2. Syafaat.
Kemudian setelah ketakutan di tempat pemberhentian itu semakin terasa berat, maka Nabi Muhammad saw. memberi syafaat berupa “Syafa’atul uzhma”, yakni syafaat beliau di fashlul qadha’ kepada seluruh makhluk, di kala mereka itu sudah benar-benar dalam keadaan ketakutan dan kesulitan, dan sudah lama mereka berhenti.
Mereka itu kemudian minta syafaat kepada beliau dan beliau memberi syafaat kepada mereka di sisi Tuhan. Selain itu Nabi saw. juga memiliki syafaat yang banyak.
Di antaranya, syafaat beliau berupa memasukkan penghuni surga ke surga tanpa hisab, tidak masuknya penghuni neraka yang telah berhak masuk ke neraka.
Meningkatkan derajat penghuni surga dan lain-lainnya lagi, sebagaimana yang terdapat dalam hadits-hadits yang mulia.
Orang-orang selain beliau, yakni para nabi, rasul, malaikat, sahabat, orang-orang yang mati syahid, ulama yang mengamalkan ilmunya dan para wali, juga bisa memberikan syafaat.
3. Pembagian Amal Perbuatan
Semua hamba itu mengambil buku-buku mereka, yaitu buku-buku catatan tentang apa saja yang mereka kerjakan di dunia yang telah dicatat oleh malaikat pencatat amal.
Amal perbuatan hamba-hamba itu ditimbang dengan timbangan. Menurut sebagian besar ulama ahli tafsir, yang ditimbang itu adalah buku-buku yang memuat amal perbuatan hamba, suatu dasar bahwa perbuatan-perbuatan baik itu dibedakan dalam satu buku dan perbuatanperbuatan buruk pada buku yang lain.
Kita wajib beriman terhadap timbangan dan alat penimbang, yang kita serahkan pengetahuan hakikat timbangan itu kepada Allah swt.
Semua amal makhluk itu dihisab dan Allah mengetahui kepada makhlukmakhluk tentang amal perbuatan mereka yang baik atau yang buruk, baik berupa perkataan atau perbuatan secara terperinci. Hisab itu berlaku untuk orang-orang mukmin dan kafir, kecuali orang-orang yang dikecualikan, yang terdapat dalam hadits-hadits.
4. Ash-Shirath
Semua makhluk itu kemudian melewati shirath, yaitu jembatan yang terpancang di tebing Jahanam, yang dilewati oleh orang-orang terdahulu dan kemudian.
Inilah jalan manusia ke surga. Orang-orang mukmin yang taat dan telah diampuni keburukan mereka, melewatinya dengan selamat Sampai ke surga.
Orang-orang kafir dan sebagian orang-orang mukmin yang durhaka yang telah diputuskan menjalani siksaan di Jahanam dalam tempo waktu tertentu, mereka jatuh ke dalam neraka Jahanam sewaktu melewatinya.
Perjalanan orang-orang yang selamat itu berbeda-beda dalam cepat dan lambatnya, menurut kedudukan serta amal-amal mereka masingMasing.
Hikmah melewati shirath itu adalah menampakkan selamat dari neraka. dan agar orang-orang kafir merasa menyesal disebabkan kebahagiaan orang mukmin, sesudah mercka bersama-sama melewaunya. Hal lain yang terkait dengan hari kramat jalah adanya telaga besar mulik Nabi Muhammad saw… yang orang-orang mukmin sampai dan meminum darinya ketika haus.
5. Surga dan Neraka
Sesungguhnya Allah swt. telah menciptakan dua tempat besar. Yang pertama tempat kenikmatan, yaitu surga.
Di dalam surga ini terdapat kenikmatan yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, tempat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak terdengar oleh telinga serta tidak tergores dalam hati manusia.
Yang kedua tempat siksa, yaitu ncraka Jahanam. Allah mengancam kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka dengan siksaan di Jahanam, yang membuat hati merasa ngeri dan takut ketika mengingatnya dan kulit-kulit akan mengerut ketika mendengarnya. Scmoga Allah melindungi kita dari siksaan neraka.
Dua tempat itu adalah makhluk dan telah ada, sebagaimana ditunjukkan oleh ayat-ayat dan hadits-hadits. Sctelah selesai hisab amal scluruh makhluk dan lewatnya mereka di atas Shirath, maka orang-orang mukmin yang taat dari seluruh umat dan orang-orang mukmin yang durhaka, yang telah diampuni dosa-dosanya atau memperoleh syafaat, semuanya masuk surga.
Orang-orang kafir dan orang-orang mukmin yang durhaka dan diputuskan harus menjalani siksaan dalam jangka waktu tertentu, mereka masuk ke Jahanam.
Adapun orang kafir. maka mereka selamanya berada di Jahanam. Adapun orang-orang mukmin yang durhaka pada akhirnya akan dikeluarkan dari Jahanam dan dimasukkan ke dalam surga sesudah habis masa siksaan mereka atau karena memperoleh syafaat.
Penghuni surga itu kckal di dalam surga dan penghuni neraka pun kekal di dalamnya. selama-lamanya.
Semua yang diuraikan di atas adalah shahih, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang mulia. Itulah pendapat yang diikut oleh madzhab Ahlus sunnah wal jama’ah dan menurut syarak wajib diimani oleh setiap orang mukallaf. Allah swt. Maha Mengetahui.









One Comment