Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Husunul Hamidiyah

Berdasar apa yang kami uraikan itu, jelaslah bagi orang yang berakal dan sadar, yang memikirkan tentang keistimewaan beliau berupa kebaikan kebaikan itu dan kepribadian yang penuh kemuliaan ini, padahal beliau hanyalah yatim yang hidup di lingkungan bangsa Jahiliyah yang keras hati, aniaya, watak yang kasar dan tidak berpendidikan.

Hal itu tidak lain hanyalah karena pertolongan Allah semata-mata. Keberadaan beliau pada kedudukan yang tinggi dan tempat yang agung, terbentuk dengan sifat-sifat yang sempurna, akhlak yang utama, akal yang berpandangan luas dan pendapat yang benar, sekali-kali beliau tidak pernah bohong, menghelah (akal bulus), menipu manusia dengan tipu daya yang sistematis, mengaku dirinya dengan berbuat-buat kepada Allah, bahwa beliau, itu utusan-Nya yang telah dipilihNya daripada orang-orang lain.

Kami berpendapat, bahwa di antara kita yang mempunyai akal, akalnya akan mencegahnya dan hatinya akan menentangnya untuk dusta, meskipun hanya sekali kepada orang yang seperti beliau, atau yang di bawah beliau, dan diri beliau yang mulia itu jelas jauh dari membuat-buat atas yang demikian itu, walaupun dipaksa oleh keadaan.

Maka bagaimana mungkin orang yang akalnya itu pada tingkat kesempumaan tertinggi dan bersifat dengan sifat yang paling mulia, lantas dia membuatbuat dengan kebohongan kepada Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Tinggj, melakukan yang demikian sepanjang siang dan malam? Mohon perlindungan Allah dari pikiran negatif orang-orang yang berakal dangkal.

Islam Tersiar dengan Dakwah

Hal yang mengagumkan dari perilaku Rasulullah saw. itu merupakan bukti kejujuran beliau dan pertolongan Allah swt kepada beliau. Beliau mengubah keadaan bangsa Jahiliyah, yang tenggelam dalam lautan kebodohan dan kesesatan dalam peribadatan dan adat kebiasaan. Maka, beliau mengangkat bangsa itu dari lembah kehinaan pada puncak keutamaan, menggantikan kedzaliman dengan keadilan, kekerasan dengan keramahan, kebodohan dengan ilmu-ilmu pengetahuan, permusuhan dengan perdamaian, kesengsaraan dengan kenikmatan, kesesatan dengan petunjuk ke jalan yang lurus, kedurhakaan dengan ketaatan, perceraian dengan persatuan pengkhianatan dengan kepercayaan dan kekejian dengan kebaikan. Bangsa itu memang memiliki akhlak-akhlak yang terpuji, tetapi disertai pemborosan dan keterlaluan, mempunyai keberanian tetapi dinodai dengan keaniayaan dan penyimpangan. Beliau saw. meluruskan budi pekerti bangsa itu dan mendidik akhlak-akhlaknya, sehingga menjadi bangsa yang baik, dan yang mulia serta hal itu menjalar pada bangsa-bangsa lain, yang menganut agama beliau yang jelas, maka mereka menjadi orang-orang shalih dan terpilih. Semua itu beliau jalankan sendiri dengan perantaraan syari’at beliau yang menjadi jalan kebahagiaan. Kebaikan perilaku beliau, kejernihan akhlak dan kesempurnaan siasat beliau, yang hal itu nyata-nyata pada diri beliau, yang merupakan perkara yang luar biasa dan terhitung mukjizat terbesar menurut pandangan orang yang memiliki kesadaran.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker