Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

(KEUTAMAAN  )

(Dari Anas bin Maalik r.a. dari Nabi SAW. bahwasanya beliau telah bersabda:” Sesungguhnya Alkidhir dan NAbi Ilyas a.s selalu bertemu setiap tahun di “Almausin” dan (kemudian) berpisah atas kalimat-kalimat ini :

(Dengan menyebut nama Allah, semua (terjadi) atas kehendak Allah, tidak ada yang (dapat) mendatangkan kebaikan selain Allah. Semua | (terjadi) atas kehendak Allah, tidak ada yang (dapat)menghindarkan dari kejahatan selain Allah. Semua (terjadi) atas kehendak Allah, ni’mat apapun yang ada padamu adalah dari Allah. Semua terjadi atas kehendak Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)

Barang siapa yang mengucapkan kalimatkalimat itu 3x diwaktu pagi dan 3x diwaktu sore, akan dilindungi Allah dari kebakaran, kebanjiran, kecurian, dari (kezaliman) penguasa, godaan syetan, pagutan ular dan sengatan kalajengking)

Adapun Habib bin Salamah sangat nmenyukai mengucapkan :   apabila berjumpa dengan musuh).

(Dari sebahagian putri nabi s.a.w bahwasanya s.a.w telah mengajarkan kepadanya dengan sabdanya:”Ucapkanlah diwaktu pagi:”

(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, dan tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah. Apa yang dikehendaki Allah (pasti) terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki Allah(pasti) tidak terjadi. Aku mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwasanya Ilmu Allah meliputi segala sesuatu) akan dilindungi Allah hingga petang, dan barang siapa yang mengucapkan diwaktu petang akan dilindungi Allah hingga pagi).

(PENUTUP YANG TERAKHIR) Pada penutup ini terdapat faidah-faidah yang berkaitan dengan keutamaan di alasi dan lain-lainnya dari dzikir ini. (FAEDAH PERTAMA) Telah berkata Asy-syaikh Abul – Abbaas :

  1. Jika engkau menginginkan sesuatu dari urusan dunia dan akhirat, maka dzikirkanlah asma ini :

(Wahai Dzat Yang Maha Kuat, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat).

  1. Albunny juga berkata : “Jika hatimu diliputi dengan guncanganguncangan jiwa dan khayalan-khayalan dari syetan, maka ucapkanlah:

(Wahai Zat Yang Maha Kuat) berulang-ulang”.

  1. Jika nafsu makan bertambah kuat, maka dzikirkanlah seusai wudhu (Wahai Dzat Yang Maha Kuat).
  1. la berkata :” Aku berjumpa dengan Almushtofa s.a.w lalu aku bertanya kepada beliau tentang (asma’ Allah untuk me nyendiri). Beliau bersabda :” Asma itu ada 7 (tujuh) yaitu :

(Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Kekal, Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan, Yang akhir dari segala akhir, Yang me miliki cahaya dari segala cahaya, Yang memiliki roh dari segala arwah).  , Syaikh Abul-Abbaas berkata” Aku melihat pada beberapa kitab tentang Meutamaan dzikir” yang dapat menolong mempermudah pekerjaan yang sulit, dan menghindarkan segala musibah yaitu mengulang-ulang asma’ yang empat ini. Karena asma-asma itu mempunyai dampak yang mengagumkan dalam hal memudahkan segala yang sulit, yaitu ongkau mengucapkan :

(Wahai Dzat Yang Maha Kuat, Yang Maha Berdiri sendiri, Yang Maha Kuasa, YAng Memegang Kekuasaan). menurutku sebaiknya dibaca 7x atau 70x atau 700x  Adapun ism-Nya Ta’ala   (Yang Maha Tinggi), maka barang siapa yang membiasakan membacanya, jika ia seorang fakir akan dibukakan baginya pintu kekayaan oleh Allah dan jika ia seorang musafir, akan dapat kembali ke negerinya.

(FAIDAH YANG KEDUA)

Mengenai ism Allah Ta’ala   (Yang Maha Agung), maka telah berkata sebahagian ulama mengenai keterangan “Barang siapa yang membiasakan membacanya, ia akan mendapat kehormatan dan kemuliaan diantara sesama manusia. Telah berkata Sayyidi Asy-syaikh Ahmad Zuruuq :” Khasiat ism (Yang Maha Agung) adalah untuk menghilangkan rasa sakit. Jika ism tersebut dituliskan untuk orang yang sedang menderita demam sebanyak 3x, maka ia akan sembuh (Insya Allah).

(FAIDAH YANG KETIGA)

Sebahagian ulama sebagai penasehat, telah menulis surat kepada sebahagian sahabat-sahabat karibnya, mengatakan:” Aku bekali engkau dengan ”   ” yaitu hendaklah engkau berdizkir sesuai shalat shubuh dalam keadaan berwudhu sebanyak 70x selama 3 hari berturut-turut — Sebagai berikut:

(Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Dzat Yang Hidup, Yang Maha Kekal, Yang Oadiim, Yang Abadi, Tempat kami memohon, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Ganjil). Selanjutnya ia berkata:” Janganlah engkau hai saudaraku gunakan dzikir ini untuk mencelakakan orang lain.

(FAIDAH YANG KE-EMPAT)

Ini adalah merupakan ao’a agung Al-Imam Asy-syazili yang disebutkannya oleh Ibnu Athaa’ didalam kitab” Ia berkata :” Dari do’a Asy-syaikh Abil-Hasan r.a adalah :

(Ya Allah, anugerahilah aku dari perbendaharaan “ sesungguhnya ia adalah perbendaharaan dari perbendaharaanperbendaharaan syorga. Dan pukullah aku dengan (  )suatu pukulan yang akan menghapuskan kekuatan nafsu dari hatiku, dan perkayalah aku dengan   itu rizki yang memalingkan aku ‘dari pandangan makhluk, dan keluarkanlah aku dengan   itudari hinanya kefakiran, dari pertimbangan, ikhtiar, kelalaian, syahwat kebuasaan jiwa, pemaksaan dan keterpaksaan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Dan diantara yang terbaik mengenai pengamalan dzikir ini adalah seperti yang diriwayatkan bahwa ”Khalifah Almanshur Al Abbaas telah mengutus seseorang kepada Al-Imam Ja’far Ashshaadig untuk memanggilnya. Ketika utusan itu telah tiba, Al-Imam Ja’far merasa takut dari Almanshur, lalu berucap :   dan pergilah ia memenuhi panggilannya di istana. Ketika ia telah masuk, Almanshur berkata kepadanya :” Ya Aba Abdillah, sesungguhnya sifulan telah memberitahukan kepadaku perihal engkau telah mencela kekuasaanku, dan menginginkan terjadinya malapetaka kepadaku. Karena itu, Allah akan membinasakanku jika aku tidak membunuhmu”. Maka berkatalah Imam Ja’far :”Ya Amirul mu’minin, sesungguhnya Nabi Sulaiman s.s telah dikumiai lalu ia bersyukur, Nabi Ayyub a.s. telah diberi cobaan, lalu ia bersabar, dan Nabi Yusuf a.s. telah dizhalimi, lalu ia mengampuni. Dan aku mohon kepada anda agar menghadirkan orang yang telah menyampaikan khabar bohong kepada anda tentang aku”. Kemudian Almanshurpun menghadirkan orang yang telah melakukan perbuatan itu. Almanshur bertanya kepadanya:” Apakah benar apa yang cngkau katakan tentang Ja’far ini ?”. Ia berkata :” Ya benar”, Ja’far memintanya agar ia bersedia bersumpah atas ucapan itu, dan iapun bersumpah pula. .

Kemudian Imam Ja’far berkata :” Ya Amirul-mu’minin, ia telah bersumpah seperti yang aku minta, tetapi ia telah menyembunyikan kebenarannya. Maka Almanshurpun berkata :” Sumpahlah dia sesuai yang engkau inginkan !”. Maka berkatalah Imam Ja’far kepada orang itu  ”Katakanlah :

(Aku terbebas dari daya dan kekuatan Allah, dan aku berlindung kepada daya dan kekuatan diriku, bahwa Ja’far (benar) telah berbuat begini dan begitu) maka orang itupun enggan -bersumpah seperti itu. Lalu Almanshur meomandanginya dengan pandangan yang menunjukkan bahwa ia tidak percaya kepada orang itu. Akhirnya dengan sangat terpaksa ia bersumpah juga dengan cara yang diminta oleh Ja’far.

Maka tidak lama setelah itu, ketika ia mcnapakkan telapak kakinya dibumi, lalu iapun mati ditempat itu. Dan keluarlah Imam Ja’far dari hadapan Almanshur dengan penuh kehormatan dan kemuliaan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker