4. Iman Pada Hari Akhir, Kebangkitan, Mati dan Alam Kubur.
1. Hari Kiamat.
Ketahuilah, bahwa di antara sesuatu yang wajib bagi setiap orang mukallaf menurut syarak adalah iman pada hari akhir, yaitu hari kiamat.
Mulainya sejak waktu dikumpulkan seluruh manusia di Padang Mahsyar dan berakhir dengan masuknya penghuni sorga ke surga dan penghuni neraka ke neraka.
Hal yang wajib adalah iman pada hari kiamat dan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengannya, sebagaimana wajib iman pada tanda-tanda yang mendahuluinya, yang telah disebutkan nash-nash syarak, pencabutan nyawa (roh), perihal kubur dan sebagainya, yang telah terdapat dalam nash-nash syarak yang Shahih.
Perincian semua itu akan diuraikan di bawah ini,
1. Mati dan Kehidupan di Alam Kubur.
Menurut ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih serta kesepakatan ahli sunnah waljama’ah, bahwa setiap manusia itu memiliki roh (nyawa), yang menurut hukum Allah yang berlaku, apabila roh itu berada dalam jasad manusia. maka ia hidup. apabila roh itu memisahkan diri dari jasad manusia, maka jasmani itu meninggal.
Dan umur setiap manusia Itu sebenarnya telah ditentukan dengan ketentuan Allah. tdak bisa bertambah dan tidak bisa berkurang. sehingga orang yang terbunuh itu. dia mat karena batas umurnya.
Apabila ajal (Waktu meninggal) manusia itu telah tiba. maka malaikat yang bertugas mencabut nyawa itu mencabutnya. Malaikat pencabut nyawa, yaitu salah satu pembesar malaikat yang bernama Izrail.
Dialah yang mencabut nyawa. yakni mengeluarkan nyawa dari tempat tinggalnya. Kemudian setelah orang yang mati itu diletakkan di kubur, maka Allah mengembalikan rohnya kembali dan dikembalikanlah indera-indera dan akal yang dapat memahami pembicaraan dan bisa memberikan jawaban.
Dalam keadaan demikian. datanglah dua malaikat menanyakan tentang akidah-akidahnya.
Hikmah pertanyaan ini adalah. agar jclas bagi malaikat. orang mukmin, orang taat atau yang lain-lain. Kemudian orang yang mati itu adakalanya mendapat nikmat dalam kuburnya, dan adakalanya disiksa.
Orang yang bebas dari pertanyaan kubur ialah orang-orang yang telah disebutkan dalam hadits. seperti para nabi dan sebagainya, sebagaimana dijelaskan secara luas dalam hadits-hadits Nabi saw.
Kemudian mayat itu adakalanya menerima kenikmatan dalam kuburnya. Jika dia mukmin yang patuh (taat). dan adakalanya mendapat siksaan.
Siksaan itu adakalanya terus-menerus hingga hari kiamat, adakalanya tidak terus-mencrus, sebagaimana yang dialami pada mukmin yang durhaka (maksiat).
Di antara yang terjadi di alam kubur ialah penyempitan dua tepi kubur, schingga menghimpit mayat di dalamnya dan tidak scorang pun selamat daripadanya. kecuali orang-orang yang dikecualikan, sebagaimana dalam hadits-hadits. misalnya para nabi.
2. Tanda-tanda Hari Kiamat
Apabila zaman itu hampir berakhir dan hari kiamat telah dekat, maka muncullulah beberapa tanda. Di antara tandastanda itu ada tanda-tanda yang besar, yang berjumlah sepuluh macam, yaitu: Munculnya Al-Mahdi. keluarnya Dajal, turunnya Nabi a.s. , keluarnya Ya juj dan Ma juj. keluarnya hewan (dabbah) yang dapat berbicara kepada manusia. matahari terbit dari sebelah barat, timbulnya asap selama cmpat puluh hari. yang menimpa orang kafir. sehingga ia menjadi seperti orang yang mabuk dan menimpa orang mukmin, sehingga ia menjadi seperti orang yang flu.
Runtuhnya Ka’bah oleh orang Habasya setelah Nabi Isa wafat, diangkatnya Al-Qur’an dari mushhaf dan dada serta kembalinya penghuni bumi pada kekafiran.
3. Sangkakala Maut.
Sesudah itu sangkakala maut ditiup untuk pertama kali, dan matilah penghuni langit dan bumi. Sangkakala itu berbentuk seperti tanduk dan besar sekali. Peniupnya adalah Israfil, salah satu pembesar malaikat.
Beberapa lama sesudah semua makhluk meninggal, ditiuplah sangkakala untuk yang kedua. Allah membangkitkan orang-orang yang telah mati dari kuburan mereka dan mengumpulkannya ke suatu tempat pemberhentian (Mahsyar), yaitu suatu tempat pemberhentian makhluk untuk menunggu keputusan hukum dan menjalankan hisab mereka.
Di antara perkara yang menakutkan pada pemberhentian itu ialah:
– Lamanya berhenti di tempat itu.
– Dekatnya matahari dari kepala-kepala manusia, sehingga hanya berjarak kira-kira satu mil saja, mereka tergenang dalam keringat yang baunya lebih busuk daripada bangkai. Ketergenangan mereka dalam keringat di tempat itu, sesuai dengan amal perbuatan mereka, sehingga sebagian mereka ada yang benar-benar tenggelam.
– Pertanyaan malaikat tentang amal perbuatan dan kelalaian mereka dari amal.
– Persaksian anggota badan dan kulit-kulit mereka, bumi dan malaikat malaikat mulia yang bertugas mencatat amal perbuatan mereka.
Perkara-perkara yang menakutkan tersebut sama sekali tidak menimpa para nabi, para wali dan seluruh orang yang shalih.









One Comment