DZIKIR YANG KE-SEMBILAN DAN SYARAHNYA
Kemudian Sayyidina Umar, setelah melalui beberapa rintangan dan kesulitan, ,. “, – akhirnya beliau beranjak kepada dzikir berikutnya yaitu“ . yang layak bagi keagungan Allah SWT.. Tasbih itu merupakan “Shalatnya para malaikat dan tasbihnya para mahluk”. Dan “dengan tasbih itu”, mereka dianugerahi rezki, sepanjang masa dengan segala tingkatannya, yaitu :
“MAHA SUCI ALLAH DAN SEGALA PUJI BAGINYA.: MAHA SUCI ALLAH YANG MAHA AGUNG”. (3x)
Telah berkata Asy-Syaikh Ali (semoga dengan ilmunya Allah memberi manfaat kepada kita semua) : “Demikianlah kesucian asma” Nya itu dalam 3 (tiga) peringkat, baik mengenai dzat, sifat maupun fi’il (perbuatan) dengan kesucian sifat yang merupakan pelambang sesuatu baik mengenai sebutan atau identitas-Nya yaitu dengan identitas ke-Agungan.
Disebutkan bahwa dzikir itu sebagai “Shalatnya” para hewan, tumbuhtumbuhan dan benda-benda beku. Dan dengan dzikir inilah para makhluk, dianugerahi rezki oleh Allah Ta’ala.
Barang siapa yang mendzikirkannya 3x sesudah shubuh, dan 3x sesudah maghrib, ia tidak akan menjumpai sesuatu yang tidak diingininya pada jasadnya.
Dan barang siapa yang membawakannya 100x sesudah shubuh, maka dzikir itu akan mendatangkan keberkahan pada rezkinya. Dzikir ini, adalah seutama-utama dzikir untuk pendekatan diri kehadirat Allah SWT.
Sekarang akan kukemukakan beberapa ayat Al Our’an dan Al Hadits yang menunjukkan atas kebenaran dan ke-Agungan dzikir ini (Attasbiih).
Adapun ayat-ayat adalah : Firman Allah Ta’ala :
dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya dimalam hari dan selesai shalat. (QS. Qoaf : 39-40).
“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat dimalam hari dan diwaktu terbenam bintang-hintang (diwaktu fajar)”. (QS. Ath-Thurr : 48-49)
“Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka”. (QS. Al-Israa’ : 44)
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih kepada Allah, niscaya ia akan tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit”. (QS. Ash-Shaaffaat : 143-144).
“Berkatalah orang yang paling baik fikirannya diantara mercka : “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepadaTuhanmu)?. Mereka mengucapkan : “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Oalam : 28-29).
Sesungguhnya (yang disebut ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar. (QS. Al Waagi’ah : 95-96).
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat)”. (QS. Al Hasyr : 98)
Adh-dhahak berkata : makna ucapan : l Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya Jabir bin Nafir telah meriwayatkan, ia telah berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW. :
Tidaklah diwahyukan kepadaku untuk mengumpulkan harta dan menjadi salah seorang saudagar, tetapi diwahyukan kepadaku : Sagar engkau bertasbih dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat) dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (almaut).
Allah Ta’ala telah berfirman:
Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang dilangit dan dibumi. Dan malaika, malaikat yang disisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. Al Anbiyaa : 19-20) Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan itu (tasbih) adalah sebagai berikut :
Telah berkata Abu Hurairah r.a. : “Telah bersabda Rasul Allah SAW. : “Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan dan dicintai oleh Arrahmaan (Allah Yang Maha Pengasih) adalah : (HR.AI Bukhari)
FAIDAH
Diriwayatkan bahwa siapa yang melakukan shalat 2 (dua) raka’at yang pada tiap-tiap raka’at membaca : Al Fatihah, Ayat-Kursi (3x), Oul yaa ayyuhal kaafiruun dan Oulu huwallaahu ahad (11x), dan setelah shalat mengucapkan :
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. aku mohon ampunan Allah. (100x) maka Allah akan melunasi hutang-hutangnya. dan meluaskan rezkinya (Telah diuji kemujarabannya). ,
Abu Dzaar telah berkata : “Aku telah berkata kepada Rasulullah SAW. : “Perbuatan apakah yang paling dicintai Allah?. Beliau bersabda : (yaitu) apa yang telah dipilihkan oleh Allah untuk para Malaikat-Nya
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Apabila Allah SWT. telah mengembalikan jiwa seorang hamba diwaktu malam (dibangunkan dari tidurnya), yang kemudian ia bertasbih kepada-Nya, memohon ampunan-Nya dan berdo’a kepada-Nya, niscaya akan dikabulkan do’anya.
Telah diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki telah mendatangi Rasulullah SAW. seraya berkata : “Dunia telah berpaling dari padaku dan persediaan (harta) yang ada di tanganku telah berkurang (tinggal sedikit)”. Maka bersabdalah SAW. : “Dimanakah keberadaanmu dari shalatnya para malaikat dan tashihnya para mahluk yang dengan itu, mereka dikurniai rezki?”, la berkata : “Apakah itu ya Rasulullah?” Beliau bersabda : “Ucapkanlah 100x :
diantara terbitnya fajar hingga engkau melaksanakan shalat Shubuh, maka (harta) dunia akan datang kepadamu dengan patuh dan sukarela. Dan dari tiap-tiap kalimat itu, Allah akan ciptakan seorang malaikat yang akan bertasbih terus-menerus hingga hari kiamat,sedang pahalanya diberikan kepada engkau. (HR. Al Bukhari dalam shahihnya)
Telah bersabda SAW. “Barang siapa yang mengucapkan : (SUBIANALLAAHI WA BIHAMDIHI) 100x dalam sehari, maka akan dihapus kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.
Telah berkata Jabirr.a : “Telah bersabda Rasulullah SAW. : “Barang siapa yang mengucapkan ( ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma di syorga
Telah berkata Asy-Syaikh Abdul-Wahhaab Asy-Sya’raanii : Pada suatu malam, Allah telah membukakan tabir bagiku, kemudian aku mendengar (suara) tasbih seluruh mahluk (yang terdiri) dari para binatang dan bendabenda beku bagaikan petir yang sangat keras. Peristiwa iru terjadi (antara) sesudah shalat Maghrib hingga Isya’, dan hampir saja menghilangkan akalku. Lalu aku mohon kepada Allah Ta’ala agar menghilangkan pendengaran itu. Allah telah memberikan ilmu-Nya kepadaku dan mengabulkan do’aku.
Di dalam hadits Ath-Thabrani disebutkan bahwa qubaishah bir Almakhaarig telah datang kepada Rasulullah SAW. seraya berkata : “Ajari aku beberapa kalimat dengan kalimat itu Allah akan memberi manfaa kepadaku. Usiaku telah tua, dan aku telah merasa lemah hingga tidak dapat lagi mengamalkan apa-apa yang pernah kuamaikan”. Maka bersabdalah SAW. : “Adapun untuk urusan duniamu, adalah : Jika engkau telah selesai shalat pagi (subuh) ucapkanlah
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, maka jika engkau mengucapkan kalimat itu, engkau akan dilindungi Allah dari : rasa sedih penyakit lepra, penyakit biasa, belang dan lumpuh sebelah. Adapun untuk urusan akhiratmu, maka ucapkanlah :
“Ya Allah, berilah aku petunjuk dari sisi-Mu. limpahkanlah karunia-Mu kepadaku, luaskanlak rahmat-Mu kepadaku, dan turunkanlah keberkahanMu kepadaku). Kemudian SAW. bersabda : “Apabila seorang hamba dajany pada hari kiamat dengan membawa pahala dzikir itu, maka akan terbukhlah 4 pintu syorga, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki”,
Telah berkata ‘Athaa’ bin Khalid (rahimahullah) : “Barang siapa yang diwaktu pagi atau sore mengucapkan : (3x) ia tidak akan menjumpai sesuatu yang tidak disenangi baik pada dirinya, keluarganya maupun hartanya hinggc sore atau pagi.
Jabir bin Abdillah r.a. telah meriwayatkan dari Rasul Allah Say bahwasanya beliau telah bersabda : “Allah telah berfirman kepadaku . “Hai Muhammad, ada lima perkara yang akan memberatkan timbangan, ummatmu pada hari kiamat: salah satunya : “Kesaksian (syahadatain) tiadp Tuhan yang patut disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba. Nya dan utusan-Nya”.Kedua : “Mendirikan shalat yang lima waktu”. Ketiga : “Ucapan : Ke-empat “Ucapan Ke-lima : “Al-Istighfar (mohon ampunan Allah). Ya Muhammad, sesungguhnya Aku jadikan setiap huruf dari huruf-huruf (dzikir) itu, lebih berat dari Gunung Uhud pada timbangan amal umatmu).
Al Imam Hujjatul Islam telah menyebutkan pada bahagiaan akhir dari Kitab “DZIKRUL MAUT WA MAA BA’DAHU” (mengingat kematian peristiwa sesudahnya) bahwasanya : telah diperlihatkan kepadanya Al Imam Awas bin Malik (di dalam tidur), kemudian ia bertanya kepadanya : “Apakah yang telah diperlakukan Allah kepadanya?”. Ia menjawab : “Allah SWT. telah mengampuniku dengan kalimat yang diucapkannya oleh Usman bin “Affan r.a. yaitu ketika beliau melihat jenazah seseorang
“Maha Suci Allah yang hidup dan tidak mengalani kematian), dan akupun ketika itu telah mengucapkannya”
Di dalam Kitab “ALHAQAA’IQT” ia (Hujjatul Islam) telah berkata : “AIImam Almaaliki di dalam Kitab “RIYAADHUN NUFUS”” telah mengeluarkan (hadist) dari Anas bin Maalik dari Rasulullah SAW. yang benar dan dibenarkan bahwasanya beliau telah bersabda : “Barang siapa yang mengucapkan ( ) di dalam keramaian manusia dengan tidak bermaksud ingin dipuji (riya’), maka Allah akan ciptakan dari dzikir (tasbih) itu, seorang malaikat yang akan (terus-menerus) bertasbih dan bertahlil kepada-Nya hingga hari kiamat, sedang pahala (ucapan-ucapannya itu) diberikan kepada orang itu”.
Telah bersabda SAW. : “Barang siapa mengucapkan (tasbih) : . Allah akan menetapkan baginya 124.000 kebajikan”.
Dari Abi Hurairah r.a. ia telah berkata : “Telah bersabda Rasulullah SAW. “Barang siapa yang duduk di suatu majlis di mana banyak percakapan, percakapan yang tak berguna, kemudian sebelum bangun dari majlis itu dia mengucapkan :
“Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Engkau. Aku mohon umpunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan diampuni atas apa yang terjadi di majlis itu”. (HR. Turmudzi) Ath Thabrani dan Al Kharaithy telah meriwayatkan : “Barang siapa yang mengucapkan di waktu pagi mengucapkan di waktu pagi ( ) 1000x, berarti ia telah membeli (menebus) dirinya dari Allah dan kelak di akhir umurnya akan terbebas dari api neraka.









One Comment