BAB ZAKAT EMAS
(Fasal) nishab emas adalah dua puluh mitsgal dengan hitungan secara pasti dengan timbangan kota Makkah.
Satu mitsgal adalah satu lebih tiga sepertujuh dirham.
Di dalam satu nnishab emas wajib mengeluarkan zakat seperempat sepersepuluh dari keseluruhan jumlah emas. Yakni setengah mitsgal.
Dan di dalam jumlah emas yang lebih dari dua puluh misgal, maka sesuai dengan prosentasenya walaupun kelebihannya hanya sedikit.
BAB ZAKAT PERAK
Nishabnya wariq, dengan terbaca kasrah huruf ra’nya, adalah dua ratus dirham. Wariq adalah perak. Di dalam nishab ini wajib mengeluarkan seperempat
sepersepuluh dari jumlah keseluruhan, yakni lima dirham.
Dan di dalam kelebihan dari dua ratus dirham, wajib mengeluarkan kadar sesuai dengan hitungannya, walaupun tambahannya hanya sedikit.
Dan tidak ada kewajiban zakat di dalam benda campuran dari emas atau perak kecuali kadar murninya telah mencapai satu nishab. Dan tidak ada kewajiban zakat di dalam perhiasan yang boleh untuk digunakan. Adapun perhiasan yang diharamkan misalnya gelang tangan dan gelang kaki yang digunakan , oleh orang laki-laki dan khuntsa atau waria, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
BAB ZAKAT HASIL PERTANIAN DAN BUAH-BUAHAN
(Fasal) nishab hasil pertanian dan buahbuahan adalah lima wasag.
Ausaq dari lafadz wasag yang merupakan masdar dengan makna mengumpulkan, karena sesungguhnya wasag mengumpulkan beberapa sho’.
Lima wasaq adalah seribu enam ratus rithi negara Irag. Di dalam sebagian redaksi kitab matan menggunakan bahasa “kota Bagdad”. Dan untuk kelebihan dari kadar tersebut disesuaikan dengan hitungannya.
Satu rithl negara Baghdad, menurut imam an Nawawi, adalah seratus dua puluh dirham lebih empat sepertujuh dirham.
Di dalam hasil pertanian dan buah-buahan, wajib mengeluarkan zakat sepersepuluh
-dari jumlah keseluruhan-, jika diairi dengan air langit, yakni air hujan dan sesamanya seperti air salju, atau dengan air banjir, yakni air yang mengalir di atas permukaan bumi sebab sungai penuh dan tidak muat sehingga air naik ke permukaan hingga mengairi tanaman tersebut.
Jika diairi dengan daulab, dengan terbaca diammah dan fathah huruf dalnya, yakni alat yang diputar-putar oleh binatang, atau diairi dengan menimba air dari sungai atau sumur dengan menggunakan binatang seperti onta atau sapi, maka wajib mengeluarkan zakat setengah sepersepuluh dari jumlah « keseluruhan.
Dan di dalam hasil pertanian dan buah-buahan yang diairi dengan air hujan dan daulab semisal dengan kadar waktu yang sama, maka wajib mengeluarkan zakat tiga seperempat sepersepuluh dari jumlah keseluruhan.









One Comment