Ulumul Quran

Terjemah Kitab Mabahits Fi Ulumil Qur’an Karya Manna Al Qattan

Faedah Turunnya Qur’an Secara Berangsur-angsur dalam Pendidikan dan Pengajaran

Proses belajar-mengajar itu berlandaskan dua asas: perhatian terhadap tingkat pemikiran siswa dan pengembangan potensi akal, jiwa dan jasmaninya dengan apa yang dapat membawanya ke arah kebaikan dan kebenaran.

Dalam hikmah turunnya Qur’an secara bertahap itu kita melihat adanya suatu metode yang berfaedah bagi kita dalam mengaplikasikan kedua asas tersebut seperti yang kami sebutkan tadi. Sebab turunnya Qur’an itu telah meningkatkan pendidikan umat Islam secara bertahap dan bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia, meluruskan peri, lakunya, membentuk kepribadian dan menyempurnakan eksistensinyg sehingga jiwa itu tumbuh dengan tegak di atas pilar-pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bagi kebaikan umat manusia seluruhnya dengan izin Tuhan.

Pentahapan turunnya Qur’an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia dalam upaya menghafal Qur’an, memahami, mempelajari, memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikandungnya.

Di antara celah-celah turunnya Qur’an yang pertama kali didapat. kan perintah untuk membaca dan belajar dengan alat tulis: ”Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah; Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam.” (al-‘Alaq [96]:1-5). Demikian pula dalam turunnya ayat-ayat tentang riba dan warisan dalam sistem harta kekayaan, atau turunnya ayat-ayat tentang peperangan untuk membedakan secara tegas antara Islam dengan kemusyrikan. Diantara itu semua, terdapat tahapan-tahapan pendidikan yang mempunyai berbagai cara dan sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat Islam yang sedang dan senantiasa berkembang, dari lemah menjadi kuat dan tangguh.

Sistem belajar-mengajar yang tidak memperhatikan tingkat pemikiran siswa dalam tahap-tahap pengajaran, bentuk bagian-bagian ilmu di atas yang bersifat menyeluruh serta perpindahannya dari yang umum menjadi lebih khusus; atau tidak memperhatikan pertumbuhan aspek-aspek kepribadian yang bersifat intelektual, rohani dan jasmani,. maka ia adalah sistem pendidikan yang gagal dan tidak akan memberi hasil ilmu pengetahuan kepada umat, selain hanya menambah kebekuan dan kemunduran.

Guru yang tidak memberikan kepada para siswanya porsi materi ilmiah yang sesuai, dan hanya menambah beban kepada mereka di luar kesanggupannya untuk menghafal dan memahami, atau berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang tidak dapat mereka jangkau, atau tidak memperhatikan keadaan mereka dalam menghadapi keganjilan perilaku atau kebiasaan buruk mereka sehingga dia berlaku kasar dan keras, serta menangani urusan tersebut dengan tergesa-gesa dan gugup, tidak bertahap dan tidak bijaksana maka guru yang berlaku demikian ini adalah guru yang gagal pula. Dia telah mengubah proses belajar-mengajar menjadi kesesatan-kesesatan yang mengerikan dan menjadikan ruang belajar sebagai ruang yang tidak disenangi.

Begitu pula halnya dengan buku pelajaran. Buku yang tidak tersusun judul-judul dan fasal-fasalnya serta tidak bertahap penyajian pengetahuannya dari yang mudah kepada yang lebih sukar, juga bagian-bagiannya tidak disusun secara baik dan serasi, dan gaya bahasanya pun tidak jelas dalam menyampaikan apa yang dimaksud maka buku yang demikian ini tidak akan dibaca dan dimanfaatkan oleh siswa.

Petunjuk Ilahi tentang hikmah turunnya Qur’an secara bertahap merupakan contoh yang baik dalam menyusun kurikulum pengajaran, memilih metode yang baik dan menyusun buku pelajaran.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker