Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

HAL-HAL YANG JAIZ BAGI ALLAH SWT. DAN MASALAH YANG DIPERDEBATKAN AHLI BID’AH

Penjelasan tentang sesuatu yang wajib dan mustahil bagi Allah telah disebutkan, maka dalam fasal ini akan kami uraikan tentang sesuatu yang jaiz (boleh) bagi Allah sebagai berikut.

Allah swt. mempunyai sifat jaiz atau wenang untuk membuat setiap barang yang mungkin atau tidak membuatnya, walaupun benda itu besar dan sulit pembuatannya, namun Allah mampu membuatnya. Dalilnya dari nash syarak yang mulia ialah firman Allah swt.:

“Dan Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Dalil aklinya ialah, bahwasanya Allah itu sempurna kekuasaan-Nya, dan sempurna pula ilmu-Nya, dan setiap barang yang jaiz (mungkin), dapat ada dan dapat tidak ada. Dan Allah dapat mewujudkan atau meniadakannya.

Bukti yang menjelaskan, bahwa Allah membuat benda yang jaiz atau tidak membuatnya, walaupun benda yang jaiz itu besar dan sulit pembuatannya ialah keagungan dan kehebatan hasil ciptaan-Nya, sebagaimana yang kita saksikan di alam semesta ini. Maka, sesungguhnya Allah telah melaksanakan dengan kekuasaan-Nya, baik di kala mewujudkan maupun meniadakannya.

Memang, biasanya Allah tidak menciptakan sesuatu yang menyalahi hukum adat, yakni perkara-perkara besar yang terjadinya tidak berlaku menurut adat, kecuali di atas tangan para rasul sebagai mukjizat mereka dan sebagai bukti kebenaran kerasulan mereka, atau di atas tangan para waliwalinya sebagai karomah (kehormatan) mereka, di atas tangan sebagian hamba-hamba-Nya sebagai ma’unah (pertolongan mereka) atau sebagai istidraj (agar meningkat keburukannya), atau penghinaan, sebagaimana akan diterangkan perinciannya. Kejadian semua itu hanya jarang sekali.

Di antara wewenang Allah swt. adalah menciptakan baik dan buruk. Hal yang demikian ini bukanlah keburukan bagi Allah swt. berbeda dengan pendapat sebagian ahli bid’ah, karena Allah adalah Pembuat yang berhak menentukan pilihar sendiri. Dia melaksanakan sesuai kehendak-Nya. Mungkin sesuatu itu hakikatnya baik, walaupun kebaikannya tersembunyi, tidak kita ketahui, kemudian sesuatu itu kita anggap buruk. Atas dasar anggapan keburukan itu, maka buruklah ia menurut pandangan kita. Oleh karena itu, kita dituntut karena melakukannya atau karena menentang larangan, di mana melakukannya adalah satu keburukan dari kita.

Adapun menurut Allah swt., maka tidak boleh dikatakan, bahwa sesuatu Itu baik atau buruk untuk Allah, karena Allah sedikit pun tidak mengambil kemanfaatan dan tidak pula kena mudharatnya. Lagi pula sesungguhnya di alam ini banyak terjadi keburukan-keburukan, maka seandainya bukan atas ciptaan-Nya dan bukan dengan iradah-Nya, niscaya dalam kerajaan-Nya akan banyak terjadi sesuatu yang tidak diciptakan-Nya dan tidak pula dengan iradah-Nya. Hal itu merupakan kelemahan dan paksaan terhadap kedudukan Ketuhanan. Allah Maha Tinggi dari yang demikian itu, dengan ketinggian yang luar biasa.

Termasuk jaiz bagi Allah, ialah membuat tidak baik dan lebih tidak baik terhadap hamba-Nya. Tidak wajib bagi-Nya untuk berbuat yang demikian itu. Ini berbeda dengan pendapat ahli bid’ah, karena apabila Allah wajib membuat baik dan yang lebih baik bagi hamba-hamba-Nya, niscaya Allah tidak menjadikan orang kafir yang miskin.

Di dunia tersiksa dengan kemiskinan dan di akhirat tersiksa dengan siksaan yang pedih. Karena yang terbaik bagi orang kafir miskin tersebut, ialah tidak diciptakan.

Jika diciptakan, maka yang terbaik ialah mematikannya di waktu kecil atau hilang akal sebelum menginjak dewasa. Tetapi, Allah swt. menciptakan orang kafir tersebut dan tidak membuat hal yang lebih baik bagi si kafir itu. Dengan demikian, maka jelaslah, bahwa Allah tidak wajib membuat baik dan yang lebih baik bagi hamba-hamba-Nya, tetapi Dia adalah Pencipta yang wenang meraih sendiri, wenang membuat apa saja yang dikehendaki-Nya dan menghukum dengan apa yang dikehendaki-Nya pula.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker