Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

Adapun mengenai kesempurnaan akal dan kejeniusan beliau, maka telah banyak disebutkan dalam berita-berita yang shahih dan riwayat riwayat yang sambung-menyambung, bahwa Rasul saw. adalah manusia yang paling berakal dan paling cerdas. Barangsiapa yang berpikir tentang kesibukan beliau mengatur urusan lahir-bathin makhluk, persoalan politik internal dan eksternal melunakkan orangorang daerah perkampungan dan lereng-lereng gunung, mendidik manusia, sehingga mereka menjadi orang-orang yang sempurna akhlaknya, pengetahuan dan perilaku mereka, apalagi mengenai ilmu yang dilimpahkan kepada mereka, ketetapan syariat, tanpa belajar dari orang yang terdahulu dan tanpa berlatih, maka orang tersebut tidak ragu lagi tentang keunggulan akal beliau, dan ketajaman kefahaman beliau yang amat mengagumkan.

Uraian tentang kecerdasan dan kejeniusan Rasul saw. tidak membutuhkan pada ketetapan dalil, karena hal itu telah nyata dengan disaksikannya pada masa beliau dan sesudah itu mutawatir di kalangan manusia di dunia. Beliau telah mengucapkan kata-kata yang mencakup beliau mengkhususkan diri dengan kata-kata yang indah. Kata-kata beliau telah terkumpul dan hikmah-hikmah beliau telah dibuat buku tersendiri, yang memuat kumpulan sabda beliau. Di antaranya sabda beliau:

“Orang-orang Islam itu, darah mereka sepadan, orang yang terendah diusahakan keamanan mereka. Mereka bagaikan tangan atas muslim lain”.

“Tidak ada baiknya menemani orang yang tidak memikirkan kamu, sebagaimana kamu memikirkannya”.

“Tidaklah binasa orang yang tahu dirinya”.

“Orang yang diajak bermusyawarah itu adalah orang tepercaya, dia adalah orang yang terpilih untuk berbicara”.

“Allah menyayangi hamba yang berkata baik, kemudian dia mengambil keuntungan, atau hamba yang diam, lantas dia selamat”.

“Sesungguhnya orang tercinta dan terdekat di antaramu sekalian kepadaku tempat duduk besok di hari kiamat adalah orang-orang di antaramu yang terbaik perangainya, yang mudah memberi naungan, mereka yang sayang dan disayangi”.

“Orang yang bermuka dua, tidak akan terpandang di sisi Allah”.

“Takwalah kamu di mana saja berada dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu menghapuskannya dan pergaulilah manusia dengan perangai yang baik”.

“Sebaik-baik perkara adalah tengah-tengahnya”.

“Cintailah kekasihmu dengan sederhana saja, kemungkinan dia suatu saat menjadi orang yang kamu benci”.

“Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran terhadap orang lain”.

Dan masih banyak lagi kata-kata mutiara yang penuh arti serta hikmahnya.yang indah, yang tidak memungkinkan ditulis semuanya dalam kitab ini.

Sifat santun, sifat pemaaf dan kesabaran beliau a.s. adalah dalam rangking yang tinggi. Tersebut dalam riwayat yang shahih, bahwa beliau tidak pernah menuntut balas untuk dirinya, kecuali apabila kehormatan Allah itu dilanggar, maka beliau menuntut balas. Ketika beliau disakiti secara kejam oleh orangorang musyrik, maka ada orang berkata kepada beliau: “Doakan sajalah mereka, agar mendapat siksa”.

Beliau malah menjawab:

“Sesungguhnya saya diutus tidak untuk melaknat, terapi saya diutus sebagai pengajak dan sebagai rahmat. Ya Allah, tunjukkanlah kaum saya, karena sesungguhnya mereka itu tidak mengerti”.

Memang beliau mendoakan kabilah-kabilah yang menyalahi janji pada sahabat-sahabat beliau dan membunuh mereka dengan zhalim. Karena kecemburuan Nabi saw. atas pelanggaran mereka terhadap kehormatan Allah dengan terbunuhnya orang-orang mukmin ini secara dianiaya. Namun, ketika Allah menurunkan kepada beliau:

“Tidak ada urusan sedikit pun bagimu”.

maka beliau menghentikan doa atas mereka dan menyerahkan urusan itu kepada Allah swt. Betapa banyak orang yang bermaksud membunuh beliau dengan cara khianat dan beliau berhasil menangkap mereka, namun beliau memaafkan mereka. Betapa banyak orang yang kasar tingkah lakunya, bertindak secara kasar kepada beliau, tetapi beliau bersikap lemah lembut kepada mereka. Sifat beliau, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab-kitab yang terdahulu, bila beliau itu di hadapan orang yang bodoh, maka beliau semakin bertambah santun. Betapa sabar beliau menghadapi kekerasan orang Quraisy dan tekanan-tekanan mereka, sehingga Allah memenangkan beliau atas mereka. Orang orang Quraisy itu menyangka, bahwa beliau akan membinasakan mereka. Tapi beliau justru memaafkan mereka dan beliau bersabda:

“Saya berkata, sebagaimana yang dikatakan oleh saudaraku, Yusuf: Pada hari ini tidak ada cercaan atasmu. Pergilah, dan kamu orangorang yang terlepas (tidak ditawan)”.

Riwayat-riwayat yang demikian itu amat banyak, seluruhnya menunjukkan, bahwa Nabi saw. adalah orang yang paling jauh dari sifat marah dan paling cepat ridlo.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker