Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

Adapun pemberitaan beliau tentang hal-hal yang ghaib untuk masa yang akan datang adalah banyak, sebagian daripadanya terjadi semasa beliau masih hidup, sebagian lagi sesudah beliau wafat, baik berselang sebentar maupun lama, sebagian lagi masih akan terjadi.

Baiklah kami akan menyebutkan sebagian dari peristiwa ini yang terdapat di dalam Al-Qur’an atau hadits-hadits yang mulia secara ringkas, yang menampilkan kebenaran yang tidak dapat diingkari.

Di antara pemberitaan beliau Nabi Muhammad saw. tentang hal-hal ghaib adalah berita yang terdapat dalam Al-Qur’an yang mulia, bahwasanya sahabat-sahabat beliau akan memasuki masjid Al-Haram dengan aman. Pada (saat beliau bersabda demikian) keadaan Mekkah saat itu di bawah kekuasaan orang-orang musyrik yang memusuhi Nabi dan sahabat-sahabat beliau. Akhirnya terbukti Nabi dan para sahabat memasuki masjid Al-Haram dan Allah merealisir hal tersebut.

Di antaranya lagi tersebut dalam firman Allah:

“Telah dikalahkan bangsa Romawi: Di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi)”.

Memang kenyataannya demikian itu. Setelah bangsa Persi mengalahkan Romawi, maka Romawi mengalahkan Persi dalam jarak beberapa tahun, yaitu antara tiga sampai sepuluh tahun. Hal itu dapat diketahui dalam kitabkitab sejarah Nabi dan tarikh. Sedang dalam Al-Qur’an ada sejumlah berita-berita ghaib, yang penjelasannya dapat diketahul dalam kitab-kitab Tafsir.

Di antara pemberitaan beliau tentang hal-hal ghaib, adalah berita yang ada dalam hadits-hadits yang mulia, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ashhabussunan (Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah), imam-imam yang huffadz, seperti: Ahmad, Syafi’i, Abu Hanifah dan Malik:

bahwasanva Nabi saw. memberi tahu kepada para sahabat, bahwa beliau akan mengalahkan terhadap musuh-musuh beliau, membebaskan Mekkah, Baitul Maqdis, Syam, Yaman, Irak, terciptanya keamanan di seluruh wilayah kerajaan-kerajaan Islam sehingga seorang wanita yang bepergian dari Hirah ke Mekkah merasa aman dan tidak takut, kecuali kepada Allah. Keadaan yang demikian itu —segala puji bagi Allahterjadi semasa hidup dan sesudah wafat beliau.

Beliau memberitakan kepada sahabat-sahabat mengenai daerah-daerah yang akan dibebaskan oleh Allah untuk umat beliau dan kekayaan dunia yang akan mereka capai, dan mereka akan membagi gudang Kisra dan Kaisar, dan hal itu memang terjadi. Umat beliau bakal menundukkan negara Kisra dan Kaisar serta perbendaharaannya di bagi di antara mereka. Beliau memberitakan kepada mereka, bahwa salah seorang dari mereka, pagi memakai suatu jenis pakaian dan sore harinya ganti memakai pakaian jenis yang lain. Akan diletakkan di hadapannya piring dan diangkat piring yang lainnya, maksudnya, mereka akan bergelimang dalam kemewahan dan memperolehnya secara mudah, yang sebelumnya hidup dalam kesusahan. Kenyataannya memang demikian.

Meletakkan sebuah piring dan mengangkat yang lain, ungkapan ini menjelaskan cara-cara makan yang dalam bahasa Turki disebut “Kalida”. Beliau memberitakan, bahwa mereka akan memerangi Khazr dan Romawi, menerangkan tentang Kisra dan Persi, sehingga tidak ada lagi Kisra dan negeri Persi sesudah beliau wafat dan terjadilah seperti apa yang telah beliau beritakan. Beliau memberitakan, bahwa diperlihatkan bumi ini kepada beliau, sehingga beliau melihat bumi sebelah timur dan barat, kerajaan umat beliau akan sampai pada daerah yang diperlihatkan kepada beliau dan demikianlah adanya.

Kerajaan umat beliau meluas ke barat dan ke timur antara daerah Thanjah (kota di sebelah selat Jibraltar) sebelah barat dan kerajaan itu tidak meluas ke utara dan selatan, seperti meluasnya ke barat dan timur :tu. Beliau memberitakan tentang wabah yang terjadi sesudah pembebasan Baitul Mugaddas.

