Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

Mukjizat para Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an

Sampailah kita pada pembahasan tentang mukjizat para rasul. Sesungguhnya mukjizat yang ditampakkan oleh Allah di tangan para rasul a.s. adalah banyak sekali. Tetapi kami hanya akan membicarakan mukjizat yang populer saja, yang disebutkan dalam Al-Qur’an atau hadits Nabi saw yang Shahih.

Kami akan menguraikan tercapainya mukjizat itu berdasarkan hukum aka) yang sehat, sehingga dapat menolak keraguan orang-orang yang menyimpang dan ingkar. Agar juga bertambahlah keyakinan ahli kebenaran dan mantaplah keimanan mereka.

Kami bicarakan mukjizat sebagian para rasul yang populer, yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Sesudah itu kami bicarakan mukjizat Nabi Muhammad saw. dalam suatu fasal tersendin.

Kami bicarakan pula sebagian cara-cara yang mengantarkan pengikutpengikutnya untuk membenarkan dan mengikuti jalannya.

Sebagian mukjizat yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang mulia adalah mukjizat Nabi Musa a.s. berupa terbelahnya lautan ketika dipukul dengan tongkatnya, sehingga Bani Israil dapat melewatinya dan mereka selamat dari kejaran Fir’aun. Kemudian Allah membinasakan Firaun dan kaumnya dengan merapatkan kembali lautan ketika mereka hendak menyusul Musa dan kaumnya.

Perlu diketahui, jika yang mendapat berita ini orang yang mengingkari adanya Tuhan alam semesta, maka yang tepat bagi orang tersebut adalah ditunjukkannya bukti-bukti, agar ia mengakui adanya Allah swt. sehingga mengakui sifat sifat-Nya yang agung. Sesudah itu baru diterangkan tentang mukjizat.

Jika dia orang yang beriman pada adanya Dzat Pencipta, manakala terbayang keagungan kekuasaan-Nya dan memikirkan ciptaan-ciptaan-Nya yang agung dan terbayang pula, bahwa terbelahnya kautan itu termasuk jaiz akli dan termasuk di bawah kekuasaan Allah swt. karena menurut hukum akal, hal itu mungkin terjadi dan mungkin tidak. Hal itu tidaklah mustahil, maka tidak ada alasan bagi dia untuk tidak mempercayainya.

Di antara uraian yang menjelaskan terbelahnya lautan itu jaiz (mungkin) jalah, bahwa sebenarnya air itu dapat dibagi-bagi seperti tubuh, dan air dapat pula tertahan sebagaimana dapat disaksikan ketika beku karena dingin misalnya, seperti yang terlihat pada sungai-sungai besar yang beku di musim dingin, sehingga hewan-hewan dapat melaluinya.

Jika terbelah dan berhenti atas tertahannya air laut berlangsung begitu cepat sehingga Bani Israil dapat melewatinya, kemudian laut itu kembali mengalir dengan cepat pula sehingga Firaun dan kaumnya tenggelam. Ini suatu perkara besar yang memerlukan kekuasaan yang sempurna, padahal Allah swt. Maha Sempurna KekuasaanNya, maka hal di atas tentu saja peristiwa seperti itu tidak dapat melemahkanNya.

Kita kaum muslimin ketika Al-Qur’anul Karim membentakan tentang mukjizat ini melalui lisan utusan-Nya, Nabi Muhammad saw. yang sudah kita yakini kebenarannya dengan bukti-bukti yang banyak dan mukjizat itu termasuk perkara jaiz (mungkin), yang termasuk bagian dari kekuasaan Allah yang sempurna, maka kita percaya dan membenarkan mukjizat itu tanpa ragu-ragu.

Setiap orang yang insaf apabila mau merenungkannya, maka ia tidak menganggap mustahil adanya mukjizat. Allah Maha Kuasa untuk mengadakannya sebagai penguat utusan-Nya, untuk menjaga hamba-hambaNya yang mukmin dan membinasakan hamba-hamba-Nya yang kafir.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker