7. Al-Iradah (Berkemauan)
Allah wajib bersifat Iradah (berkemauan). Sifat itu merupakan sifat qadim yang tetap pada Dzat-Nya. Dengan sifat itu Dia membuat benda. benda yang mungkin dengan sifat jaiz-Nya. Mustahil bagi Allah sifat
kebalikannya yaitu Karahiyyah (terpaksa). Buktinya, ialah adanya ketetapan, bahwa alam ini tidak terjadi dengan sendirinya, namun terjadi karena dibuat oleh Allah.
Dalam hal ini kami katakan, bahwa terjadinya alam diciptakan oleh Allah, itu ada kalanya dengan jalan terpaksa tanpa kemauannya, dan ada kalanya karena kemauan dan kehendaknya sendiri, yaitu Allah yang menghendaki adanya alam dengan pilihan-Nya dan menentukan sendin waktu yang dipergunakan untuk mewujudkan alam. Tidak mungkin adanya alam dengan jalan terpaksa tanpa kemauan.
Karena jika demikian, sedang Allah itu qadim, maka pastilah alam itu qadim juga, sebab adanya alam adalah akibat dari Allah, dan akibat itu harus mengikuti sebab, tidak lepas dari padanya. Dan sudah ditetapkan, bahwa alam itu baru, ada sebelum tidak ada dan barunya alam adalah dari Allah dan tidak lepas dari kemauan-Nya. Sama sekali bukan karena terpaksa.
Dengan demikian, maka jelaslah, bahwa terjadinya alam itu karena kemauan Allah atau kehendak-Nya dan pilihan-Nya, serta Dia lah yang menentukan waktu penciptaannya.
Dengan uraian ini teranglah, bahwa Allah itu Tuhan bagi alam semesta yang berkemauan lagi Maha Memilih, maka wajiblah sifat Iradah (Berkemauan) bagi Allah, dan mustahil bagi-Nya sifat kebalikannya, yaitu Karahiyyah (terpaksa) atas Allah swt. itulah yang dimaksudkan.
8. Al-Qudrah (Maha Kuasa)
Allah swt. itu pasti bersifat Al-Qudrah, yaitu sifat qadim yang ada pada Dzat-Nya, yang dengan sifat itu Allah mewujudkan dan melenyapkan makhluk. Dan mustahil bagi-Nya sifat kebalikannya, yaitu “Ajzu (lemah).
Bukti bahwa Allah bersifat Al-Qudrah ialah Allah menciptakan alam semesta dengan segenap kandungannya yang penuh dengan kebesaran dan keanehan, misalnya dunia hewan, tumbuh-tumbuhan, dan pertambangan yang ratusan ribu macamnya, yang mengagumkan akal fikiran. Tenggelamlah kepahaman dalam lautan keanehan, dan akal yang sehat tidak menganggap semua itu sebagai suatu yang terjadi secara kebetulan.
Termasuk hal yang sangat tidak masuk akal sehat, adalah bahwa dzat yang menciptakan alam semesta dengan penuh kebesaran, keagungan dan keanehan itu lemah dan tidak memiliki kekuasaan.
Dengan demikian, maka teranglah bahwa Allah swt., Tuhan alam semesta, yang menciptakan alam raya ini dari tidak ada dengan segala kebesaran, itu pasti memiliki sifat Al-Qudrah (Kuasa) dan mustahil bagi-Nya sifat kebalikannya, yaitu lemah (“ajzu). Inilah yang dimaksudkan.









One Comment