Sesudah pembebasan itu berlangsung, terjadilah wabah Amwas. Beliau pernah memberitakan tentang hal-hal yang bakal menimpa keluarga beliau r.a., yaitu pembunuhan dan pengusiran serta terbunuhnya Husain r.a. di Tuf, dan semuanya memang terjadi. :

Hasbunallah wani’ mal wakil. Beliau pernah memberitakan, bahwa Hasan r.a. akan membuat perdamaian antara dua golongan yang berseteru, perdamaian itu terbukti, yaitu antara kelompoknya dan kelompok Mu’awiyah. Beliau saw. berkata kepada Surayah, salah satu sahabat beliau: “Bagaimana pendapatmu, apabila kamu memakai dua gelang Kisra?”

Maka di kala pembebasan negara Persi, Umar membawa kedua gelang itu dan dipakaikan kepada Suragah seraya berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah merampas kedua gelang dari Kisra dan memakaikannya kepada Suragah”. Sebagaimana diriwayatkan oleh As-Sayuthi dalam “Jami ‘ush Shaghir” dan dinukilkan pula dalam Jam ‘ul Jawamik’ dari Bukhari dalam “At-Tarikh” dan oleh Hakim dalam “Al-Mustadrak” dan sebagian mereka menukilkan dari Imam Ahmad dalam “Al-Musnad” yang bagus dan ia menshahihkan pula hadits dari Basyar Al-Ghanawi:

“Sungguh kamu akan membebaskan Konstantinopel dan sebaik-baik raja adalah rajanya dan sebaik-baik balatentara adalah balatentaranya”.

Allah benar-benar telah merealisir pembebasan Konstantinopel di tangan Sultan Muhammad Al-Ghazi, yang terkenal dengan Fath pada tahun 857 dan Konstantinopel menjadi ibukota negara Islam serta menjadi kediaman Khalifah Rasulullah dan tempat yang dirindukan oleh orang khusus dan umum. Alangkah baiknya persaksian dari Rasulullah saw. itu.

Semoga bagi pembebas Konstantinopel mendapat rahmat dan penghormatan yang utama, semoga Allah membasahi kuburan beliau dengan keridhaan-Nya dan semoga Allah menempatkannya dalam surga Firdaus dan semoga balatentaranya dapat kokoh dan mendapat pertolongan.

Alangkah mulianya pemberian yang menyenangkan ini, yang merupakan penghormatan yang baik untuk sultan-sultan keluarga Usman, beserta kemegahan-kemegahan yang tak ternilai yang ada pada mereka, dan kemuliaan yang turun-temurun, yang tidak terbatas, karena Allah membebaskan kerajaan-kerajaan besar dan daerah-daerah yang luas di tangan mereka.

Mereka persatukan orang-orang Islam sesudah mereka berceraiberai dan terbaginya kerajaan-kerajaan Islam pada beberapa bagian dan pemerintahan yang berbeda-beda. Semua itu dalam rangka memelihara syari at Muhammad yang suci, dan menguatkan agama yang benar dan bercahaya, dan pertolongan mereka kepada ahh sunnah wal jama’ah, penjagaan mereka terhadap kerajaan-kerajaan Islam dan mereka hormati pembawa syari’at Muhammad, yaitu ulama-ulama agama, penghormatan dan kecintaan mereka kepada keluarga Rasul, karena memuliakan kakekkakek mereka yang agung dan rninta pertolongan kepada roh Nabi saw.

Pelayanan mereka pada dua tanah hararn yang mulia dan Masjidil Agsha dan mereka kuatkan masjid-masjid dan tempat-tempat beribadah, peninggalan-peninggalan besar yang tak ternilai, mereka penuhi pemberianpemberian kepada bermacam-macam orang yang membutuhkan, memperbaiki hati para pengikut Usman, memberikan hikmah-hikmah yang tetap dalam menguatkan agama ini, menegakkan syiar-syiar orang yang mentauhidkan, menyebarkan ilmu dan pengetahuan di seluruh pelosok, seluruh penjuru negen dan lain-lain, berupa sifat terpuji lagi agung.

Dan peninggalan agung yang memenuhi kitab-kitab dan buku-buku, pena dan tinta tak mampu untuk mendatanya. Allah-lah yang bertanggung jawab mengokohkan kekuatan pembaru kemegahan-kemegahan mereka, dan mengokohkan peninggalan yang terhormat sultan yang besar, Khalifah Nabi Muhammad saw. sepanjang masa, dengan memperhatikan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah saw. Amin, amin.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker