Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

8. Syari’at Nabi Muharnmad saw. Menasakh Syari’at Sebelumnya

Perlu diketahui, bahwa nash-nash syarak telah menunjukkan dan ijmak umat Muhammad, bahwa Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah swt. kepada manusia seluruhnya, bahkan kepada jin pula, tidak khusus kepada bangsa Arab, sebagaimana yang disangsikan oleh sebagian orang kafir.

Umat Muhammad saw. juga sepakat, bahwa beliau adalah Nabi dan Utusan yang terakhir, tidak ada nabi sesudah beliau dan syari’at beliau berlaku sampai akhir zaman, yaitu tidak terhapus dengan syari’at selain beliau. Adapun turun Nabi “Isa a.s. ke bumi pada akhir zaman, beliau tetap menggunakan hukum syari’at Nabi kita saw. bukan dengan syari’at baru.

Tidak diterimanya pajak oleh Nabi Isa a.s. adalah termasuk syari’at Nabi kita Nabi Muhammad saw. karena hukum penerimaan pajak dalam syari’at Nabi Muhammad saw. itu berlaku sampai turun Nabi Isa.

Telah pula disepakati, bahwa syari’at Nabi kita menghapuskan seluruh syari’at terdahulu, maksudnya menghapus sebagian besar hukum-hukumnya, selain akidah.

Adapun mengenai akidah-akidah, seperti iman kepada Allah Swt., malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, semuanya tetap. Hikmah penghapusan syari’at beliau terhadap seluruh syari’at sebelumnya, karena perbedaan kemaslahatan-kemaslahatan sesuai dengan zaman, misalnya kemaslahatan pada zaman umat-umat terdahulu menerapkan pembebanan mereka dengan syani’at-syari at itu.

Kemaslahatan di zarnan kita sekarang sampai akhir masa menerapkan pembebanan kita dengan syari’at Nabi kita. Dengan ini, jelaslah kebatilan alasan orang kafir yang berkata, bahwasanya adanya penghapusan syari’at itu menunjukkan tampaknya kemaslahatan yang dulunya tersembunyi bagi Allah. Karena dikatakan kepadanya: Sesungguhnya sejak azali, Allah mengetahui terhadap kemaslahatan setiap bangsa dan setiap zaman, maka Dia secara qadim mengurutkan syari’at bagi setiap bangsa dan Dia mengutus Rasul untuk masing-masing bangsa. Dia jadikan syari’at yang akhir menghapus syari’at terdahulu, maka di manakah ketersembunyian bagi Allah swt.?

Disepakati pula, bahwa Nabi kita saw itu makhluk yang paling utama. tidak ada satu makhluk Allah yang melebihi keutamaan beliau. Menurut pendapat yang laih disebutkan. bahwa yang paling utama sesudah Nabi kita adalah Nabi Ibrahim. kemudian Nabi Musa, lalu Nabi Isa. kemudian Nabi Nuh. Mereka berempat. beserta Nabi kita adalah rasul yang dijuluki ulul azmi. kemudian seluruh rasul dan nabi. selain rasul. Mereka itulah orang-orang utama di sisi Allah. Sedangkan yang paling mulia dari kalangan malaikat adalah Jibril. lalu Mikail. kemudian seluruh pemimpin para malaikat, kemudian manusia pada umumnya, mulai para wali selain nabi. seperti Abu Bakar dan Umar r.a.. kemudian para sahabat pada umumnya.

Dalam hadits-hadits Nabi saw diterangkan, bahwa generasi beliau saw… yakni sahabat-sahabat beliau adalah sebaik-baik generasi terdahulu dan terakhir, selain rasul dan nabi.

Sahabat itu adalah orang yang pernah berkumpul dengan Rasul saw. beriman dan mati dalam keadaan beriman. Sahabat yang paling utama adalah para khalifah beliau yang cmpat, menurut urutan kekhalifahan mereka. Yang paling utama, yaitu Abu Bakar, lalu Umar bin Khathihab, kemudian Utsman bin Affan. lantas Ali bin Abu Thalib r.a. Generasi yang paling utama sesudah generasi beliau saw. adalah abad tabi’in, yaitu orang-orang yang pernah berkumpul dengan sahabat dan saling mengenal. Kemudian abad tabi ‘it-tabi’in (generasi sesudah tabi’in).

Menurut ijmak ulama, umat Nabi saw. ialah, bahwa kenabian itu khusus dari Allah swt.. bukan karena usaha hamba. Mereka mentafsirkan dengan khusus ialah, bahwa hamba itu mendengar wahyu dari Allah tentang hukum syarak taklifi. baik itu diperintah untuk menyampaikannya maupun tidak. Demikian juga halnya kerasulan. Tetapi dalam kerasulan disyaratkan adanya perintah untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umat.

Adapun kewalian menurut pendapat para ulama, itu ada yang bisa diperoleh melalui usaha, dengan cara mengerjakan semua hal yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang. Ini disebut wali umum. Ada tidak melalui usaha, tetapi anugerah lain dari Tuhan, seperti ilmu laduni, melihat tauh mahfudz dan sebagainya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker