DZIKIR YANG KE-16 DAN SYARAHNYA
Ketika Sayyiduna Umar sudah mendekati kesempurnaan Ratibnya yang Agung. beliau membawakan dzikir yang dapat menghapuskan dosa besar. yang dapat memadamkan murka Dzat Yang Maha Memaksa dan memadamkan jilatan api dari orang yang mengucapkannya. Dapat menurunkan hujan dan dapat mendatangkan kurnia seperti yang tersebut didalam Surat Nuh a.s.. terdiri dari anak-anak, harta, syorga, dan sungai, yaitu: Al-Isrighfaar. Beliau mengucapkan:
AKU MOHON AMPUN KEPADA ALLAH 11x. Kemudian engkau mengucakan AKU BERTAUBAT KEPADA Allah 1x
Asy-Syaikh Ali berkata : “Makna Astaghfirullah (aku memohon ampunan Allah). syaratnya adalah harus adanya rasa penyesalan dan kemauan keras untuk tidak kembali kepada pelanggaran larangan, dan selalu mentaati perintah-perintah Allah. Dan manakala seseorang terjerumus lagi kepada perbuatan dosa, maka hendaklah ia mengulang kembali istighfaar it, ditengah malam dan sepanjang hari. Dan dengan demikian, dengan pertolongan Allah Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi, dia akan dapar mengalahkan musuh yang angkuh itu (syetan yang terkutuk)”.
Dalam suatu hadits Oudsi, Rasulullah SAW. bersabda : “Apabila seorang hamba mengucapkan: “Astaghfirullah” (aku memohon ampunan Allah, Allah berfirman : “Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan dia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang mengampuni segala dosa dan Dia menghapuskan dosa itu. Aku telah mengampuni (dosa) hamba-Ku, selama ia memohon ampunan-Ku, Aku mengampuni (dosa) hamba-Ku seperti apa adanya”. Didalam Hadits Oudsi yang lain, Allah Ta’ala berfirman :
“Wahai anak Adam, jika sekiranya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan-kesalahan (dosa) sepenuh isi bumi, sedang engkau tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu, kemudian engkau memohon ampunan-Ku, niscaya Aku mengampuni dan Aku tidak perduli”.
FASAL PERTAMA : MENGENAI KEUTAMAAN “ISTIGHFAR”
Adapun ayat-ayat yang berkaitan dengan “istighfaar” adalah: firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisaa’: 64).
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya. kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisaa’ : 110). –
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat” (QS. An Nashr : 3).
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. mereka ingat akan Allah. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuoter keiinya itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali imran : 135) ,
“Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS. Al Anfaal : 33).
“Maka bersabarlah kamu. karena sesungguhnya janji Allah itu benar. dan memohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. (QS. Al Mu’mm : 55).
“Allah Ta’ala telah berfirman, menceritakan Nabi-Nya Adam : (Keduanya berkata : “Ya Tuhan kami. kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami. niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi”. (QS. Al Anfaal : 23).
Allah Ta’ala telah berfirman melalui Nabi-Nya Nuh : Maka aku katakan kepada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun”. (QS. Nuh : 10).
Allah Ta’ala telah berfirman melalui lisan Nabi-Nya Huud : Dan (dia berkata) “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada -Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu”. (QS. Huud : 52).
Allah Ta’ala telah berfirman melalui lisan Nabi Shalih : -, Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya)”. (QS. Huud : 61).
Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan “istighfaar” adalah sebagai berikut :
Telah bersabda Rasul-Nya yang terpilih : “Barang siapa yang banyak beristighfaar, Allah akan berikan kepadanya kegembiraan dari setiap kesedihan, jalan keluar dari setiap kesempitan dan diberi rezki dari (sumber) yang tidak diduga-duga”. (HR. Imam Ahmad dan lainnya).
Telah bersabda SAW. : “Barang siapa yang ingin catatan amalnya menggembirakan (hatinya). hendaklah ia memperbanyak istighfaar.” (HR. Al Baihaqie).
Telah bersabda “Alaihish Shalaatu Wassalaam : “Wahai manusia, beristighfaarlah kalian kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya aku beristighfaar dan bertobat kepada-Nya dalam sehari itau setiap hari 100x dan lebih banyak dari 100x”. (HR. Ahmad, Ath Thabrani, dan lainnya).
