Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

4. Bukti Kemukjizatan Al-Qur’an

Di antara hujjah yang paling besar, yang beliau gunakan sebagai sandaran dalam menetapkan pengakuan dan pegangan beliau yang paling agung adalah kumpulan kalam Arab yang beliau bacakan kepada mereka.yang disebut AlQur’an. Beliau bersabda, bahwa Al-Qur’an itu dari sisi Allah, yang dengan Qur’an itu beliau diutus kepada mereka. Al-Our’ an itu memuat penjelasan, bahwa beliau adalah Rasul Allah kepada semua manusia yang jujur dalam menyampaikan apa yang dari Allah swt. Al-Qur’an itu memuat keterangan syarak yang disyari’atkan Allah kepada mereka.

Dia menantang mereka, agar mereka mendatangkan sejumlah (kalimatkalimat) terpendek yang disebut surat, dengan maksud bahwa Al-Qur’an itu benar-benar dari sisi Allah, dengan bukti lemahnya orang-orang yang fashih, ahli bahasa Arab dan para pujangganya untuk mendatangkan satu surat yang menyamai surat Al Qur’an terpendek dalam hal kefashihan dan kesusastraannya.

Padahal di kalangan bangsa Arab waktu itu terdapat raja-raja top kefashihannya dan banyak sastrawan, yang tinggi peranannya di kalangan bangsa itu. Dua hal tersebut (bahasa dan sastra) adalah merupakan ilmu pengetahuan mereka yang paling tinggi dan merupakan hal yang mereka banggakan, mereka adalah bangsa yang paling banyak memiliki penyair dan orator.

Di kalangan mereka banyak orang yang pandai dalam gaya bahasa. Mereka pegang bendera kefashihan dan kesusastraan dan mereka menguasai rahasia-rahasianya dan mengetahui-tingkatan-tingkatan kefashihan dan kesusastraan yang ada dalam kemampuan manusia dan yang tidak dalam kemampuannya. Rasul saw. selalu menganggap mereka lemah dan tidak mampu menandingi satu surat Al-Qur’an yang terpendek walaupun mereka saling tolong menolong.

Beliau melakukan demikian itu pada setiap kesempatan dan setiap ada pertemuan. Dalam pada itu Rasul membodoh-bodohkan perbuatan mereka dalam adat dan peribadatan mereka, mencela patung-patung yang mereka sembah dengan kesesatan, maka para pakar kefashihan dan kesusastraan serta para sarjana bidang tersebut mulai memikirkan tentang Al-Qur’an, mereka menguji nilai kefashihan dan kesusastraan Al-Qur’an, mereka menelitinya dengan teliti dan kritis, barangkali mereka akan mendapat jalan untuk menentangnya, dan membatalkan hujjahnya.

Tidak, demi Tuhanmu, mereka tidak mendapatkan dan tidak akan mendapatkan titik kelemahan Al-Qur’an sampai kini, sesudah kini sampai hari kiamat, meskipun didukung banyak pujangga dan musuh yang keras kepala.

Kami katakan ini kepada seluruh manusia dan Al-Qur’an telah menyebutnya dalam beberapa ayat dan dibaca dalam setiap pertemuan. Tetapi telah menjadi jelas bagi mereka, bahwa Al-Qur’an itu telah mencapai tingkat kefashihan dan kesusastraan yang tidak dapat dicapai oleh kekuatan manusia.

Seandainya ada orang yang sombong dan menentang, maka orang itu hanyalah membawakan susunan yang ringkih dan kaku, yang hanya menjadi bahan tertawaan ketika dikeluarkan dan disampaikan. Dengan demikian, terbuktilah kelemahan mereka dalam menandingi Al-Our’ an, walaupun hanya berupa satu surat Al-Qur’an terpendek.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker