Di atas telah diterangkan pula, bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, yaitu dua umat besar yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an.
Disebutkan bahwa Dzul Qarnain telah memagari jalan keluar mereka dari daerahnya dengan pagar yang dibuatnya.
Dan sesungguhnva Dzul Qarnain berkata yang artinya: “Sesungguhnya pagar ini, akan runtuh jika janji Tuhanku telah datang”.
Para ahli tafsir menafsirkan bahwa maksud datangnya janji Allah ialah datangnya hari kiamat, yakni dekat hari kiamat.
Di samping itu, terdapat banyak hadits shahih tentang perincian keluarnya Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman.
Peristiwa ini adalah sebagian dari tanda-tanda kiamat kubra yang wajib diimani oleh setiap orang mukallaf.
Pendapat yang dikemukakan oleh para pakar ilmu geografi, bahwa mereka telah menjelajah bumi dan tidak mengetahui tempat Ya’juj dan Ma’juj, perkataan itu tidak dapat membatalkan kebenaran nash-nash syari’at yang memberitakan tentang adanya mereka di bumi. Untuk menerangkannya, kami katakan:
Pertama: Kami tidak dapat menerima kleim para pakar ilmu geografi, bahwa mereka telah menjelajah seluruh daerah bumi, dan tidak ada daerah bumi yang tidak mereka datangi.
Sebenarnya mereka hanya menjelajahi dacrah dacrah bumi yang didiami atau berdekatan dengan kediaman manusia.
Banyak dacrah. Iembah dan gunung yang terdapat di ujung bumi. yang dak dianjak oleh telapak kaki mereka, lebih-lebih di Kutub utara. di belakang gunung salju dan daerah lintang utara. sebagaimana hal itu dapat diketahui dengan menclaah uraian mereka yang tertulis di buku-buku mercka.
Kemungkinan, dua umat itu terdapat di antara daerah atau kutubkutub yang tidak dijangkau oleh seorang ahli ilmu geograti itu.
Kedua: Seorang tokoh ahli tafsir. Imam Ar-Razi rahimallahu, berkata: “Sesungguhnya yang Icbih jelas tempat pagar itu ialah di dacrah utara.
Dan tidak asing lagi bagi orang yang pandai tentang geograti, bahwa sebelah utara Siberia terdapat gunung-gunung salju yang tidak pernah terputus dari salju pada setiap musim, dan tidak mungkin bagi sescorang untuk menempuhnya pada masa-masa ini.
Diketahui pula, bahwa sesudah gunung-gunung salju itu, masih ada daerah bumi yang membentang sampai ujung bumi.
Kami kemukakan, tidak ada halangan adanya tanah-tanah berdataran rendah di balik gunung-gunung salju tersebut yang Ssaljunya tipis. dan dapat didiami manusia.
Ya’juj dan Ma’jjuj tinggal di bumi yang rendah Itu. Termasuk hal yang jaiz mungkin), bahwa pada masa Dzul Oarnain. ribuan tahun yang lalu terdapat lembah rendah yang menghubung dan menjadi jalan kc dacrah itu.
Mcrcka (Ya’juj dan Ma’juj) keluar melalui jalan itu untuk menyerang bangsa-bangsa yang berdekatan dengan mereka. yang berada di luar gunung itu.
Maka Dzul Qarnain memagari jalan di lembah itu dan memblokade mercka di balik gunung, schingga mercka tidak dapat keluar dari lembah itu karena adanya pagar dan tidak memungkinkan bagi mereka untuk mendaki gunung itu, karena terdapat salju di atasnya.
Sesudah itu terjadilah perubahan-perubahan cuaca dan sajlu turun terus-menerus, sehingga lembah itu tertutup dan sama dengan gunung yang di sekitarnya. Jejak mercka tak jelas lagi.
Kemudian ketika dekat hari kiamat, salju itu akan mencair karena perubahan-perubahan cuaca, misalnya gempa bumi, sehingga menjadi mudah bagi kedua bangsa tu untuk merobohkan pagar dan keluar dari Iembah-lembah itu. sesuai dengan berita yang dibawa oleh nash-nash syarak.
Timbulnya perubahan-perubahan cuaca yang menyebabkan menumpuknya salju di beberapa tempat sampai ratusan tahun lamanya. kemudian salju-salju itu lenyap, karena faktor-faktor lain itu sesuatu yang tidak mustahil, baik menurut akal maupun kebiasaan.
Bahkan apabila kita meneliti sejarah, akan kita jumpai banyak peristiwa seperti itu di permukaan bumi.
Kekuasaan Allah itu patut untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan itu seluruhnya, dan menyempurnakan perencanaan itu, sebab hal itu jaiz (mungkin) dan termasuk dalam kekuasaan Tuhan.
Di samping itu, ada nashnash tentang keluarnya dua umat itu di akhir zaman. Atas dasar inilah kami mengimankan dan membenarkan adanya makhluk Ya’juj dan Ma’juj.
Dengan penjelasan yang kami kemukakan di atas keragu-raguan tentang adanya Ya’juj dan Ma’ juj yang bersumber pada penjelasan pakar ilmu geografi itu menjadi lenyap.
Adapun keterangan yang disebutkan dalam sebagian buku, bahwa tempat Ya’juj dan Ma’juj di tempat anu, di daerah-daerah dekat yang ramai, dan Raja Fulan dari dinasti Umaiyah atau Abbasiyah pernah mengutus orang untuk melihat pagar itu dan berita-berita lain, adalah buatan tukang cerita, tidak ada dasar yang kuat, yang dapat dipeganginya, walaupun sebagian pengarang terkecoh untuk mengutipnya. Allah swt. adalah Maha Mengetahui.
Di antara tanda-tanda hari kiamat yang telah disebutkan adalah turunnya Nabi Isa a.s. dari langit.
Hal itu adalah urusan yang jaiz (mungkin) menurut akal, sebagaimana hal naiknya ke langit ketika diburu orang-orang Yahudi, hendak dibunuh, juga hal yang jaiz dan tidak mustahil sedikit pun.
Apakah yang menghalangi Allah menaikkan dan menurunkan beliau melalui perantaraan malaikat yang telah dikaruniai oleh Allah kekuasaan untuk naik dan turun antara langit dan bumi?
Sebagaimana akan diterangkan. Allah lah yang menjaga hidup beliau dari semua dugaan yang dikemukakan oleh orang-orang yang menduga tentang kesulitan orang yang naik ke luar angkasa.
Sesungguhnya kebutuhan manusia untuk bernafas dengan udara adalah urusan biasa. Allah swt. berkuasa untuk menjaga hidup tanpa udara.
Di antara tanda-tanda kiamat adalah keluarnya binatang melata (daabbah) yang dapat berbicara dengan manusia. Yang demikian itu adalah urusan biasa, karena Allah swt. Maha Kuasa untuk memberikan sifat berbicara pada binatang melata.
Demikian juga adanya asap di bumi selama 40 hari. Semua itu termasuk hal-hal yang jais Omungkin) menurut akal dan termasuk dalam kekuasaan Yuhan.
Hal-hal itu sama sekali udak mustahil. Oleh karena itu, kami beriman pada semua itu dan membenarkannya. allah swt. memiliki keputusan semua hal yang terdahulu itu, baik kebangkitan, pertanyaan kubur, timbangan, jembatan dan lain-lainnya.
Kami menjumpai banyak keterangan tentang pcrisiwa-pcristiwa tersebut dalam buku-buku ulama Islam. Allah yang menguasai petunjuk kita semua.









One Comment