Perlu diketahui, bahwa hadits-hadits yang ada tentang pemberitaan beliau mengenai hal-hal yang akan datang, sebagian besar telah dibukukan Oleh para ulama dan para imam dalam karya-karya ilmiah mereka, sebelum penstiwanya terjadi.
Kemudian sesudah itu, terjadilah kejadian demi kejadian. Karya-karya tulis tersebut sangat terkenal dan diketahui sejarah dan pengumpulan serta penulisannya. Hadits tentang pembebasan Konstantinopel telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad beratus-ratus tahun sebelum kota Konstantinopel itu ditaklukkan. Demikian juga yang diriwayatkan oleh As-Sayuthi dalam Jam’ul Jawami’, dari Bukhari dalam Ar-Tarikh, dari Hakim dalam Mustadrak.
Masing-masing, Bukhari dan Hakim, telah ada ratusan tahun sebelum Konstantinopel. Kami mohon perlindungan kepada Allah dani tidak shahihnya riwayat tersebut, yang mana berita-benita itu diriwayatkan oleh para pengikut Rasulullah dan penolong syari’at beliau dalam kitab-kitab mereka.
Seandainya bukan karena kepercayaan mereka terhadap hadits-hadits itu dari Nabi, niscaya mereka tidak menuliskannya dalam kitab-kitab mereka yang kekal sepanjang masa, padahal mereka tahu akan banyaknya musuhmusuh agama yang jelas.
Hal yang sudah diketahui, bahwa Nabi Muhammad saw. itu adalah orang yang cerdik dan tinggi tingkat kecerdasannya, sebagaimana disaksikan oleh musuh-musuh beliau. Bagaimana mungkin orang berakal yang mengaku sebagai utusan Allah dan telah diikuti oleh beribu-ribu orang berani menyampaikan berita-berita perkara-perkara yang penting, seperti penaklukan Baitul Mugaddas, Syam, Konstantinopel dan sebagainya, sedang beliau sendiri percaya bahwa hal itu tidak terjadi dan menyediakan dirinya untuk dituduh berdusta dan tercela pada waktu yang akan datang?
Tidak, sekali lagi tidak bakal orang yang berakal mau berbuat yang demikian ini, hendaklah direnungkan oleh orang-orang yang sadar.
Kemudian perlu diketahui, bahwa berita-berita ghaib itu bukanlah di dalam kemampuan manusia, baik Rasul maupun orang lain. Barangsiapa yang mengaku mengetahui perkara ghaib dengan sendirinya, maka menurut ulama orang tersebut menjadi kafir. Yang dapat diketahui oleh manusia hanyalah karena pemberitahuan Allah swt. kepada mereka.
Dia Maha Mengetahui segala apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan tak ada kesulitan baginya dalam hal itu. Kita kaum muslimin percaya dengan adanya berita-berita ghaib dari Rasul, karena pemberitahuan dari Allah kepada mereka a.s.
Apabila kita ingin menjelaskan secara lengkap mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad saw. yang.menjadi penguat beliau, maka kita membutuhkan kitab yang berjilid-jilid. Kami hanya menyebutkan sebagian daripadanya saja, yang sekiranya dapat diterima oleh akal.
Sebenarnya, apabila seorang yang berakal cerdik itu memikirkan syari’at beliau, hikmah dan rahasia yang terkandung di dalamnya, kemanfaatan kemanfaatan dunia dan akhirat, memikirkan diri beliau yang mulia, perangai akhlak yang suci, yang dikhususkan oleh Allah bagi beliau.
Pada hal beliau itu hanyalah seorang anak yatim, buta huruf, tidak dapat baca-tulis, dibesarkan di kalangan orang yang buta huruf, mereka tidak memiliki pengetahuan, seni, hakikat dan pengaruh, kecuali apa yang diberikan oleh Allah sebagai fitrahnya, yaitu kefasihan dalam berbahasa, beliau tidak bergaul dengan ahli pengetahuan dengan pergaulan yang menjadikan beliau dapat menciptakan sedikit dani apa yang beliau bawa dan beliau sampaikan kepada makhluk, apa yang dibawa oleh beliau laksana lautan yang bergelombang, yang untuk mengetahui sepersepuluhnya menelan umur yang panjang, maka orang yang berakal dan cerdik merasa yakin, bahwa keadaan beliau dan syari’atnya adalah sesuatu yang luar biasa.
Akal menghukumi,bahwa hat itu adalah mukjizat, yang mana Allah memuliakan beliau dengan mukjizat itu sebagai penguat pengakuan kerasulan beliau.









One Comment