalangan) Malaikat Rahmat.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang sedang berjongkok diatas kedua lututnya sedang antara dia dan Allah SWT, terdapat tabir, maka datanglah kepadanya kebaikan akhlaknya lalu ia dituntunnya (oleh akhlaknya itu) dan dihadapkan kepada Allah ‘ Azza wa Jalla. Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang catatan” amalnya telah menghilang dari arah kiri, maka datanglah kepadanya rasa takutnya dari Allah Azza wa Jalla, maka diambilnya catatan amainya lalu diletakkan disebelah kanannya.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang ringan timbangan (amalnya), maka datanglah kepadanya kesabaran atas kematian anak-anaknya ketika kecil, lalu menjadi beratlah timbangan (amalnya).
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku sedang berdiri ditepi neraka jahannam, maka datang lah kepadanya harapan kepada Allah lalu ja diselamatkannya dan berlalulah (keadaan) itu.
Dan Aku melihat seorang laki-laki dari ummatku telah terjatuh kedalam api neraka, maka datanglah kepadanya air matanya ketika menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla, lalu diselamatkannya dari hal tersebut.
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang gemetar seperti gemetarnya pelepah kurma yang tertiup oleh angin keras sekali, maka datanglah kepadanya baik sangkanya kepada Allah Ta’ala, lalu tenanglah gemetarnya itu. 0
Dan aku melihat seorang laki-laki dari ummatku yang merangkak diatas titian (shiroot) terkadang ia merangkak dan dan terkadang pula bergantungan (pada titian itu), maka datanglah kepadanya shalawatnya kepadaku, lalu (oleh shalawat itu) ia didirikan diatas kakinya dan diselamatkannya.
Dan Aku melihat seorang laki-laki dari umatku telah sampai dihadapan pintu-pintu syorga, namun pintu-pintu itu tertutup maka datanglah kepadanya syahadatnya ” Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah ” lalu terbukalah pintu-pintu syorga dan dimasukkanlah ia kesyorga).









One Comment