Telah berkata Al Imam Al Baihagie bahwa istighfaar di kalangan para Nabi sesudah kenabian berada pada salah satu sisi dari yang tiga yaitu :
- Karena dosa yang telah dilakukannya sebelum diangkat sebagai nabi, atau :
- Karena dosa-dosa umatnya dan kerabatnya, atau :
- Karena perbuatan yang bersifat mubah yang kemudian di haramkan oleh Syara’, sedang ia telah terlanjur memperbuatnya (yaitu sebelum diharamkan), kemudian dia beristighfaar karena lupa semata. Walaupun hal itu telah dinilai sebagai suatu kebajikan diluar para nabi, seperti yang pernah di katakan ,
Artinya : “Kebajikan-kebajikan orang-orang yang tha’at sama dengankeburukan-keburukan orang-orang yang didekatkan (kedudukan) kepada Allah” (Saya)
Berkaitan dengan ini, adalah seperti ucapan Nabi Ibrahim a.s. : (Sarah adalah adikku) dan (sesungguhnya aku sedang sakit), hingga hal tersebut dianggap sebagai kebohongan dan beliau telah mohon uzur (tidak menyanggupi) untuk memberi syafa’at umum, dan hanya orang-orang kafir tetap menghuijah agama Allah.
Al Baghawi telah berkata: “Istighfaar maknanya adalah mendengarkan dan menta’ati hukum syara’”
Al Qomah bin Al Aswad telah berkata: “Telah berkata Abdullah bin Mas’ud r.a. Didalam kitab Alllah ‘Azza wa Jalla ada 2 (dua) ayat yang apabila dibaca oleh seorang hamba yang telah melakukan dosa, niscaya ia akan diampuni dosanya, yaitu :
Telah bersabda SAN. : “Hai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfaar. Sesungguhnya aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalian (kaum wanita). Jazilah salah seorang dari mereka bertanya: “Karena apakah Ya Rasulullah, kebanyakan dari kami menjadi penghuni neraka?”, Beliau bersabda : “Karena kalian sering mengutuk dan mengingkari kebaikan. Aku tidak melihat orang-orang yang diberi pikiran kebanyakan kurang akal dan agamanya dari kalian”. Ta berkata : “Hai Rasulullah, apakah arti kurang akal dan agama?” Beliau bersabda : “Adapun kurang akal. karena kesaksian 2 (dua) orang wanita sebanding dengan kesaksian seorang laki-laki dan inilah yang disebut kurang akal. Dan wanita melewari beberapa malam tanpa shalat dan ia berbuka di bulan Ramadhan (tidak puasa) dan inilah yang disebut kurang agama”. (HR. Imam Muslim di dalam Shahihnya)
Telah bersabda a.s : “Siapa yang hendak tidur, mengucapkan
“Aku mohon ampunan Allah Yang Maha Agung, yang liada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Kekal terus menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertobat kepadaNya 3x, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih di lautan atau sebanyak pasir yang bertumpuk atau sebanyak daun-daun pepohonan atau sebanyax hari-hari dunia”.
Abu Dawud dan Al Haakim telah meriwayatkan dan berkata : isnadnya shahih dari Utsman r.a. telah berkata : “Apabila Rasulullah SAW. telah selesai dari penguburan seorang mayyit, beliau berdiri (di tepi kubur) seraya bersabda :”Mohonlah ampunan untuk saudaramu, dan mohonlah baginya ketetapan, karena sesungguhnya ia sekarang ditanya (oleh Mungkar dan Nakir)”.
Adapun Rasulullah SAW. didalam istighfaarnya, beliau mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, keberlebihan dalam urusanku dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahui dari padaku.
Ya Allah, ampunilah kesungguhanku, keteledoranku, kesalahanku, dan kesengajaanku yang semuanya ada padaku.
Ya Allah, ampunilah aku atas apa-apa yang telah ku lakukan terdahulu dan terkemudian, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara berlebihan dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahui dari padaku. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Didalam beberapa tafsir diterangkan bahwa Rasulullah SAW. telah mendatangi sahabat-sahabatnya dari arah pintu Bani Syaibah, yang dilihatnya ketika itu mereka sedang tertawa ria. Beliau bersabda: “Apakah kamu tertawatawa? Jika kamu mengetahui apa-apa yang aku tahu, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis. Kemudian beliau berlalu dan tidak lama kembali lagi kepada mereka dengan tersenyum sambil bersabda: “Jibril a.s. telah turun kepadaku dengan membawa firman-Nya:
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hijr : 49).
Telah bersabda a.s.: “Tidak ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang beristighfaar kepada Allah dalam sehari 70x, kecuali akan diampuni Allah baginya 700 dosa. Dan sungguh telah merugi seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang telah melakukan dalam cehari lebih dari 709 dosa”. ‘,
Dari Abid Dardaa’ r.a., ia telah berkata: “Aku’telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, (maka) Allah akan (mudahkan) ia memperoleh jalan ke syorga. Dan sesungguhnya paru malaikat merendahkan sayap-sayapnya karena ridha atas orang yang menuntut ilmu. Dan sesungguhnya orang ‘alim itu, akan dimohonkan ampunan baginya oleh para makhluk yang ada di langit, yang ada di bumi, dan (hingga) ikan-ikan yang ada didalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para Ulama itu adalah pewaris nabi, mereka tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, berarti telah memperoleh bagian yang banyak”.
Khalid bin Ma’dan (rahimahullah) telah berkata : “Allah Ta’ala telah berfirman : “Para hamba yang paling Aku cintai adalah mereka yang saling sayang menyayangi karena cinta kepada-Ku, dan mereka yang hatinya terikat dengan masjid dan beristighfaar diwaktu sahur. Karena mereka itulah maka setiap kali Aku akan menurunkan hukuman kepada penduduk bumi, Aku ingat mereka, lalu Aku biarkan mereka dan Aku urungkan hukuman itu).
Oattaadah telah berkata : “Al Our’an memberi petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat untukmu. Adapun penyakitmu adalah dosadosamu dan obat.untukmu adalah Al Istighfaar kepada Allah”.
Ali bin Abi Thalib telah berkata : “Sungguh mengherankan, jika ada orang yang binasa, padahal ia memiliki jalan keselamatan. Ada yang bertanya, Apakah itu? Ia (Ali) berkata : “AI Istighfaar”‘.
Sufyaan bin ‘Ayilnah (rahimahullah) berkata : “Aku mempunyai seorang saudara laki-laki yang telah meninggal dunia, lalu aku memimpikannya. Dalam mimpi itu aku bertanya kepadanya : “Apakah yang diperlakukan Allah kepadamu?”. Dia menjawab : “Allah telah mengampuniku atas dosa-dosaku karena istighfaar atas dosa-dosa itu, sedangkan dosa yang belum aku istighfaar dari padanya, belum diampuni”.
felah bersabda SAW. : “Hidupku adalah baik untukmu, dan matiku pun paik (pula) untukmu. Adapun hidupku, karena aku gariskan sunnah. sunnahku untukmu dan aku gariskan ketentuan-ketentuan syari’at untukmu. ““
Adapun matiku, maka sesungguhnya amal-amalmu dilaporkan kepadaku, jika aku melihat amalmu baik, maka aku memuji Allah Ta’ala. pan jika amalmu buruk, (maka) aku beristighfaar (memohonkan ampun) kepada Allah untukmu.” (Dari Al Ihayaa).
Telah bersabda SAW.: “Kaffarah (penghapusan dosa) bagi orang yang engkau pergunjingkan adalah memohonkan ampun kepada Allah untuknya”. (HR. Ibnu Abid Dunia).
Pengarang Kitab “Unsul Mungathiin” menceritakan dari Al ‘Utha, jatelah berkata : “Ketika aku sedang berada di sisi makam Nabi SAW. tibatiba terlihat olehku ada seorang A’raabii telah datang menunggang untanya. Kemudian ia turun dari atas unta itu dan mendatangi makam Nabi SAW. seraya mengucapkan : .
Salam sejahtera atasmu wahai manusia pilihan Allah. Engkaulah Rasul yang diturunkan Allah kepadamu.
“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerimg taubat lagi Penyayang”. (QS. An Nisaa’ : 64). dan inilah aku telah datang kepadamu, memohon ampun atas dosaku, maka berilah syafa’at untukku kepada Tuhanku!. Al ‘Utbaa berkata : “Kemudian akupun tertidur, dan aku melihat Rasulullah SAW. bersabda : “Kejarlah A’rabii itu, dan beritahukan bahwa Allah SWr telah mengampuninya”.
Dari Ali Ar Ridhaa bin Musa Al Kazhim r.a. bahwasanya SAW. telah bersabda : “Barang siapa yang berpuasa sehari di bulan Sya’ban kareng menuntut pahala dari Allah, ia akan masuk syorga. Dan barang siapa yang beristighfaar dalam sehari 70x, ia akan dihimpun pada hari kiamat didalam rombongan Nabi SAW. dan ia akan memperoleh kemuliaan dari Allah. Dan barang siapa yang bersedekah di bulan Sya’ban walaupun dengan sebiji kurma, Allah akan haramkan jasadnya dari api neraka.”
Telah disebutkan oleh Ibnush Shabbaa’ didalam Kitabnya “ALFUSHUUL” dan diketengahkan dari Muhammad Al Jawab bin Ali Ar NOS bahwasannya ia telah berkata: “Ada 3 (tiga) perangai yang menyampaikan seorang hamba kepada ridhaa Allah Ta’ala, yaitu:
- Banyak beristighfaar.
- Bersikap lemah lembut (ramah).
- Banyak bersedekah.
Dan barang siapa yang memiliki 3 (tiga) perangai berikut ini tidak akan menyesal, yaitu :
- Meninggalkan ketergesa-gesaan.
- Tidak meninggalkan musyawarah.
- Bertawakkal kepada Allah ketika akan melaksanakan sesuatu pekerjaan.









One Comment