Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

Masa seperti ini tidaklah cukup untuk mempelajari satu bab dari bab-bab yang ada dalam syari’at beliau, walaupun orang yang belajar itu dapat menulis dan membaca. Padahal Rasul tidaklah membawa dan tidak menampilkan Syari’at itu kepada manusia secara sekaligus, semenjak awal pengakuan kerasulan beliau, tetapi beliau membawanya secara bertahap dan terbagibagi atas beberapa waktu, sejak awal pengakuan beliau sampai sempurnanya agama beliau, dan menyebar di kalangan umat yang mengikuti beliau dalam waktu dua puluh tiga tahun.

Rasul saw. senantiasa menyampaikan hukum-hukum syari’at dan seluruh kandungan-kandungannya kepada manusia sedikit demi sedikit menurut ketepatannya, kemaslahatan, kejadian-kejadian, kesulitankesulitan, persoalan-persoalan dan alasan yang datang dari musuh-musuh beliau.

Karena atu, beliau dalam menghadapi segala persoalan ituu dengan membawa Sesuatu yang sesuai dengan apa yang diperlukan. Cara ini Kita Ketahui benar dengan adanya riwayat sejarah perjalanan beliau serta bagaimana kesempurnaan keadaan beliau dengan riwayat yang shahih dan mutawatir.

Dalam pada itu. barangkali ditanyakan: Siapakah yang memberi tahu terhadap guru yang dituduhkan oleh musuh beliau, bahwasanya dia mengajar Rasul saw. tentang seluruh kejadian yang akan datang dan yang akan terjadi, dan kejadiankejadian itu bisa dibenarkan oleh musuh-musuh beliau atau pengikut-pengikut beliau, baik guru itu dari Mekkah sendiri atau dari luar Mekkah, yang mengajarinya segala sesuatu yang sesuai dengan kejadian yang bakal terjadi bersamanya dalam pengalamannya. sehingga beliau mengeru jawaban setiap persoalan yang akan dihadapkan kepada beliau, menolak setiap keraguan, memastikan seluruh kejadian dan menyelesaikan setiap kesulitan dan senantiasa beliau menyampaikan sesuatu yang sesuai dengannya, memberi jawaban tepat pada waktunya, benar dan dapat diterima pikiran. Sesungguhnya kami lihat kejadian-kejadian itu adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam hati siapa pun, bahwa hal itu akan terjadi atau terjadi dengan kebetulan sampat akhir masa.

Barangsiapa yang menelaah peristiwa-peristiwa selama pengakuan kerasulan beliau, maka orang tersebut akan mengerti, bahwa sescorang mengetahui seluruh hal yang akan terjadi pada saat itu dan menyampaikan sesuatu yang mesti terjadi adalah termasuk muhal menurut adat kebiasaan, hanya orang yang sombong saja yang mengatakannya. Sedang Rasul saw. dalam scluruh hal ihwal beliau. dihadapkan pada pertanyaan atau alasan kepada beliau, lantas beliau menjawab hal-hal itu dalam majelis beliau di kalangan para sahabat dan musuh-musuh beliau yang musyrikin.

Tidak seorang pun menyaksikan, bahwa Rasul saling belajar kepada salah seorang yang hadir, lantas beliau bertanya kepadanya, beliau belajar daripadanya tentang jawabannya yang pasti, atau pembicaraan yang terpaksa, bahkan beliaulah yang memberi jawaban, yang mempertahankan, memberi pengertian dan beliau adalah guru, sctiap orang yang di hadapan beliau adalah murid-murid yang belajar. , Manakah guru Rasulullah yang dimaksudkan oleh musuh-musuh beliau? Hal itu – hanyalah rekayasa-rekayasa bodoh. Kebenaran telah jelas bagi orang yang mempunyai kesadaran. Dan jelaslah bahwa syari’at yang cemerlang, yang dibawa oleh Nabi Muhammad yang ummi adalah salah satu mukjizat beliau, dan tuduhan tentang bcliau belajar dari seorang manusia adalah tuduhan yang batal. Tidak akan mengatakannya, kecuali orang yang tidak tahu perihal perjalanan dan sejarah hidup beliau, atau orang yang menentang dan sombong pada kebenaran. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita ke jalan keselamatan. Amin.

Adapun mengenai keadaan kepribadian beliau yang mulia. budi pekerti dan perangai beliau yang suci. maka banyak orang yang adil telah meriwayatkan kepada kami dan berita-berita yang adil. yang sampai kepada kami adalah shahih. karena banyaknya berita itu sehingga mencapai tingkat mutawatir.

Nabi Muhammad saw. telah dikaruniai oleh Allah kebaikan-kebaikan jasmani dan budi pekerti dan Allah mengumpulkan keutamaan-Keutamaan agama dan dunia pada diri beliau. Adapun mengenai kebagusan rupa dan fisik beliau, maka banyak riwayat yang shahih menjelaskan. bahwa Nabi saw. adalah sebaik-baik manusia rupa wajahnya dan scindah-indah kejadiannya. Beliau memiliki kebagusan dan keindahan yang mengagumkan, yang menjadi idaman setiap orang, sebagaimana dikatakan oleh penyair:

“Mataku belum pernah melihat orang yang lebih bagus daripadamu, wanita tidak melahirkan orang yang lebih elok daripadamu. Kamu telah diciptakan dengan terlepas dari setiap cacat, Seola-olah kamu diciptakan sebagai yang kamu kehendaki”.

Riwayat tentang kebaikan dan keelokan kepribadian beliau yang mulia telah disusun secara mandiri dalam buku-buku, dan barangsiapa yang berminat hendaklah menelaahnya. Penjelasan yang paling mencakup adalah ungkapan sebagian orang yang pernah melihat atau menyaksikan beliau saw Dari jauh beliau adalah sebagus-bagus manusia, dari dekat beliau adalah orang yang termanis dan terbaik. Wajah beliau cemerlang bagai cemerlangnya bulan purnama, barangsiapa yang melihat sepintas kilas orang itu takut dan barangsiapa yang bergaul dengan Nabi, maka orang itu akan mencintai beliau. Orang yang mensifati beliau berkata: “Saya tidak melihat orang yang menyamai Nabi, baik sebelum maupun sesudah beliau”. Allah swt. mengkhususkan beliau dengan bentuk yang indah itu merupakan sebagian dari hikmah ketuhanan. Karena Allah mengutus beliau sebagai juru dakwah kepada makhluk, dan rupa yang bagus itu bisa menarik jiwa, menyedapkan mata, sehingga tertarik untuk memperhatikan, sebagaimana bentuk yang buruk itu menjadikan orang lari dan menjauhkan diri daripadanya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker