Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

7. Kewajiban Mencintai Nabi Muhammad saw.

Kita kaum muslimin wajib untuk terus-menerus mencintai beliau dan mengagungkan diri beliau yang mulia serta menebus beliau dengan roh dan jiwa.

Termasuk mencintai beliau adalah mengagungkan syari’at beliau dan mentaati segala perintah serta menjauhi larangan-larangan beliau, sebagaimana dikatakan:

“Sesungguhnya orang yang cinta adalah taat kepada orang yang dicintainya.”

Adapun orang yang mengaku mencintai beliau,tetapi menyalahi syari’at beliau, maka orang tersebut adalah mendustakan pengakuannya dan hal itu sebagai saksi atas kekotoran hatinya.

Termasuk mencintai beliau a.s. adalah mencintai keluarga

keturunan beliau, mengagungkan pembawa syari’at beliau, memuliakan dan berbuat baik kepada mereka.

Termasuk kesempurnaan dalam mencintai beliau a.s. adalah mengetahui silsilah beliau yang mulia dari jurusan ayah dan ibu, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib mengetahuinya.

Adapun silsilah beliau dari jurusan ayah adalah Muhammad putra Abdullah putra Abdul Muthalib putra Abdu Manaf putra Qushai putra Hakim putra Murrah putra Ka’ab putra Luai putra Ghalib putra Fihr putra Malik putra Nadhar putra Kinanah putra Khuzaimah putra Mudrikah putra Ilyas putra Mudhar putra Nizar putra Ma’ad putra Adnan. Sesudah itu hingga Nabi Adam, tidak ada riwayat yang shahih.

Adapun silsilah dari pihak ibu adalah: Muhammad putra Aminah putra Wahab putra Abdu Manaf putra Zuhrah dan putra Hakim.

Maka berkumpullah silsilah itu pada kakek beliau Hakim.

Termasuk kesempurnaan mencintai beliau adalah mengenal nama-nama putra putri beliau r.a. menurut riwayat yang shahih. Mereka ada tujuh, yaitu: Sayid Oasim, Sayidah Zainab, Sayidah Rugayyah, Sayidah Fathimah, Sayidah Ummu Kultsum, Sayid Abdullah, dialah yang dijuluki dengan Thayyib dan Thahir, dan Sayid Ibrahim.

Kesemuanya itu dari Sayidah Khadijah Kubra r.a., kecuali Sayid Ibrahim, dari Mariyah Qibtiyah.

Di antara perbuatan yang termasuk menghargai beliau saw. adalah mengi’tikadkan keislaman kedua orang tua beliau.Baik dengan alasan mereka berdua termasuk ahli fatrah yaitu mereka yang hidup sebelum diutusnya Rasul saw. dan keduanya itu termasuk golongan mereka, maupun berdasarkan riwayat yang mengatakan, bahwa Allah swt. menghidupkan keduanya, sehingga keduanya beriman kepada Rasul. Hal yang demikian itu termasuk bagian kekuasaan Allah swt.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker