Di antara mukjizat yang diberitakan oleh Al-Qur’an ialah tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s. ketika beliau dilemparkan ke dalam api besar oleh seorang raja kafir, bernama Namrudz, yang ditentang oleh Ibrahim. Barangsiapa yang percaya adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dan percaya bahwa api tidak dapat membakar dengan sendirinya dan bukan kekuatan yang terdapat di dalamnya, tetapi daya bakar api itu semata karena buatan Allah, dan percaya bahwa tidak membakarnya api itu termasuk jaiz (mungkin) menurut akal dan di bawah kekuasaan Tuhan Yang Maha Suci, walaupun hal itu berbeda dengan adat kebiasaan, namun tidak ada penghalang yang menghalanginya untuk mempercayai terjadinya mukjizat ini.
Barangsiapa mengingkari adanya Dzat Pencipta dan mempercayai, bahwa api itu dapat membakar menurut nalurinya, maka orang itu perlu diberi tahu bukti-bukti yang menunjukkan adanya Tuhan dan kekuasaan-Nya atas segala Sesuatu yang jaiz, dan agar dijelaskan kepadanya bahwa api itu tidak membakar menurut nalurinya, tetapi karena kehendak Allah sehingga dapat membakar ketika api itu menyentuh sesuatu yang dapat terbakar.
Jika dikatakan, bahwa yang dapat membakar ialah karena cahaya yang menjadi sumber panas yang membakar. Kami katakan mengapa cahaya kunang, yakni binatang kecil yang muncul di malam hari pada tumbuhtumbuhan di ekornya, terdapat cahaya yang gemerlap. Yang membangkitkan cahaya itu adalah zat binatang yang berfosfor, yang tidak panas dan tidak membakar. Banyak bahan-bahan fosfor yang demikian ini, sebagaimana diketahui dalam ilmu kimua.
Jika dikatakan, bahwa yang menyebabkan dapat membakar ialah bersatunya unsur-unsur yang menjadikan api, ini pendapat ahli kimia modemh, maka kami jawab bahwa kami minta penjelasan yang cukup, kenapa persatuan unsur-unsur itu menjadikan api dapat membakar? Tidak terjadi pada gabungan antara unsur-unsur dan benda-benda kimia yang lain? Sebagaimana diketahui dalam ilmu kimia.
Jika dikatakan, bahwa yang dapat membakar ialah gesekan tertentu pada molekul benda dengan molekul oksigen yaitu salah satu bagian udara sebagaimana dikatakan oleh para ahli kimia modern kami katakan, bahwa kami minta penjelasan yang cukup.
Kenapa gesekan itu menyebabkan adanya pembakaran dan kenapa tidak semua gesekan yang terjadi pada bagian-bagian benda yang bersatu, sesuai dengan perkataan ahli kimia itu? Dan kenapa gesekan bagian-bagian benda dapat menimbulkan dingin yang amat sangat, hingga dapat membekukan air dan tidak membakar?
Kenapa pada gesekan pertama menimbulkan panas dan membakar, sedang pada gesekan yang kedua menimbulkan dingin dan beku? Dengan demikian, jelaslah bahwa polemik seperti itu sebenarnya mengandung perkataan: “Saya tidak tahu, hanya saja masing-masing hal mempunyai ketentuan yang timbul daripadanya dan pasti ada Dzat yang membuat ketentuan itu. Maka kami katakan kepadanya, bahwa kami tahu Dzat yang membuat ketentuan itu, Dia lah Allah, yang menentukan segala sesuatu dengan apa-apa yang dikehendaki-Nya.
Api itu dapat membakar, tidak lain kecuali karena ciptaan dan buatan Allah. Di dalam api itu tidak ada sesuatu pun yang mengharuskan terjadinya pembakaran atau tidak. Tetap api itu semata-mata tunduk di bawah tindakan Allah swt. Jika Allah menghendaki, maka Dia dapat menimbulkan daya pembakaran atau menghilangkannya, jika Dia menghendaki, maka Dia menjadikannya dingin dan tidak berbahaya.
Memang, menurut hukum kebiasaan yang berlaku di alam ini, bahwa api telah dijadikan dapat membakar dengan daya bakar ciptaan dan buatan Allah. Jika Allah menghendaki untuk menyalahi kebiasaan dengan tidak menciptakan daya bakar padanya, maka tidak ada penghalang yang menghalangi-Nya dan tidak ada yang menyetop-Nya. Sedang Allah telah mengisyaratkan keluarbiasaan itu sebagai mukjizat bagi nabi Ibrahim a.s. dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan api tersebut:
“Wahai api, jadilah kamu dingin dan menyelamatkan atas Ibrahim”.
Ini ayat yang menunjukkan, bahwa Allah tidak menjadikan panas yang dapat membakar dalam api, tetapi dibuat kebalikannya, yaitu dingin yang menyelamatkan, bukan dingin yang menghancurkan. Kita kaum muslimin, ketika Rasul yang benar dan dibenarkan memberitakan kepada kita tentang mukjizat ini, maka kita percaya dan membenarkannya, dan tidak ada penghalang yang menghalanginya, karena hal seperti itu termasuk barangbarang jaiz (mungkin), dan di bawah kekuasaan Pencipta langit dan bumi.
Sebagian mukjizat yang disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim ialah apa yang ada pada Nabi Isa a.s. berupa menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak, buta dan menghidupkan orang mati.
Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan alam dan berfikir betapa ajaib ciptaan-Nya, mulai dari mengubah tanah menjadi binatang yang bermacammacam, maka tidaklah sulit bagi-Nya untuk menghidupkan orang mati dengan kekuasaan-Nya, mengobati orang sakit dan menyembuhkan orang buta, sebagai mukjizat bagi Nabi Isa a.s.








One Comment