FASAL MENGENAI TAFSIR “ATTASBIH”
Sekarang kami sampaikan : (uraian ma’na kalimat “tasbih”), kemudian : (arti sifat perkasa) ,kemudian Seperti yang dimaksud dalam fasal tersebut. , ( )menurut para ulama, bahwa kata ( ) adalah , ( ) – nama yang berarti ( ) yang bertanda “ bacaan nashab atau fathah ( … ) dan ditambahkan kepada suatu namia yang zhahir, seperti kata dan ditambahkan . pula kepada kata: “ (yang tidak nampak/berdhamir) seperti firmanNya Ta’ ala : ( ) artinya (mereka orang-orang kafir berkata : “Allah mempunyai anak, Maha Suci Allah”) (QS. Al Baqarah : 116 )
Yang dimaksud dengan mudhmar disini adalah yang bersaty dengan kata : , hingga menjadi : Seperti disebutkan . didalam hadits : (Maha Suci Engkau ya Tuhanku) dan didalam sya’ir terkadang apa yang dinamakan (penambahan itu) terputus dengan seperti yang diucapkan oleh seorang penya’ir : artinya : (Maha Suci Dia (Allah), kemudian Maha Suci, kami berlindung kepada-Nya). Dari Al Imam Ali bin Abi Thalib r.a. : bahwasanya beliau telah ditanya tentang ( ), lalu beliau berkata : “Ia adalah kalimat yang diridhai Allah untuk Dzat-Nya”. Beliau ditanya sekali lagi tentang ( ) lalu beliau berkata : “Mengagungkan kebesaran Allah”. . Dari Ibnu Abbas r.a. ia telah ditanya tentang arti ( ) , lalu ia menjawab : “Ke-Maha Sucian Allah). Kemudian, datanglah seorang laki-laki kepadanya seraya ia berkata : ( ), kami mengetahui bahwasanya “tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan kami mengetahui bahwa : “segala ni’mat adalah karunia dari pada Allah” dan Dia-lah yang terpuji atas ni’mat-ni’mat-Nya dan ( ), kami mengetahui bahwa : “tidak ada sesuatu yang lebih besar dari pada-Nya”, lalu apakah arti ( )? Dia (Ibnu Abbas ra) berkata : “Itu adalah kalimat yang diridhai Allah bagi diri-Nya dan para Malaikat telah diperintahkan untuk bertasbih (dengan menyebut kalimat itu) dan orang-orang yang baik (saleh) mengetuk pintu rahmat-Nya denyan kalimat itu pula.
Dalam suatu hadits, dari Ibrahim bin Yazid Attaimi dari Nabi SAW.. beliau bersabda :
( ) adalah mensucikan-Nya, memelihara Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Besar dari segala sesuatu yang buruk.
Dari hal-hal yang mengagumkan, yang mewariskan kepada seorany yang bijaksana (berakal) agar di dalam menekuni tasbiih itu, hendaklah memikirkan perihal kejadian dirinya itulah agaknya yang paling tepat.
Telah berkata orang-orang yang memiliki pandangan hati yang tajam: “Allah telah menciptakan pada diri manusia semacam rahasia alam wujud, seperti yang lazim disebut “alam kecil”. Selain manusia yang memiliki perangai (sifat) dengan keindahan rupa dan kesempurnaan anggota tubuh, secara zhahir dan maknawi, maka mahluk lainnya tidak memiliki itu semua artinya tidak sesempurna dan seindah yang dianugerahkan Allah kepada manusia.
Allah telah menghiasi manusia dengan anggota zhahir dan bathin, Allah telah pula memberinya rasa panas, dingin, kering, dan segar. Itulah rahmat Allah kepada manusia.
Firman Allah Ta’ala : dan (juga) pada dirimu sendiri, Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz Dzariyat:21).
Al-lmam Albaghawi telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Allah Ta’ala telah berfirman : “Anak Adam telah mendustai-Ku, padahal ia tidak mempunyai alasan apa-apa, dan ia telah menghina-Ku padahal ia tidak memiliki alasan apa-apa, dan ta telah menghina-Ku padahal ia tidak memiliki alasan apa-apa. Adapun pendustaannya kepada-Ku (adalah) ia beranggapan bahwa Aku tidak kuasa mengembalikan kejadiannya seperi semula, dan penghinaannya kepada-Ku (adalah) ucapannya bahwa : Aku mempunyai putra. Maha Suci Aku dari kepemilikan istri atau putra.
Dari Ibnu Mas’ud r.a. ja telah berkata : “Aku berkata : “Wahai Nabi Allah. dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?”. Beliau bersabda : “Engkau mengangkat sekutu bagi Allah, padahal Dia (Allah) yang telah menciptakan engkau.” Aku berkata lagi : “Kemudian dosa apa lagi?”. Beliau bersabda : “Engkau membunuh anak laki-lakimu, karena takut ia makan bersamamu”. Aku berkata (lagi) : “Kemudian dosa apa lagi?”, Beliau bersabda : “Engkau menzinahi isteri tetanggamu”.
“DARI SEBAGIAN SYARAH AS. A’ ALLAH AL HUSNA”
Telah berkata Asy Syaikh Aljalal Attibrizi : Asma’-Nya ( ): artinya Dia-lah Dzat yang memberi kemuliaan. “Barang siapa yang membacanya 140x pada malam Senin dan malam Jum’at setelah shalat Maghrib dan Isya”, ia akan diberi kewibawaan ditengah-tengah para mahluk dan tidak memuliki rasa takut sedikitpun kecuali kepada Allah SWT. Asma’-Nya ( ): artinya Dia-lah Dzat yang merendahkan. “ Barang siapa yang merasa takut dari orang yang zalim atau dengki, hendaklah in membacanya 75x lalu sesudah itu, ia sujud sambil menyebutkan musuhnya atau orang yang zalim kepadanya dengan ucapan : “Ya Tuhanku, amankanlah aku dari (kejahatan) si fulan)”, maka ia akan dilindungi Allah dari kejahatan orang tersebut.
Asy-Syarji telah menukil di dalam “Kitabnya Alfawaid” dari Al-‘Alim yang terkenal Waliyullah yang besar Ahmad bin Musa bin “Ajiil (semoga Allah memberi manfaat kepada kita dengan keduanya), bahwasanya ia telah berkata : “Hendaklah do’a berikut ini diucapkan dimuka orang yang ditakuti, orang yang zalim dan binatang yang buas, maka semuanya itu tidak akan berbahaya . (yaitu) :
Aku menjadi perkasa dengan pertolongan Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, dan aku bertawakkal kepada Dzat Yang Hidup, Yang tidak mengalami kematian.
Binasalah orang-orang itu, dan butalah mata mereka, dan aku bertawakka kepada Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Menundukkan) kemudian. ditiupkar 3x tiupan, maka orang itu (musuh) tidak akan bicara apa-apa kecuali yang disukainya (saja).
Asma’-Nya ( ) : artinya : Dia Dzat Yang Maha Mulia Khasiatnya adalah untuk memperoleh kekayaan dan kemuliaan, “Barang siapa yang mendzikirkannya selama 40 hari, setiap harinya dibaca 41x, maka ia akan dijadikan orang kaya dan mulia oleh Allah Ta’ala, dan tidak akan merasa butuh kepada salah seorang mahluk-Nya.
Dan sebaiknya asma’ tersebut dibaca sesudah shalat Shubuh.
Asma’-Nya ( ): artinya : Dia Dzat Yang Maha Besar.
Khasiatnya adalah akan disegerakan terkabulnya do’a orang yang berdo’a kepada-Nya. Hendaklah dizikirkan dengan do’a terutama asma Nya
artinya (Yang Maha Cepat) dan asma’ Nya artinya (Allah yang memiliki ke-agungan dan kemuralian).
Telah berkata beberapa ulama : “Dengan keberkahan asma’ ini, AlJah akan memberikan ke-agungan, kewibawaan dan kemuliaan kepada para Nabi dan para Wali-Nya. Dan barang siapa yang mengharapkan terkabulnya sesuatu urusan, hendaklah membacanya sebanyak 700x, maka sesungguhnya Allah SWT. akan memberikan apa saja yang dia minta.
Telah diriwayatkan bahwa Asma’ Yang Agung :
yang jumlahnya 1100 ini, dimasukkan kepadanya (huruf penyeru) yaitu maka yang diseru menjadi sehingga ber-ubah menjadi : maka jumlahnya berkurang menjadi 1095 saja. Telah diterangkan di dalam hadits “Tekuni (do’a Yaa Dzal jalaali walIkraam) ini, hendaklah diperbanyak dengan kesungguhan).
Karena itu dia disebut sebagai : ( ) (Asma’ Allah Yang Paling Agung).








One Comment