Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Maroqil Ubudiyah

Adab Persiapan Untuk Salat salat Lainnya

Setelah engkau salat Dhuha dan melakukan ibadat yang lainnya, hendaklah engkau bersiap-siap untuk menunaikan salat Zuhur sebelum matahari tergelincir dan didahului dengan tidur sebentar.

Tidur menjelang Zuhur itu sunah, kecuali pada hari Jumat, bilamana engkau menunaikan salat Tahajjud di waktu malam. Salat Tahajjud ini dilakukan sesudah tidur dan tiada batas bagi jumlah rakaat. Karena Nabi  berkata kepada Abi Dzarr. ”Salat sunah itu sebaik-baiknya ibadat yang ditentukan, maka kerjakanlah yang banyak atau sedikit.” HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim.

Apabila di malam hari engkau banyak mengerjakan kebaikan seperti mempelajari kitab-kitab sehingga kalau tidak tidur siang, engkau tidak bisa mengerjakan kebaikan. Maka tidur tengah hari membantu untuk salat malam sedangkan makan sahur membantu puasa di siang hari.

Rasulullah  bersabda:

“Tidurlah siang supaya bisa membantu untuk salat malam dan makanlah sahur supaya bisa membantu untuk puasa siang hari dan makanlah kurma dan kismis supaya bisa mengatasi musim dingin.” (HR. Abi Dawud)

Tidur siang tanpa salat di malam hari seperti makan sahur tanpa puasa di siang hari. Apabila engkau tidur siang (menjelang Zuhur), maka berusahalah keras untuk bangun sebelum matahari tergelincir dan berwudulah, lalu pergilah ke masjid. Waktu itu adalah sebelum waktu salat. Karena ia termasuk amalan utama, meskipun engkau tidak tidur dan tidak bekerja mencari nafkah.

Waktu tersebut merupakan waktu terbaik, karena pada waktu-waktu itu banyak orang lalai dari mengingat Allah  karena disibukkan oleh urusan dunia. Demikian disebut dalam Al-Ihya’

Kerjakan salat tahiyyat masjid sambil menunggu muazin mengumandangkan azan Dhuzur. Kemudian kerjakanlah salat sunah empat rakaat sesudah matahari tergelincir dengan satu salam. Mazhab Asy-Syafi’i, masing-masing dua rakaat dengan satu salam seperti salat nawafil lainnya, Ini adalah berdasarkan kabar-kabar yang sah. Demikian yang disebutkan dalam Al-Ihya”: Rasulullah  memanjangkan rakaatrakaat ini.

Beliau berkata: ”Ini adalah waktu dimana pintu-pintu langit di buka. Maka aku ingin amal salihku diangkat di waktu ini.”

Demikian diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshori: Keempat rakaat sebelum Zuhur ini adalah sunah muakkad menurut sebuah pendapat.

Pendapat yang kuat adalah empat rakaat sebelum Zuhur lebih di tekankan daripada dua rakaat sebagaimana disebutkan dalam Al-Ihya’ dan inilah yang dipegangi.

Diriwayatkan dalam hadis dari Abi Hurairah dari nabi  bahwa siapa yang mengerjakan empat rakaat sesudah matahari tergelincir dan membaca dengan baik di dalam rukuk dan sujudnya, maka ikut salat bersamanya 70.000 malaikat yang memohonkan ampun untuknya sampai malam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baqdadi dari Anas:

“Barangsiapa mengerjakan salat sebelum Luhur empat rakaat, diampunilah dosa-dosanya pada hari itu.”

Diriwayatkan oleh Thabrani dari seorang laki-laki Anshar: “Barangsiapa mengerjakan salat sebelum Zuhur empat rakaat, maka ia seperti membebaskan seorang sahaya dari keturunan Ismail.”

Yakni pahalanya seperti pahala membebaskan seorang sahaya dari keturunan Ismail bin Ibrahim Al-Khalil  .

Kemudian kerjakan salat Zuhur berjamaah, diteruskan dengan salat sunah dua rakaat sesudah Zuhur. Keduanya termasuk salat rawatib yang muakkad (sangat dianjurkan) dan diriwayatkan dari Nabi .

Di samping kedua rakaat itu ada dua rakaat yang bukan muakad berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abi Dawud. Tirmidzi Nasxi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Ummu Habibah:

“Barangsiapa memelihara empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya.”

Al-Ghazali berkata: Dianjurkan baginya membaca dalam salat nafilah (sunah) ini ayat Al-Kursi dan akhir surah Al-Bagarah. Janganlah engkau sibukkan dirimu hingga Asar, kecuali dengan belajar ilmu agama, menolong sesama muslim, membaca Al-Qur’an atau mencari nafkah supaya engkau bisa mengarnalkan agamamu dengan baik.

Nabi  bersabda: “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

Tungguhlah salat Asar dengan beriktikaf, karena termasuk amalan utama. Telah dikatakan, menunggu salat sesudah salat itu adalah sunah para salaf.

Kerjakanlah salat sunah empat rakaat sebelum Asar.

Salat itu adalah sunah muakkad, karena mengharapkan doa Rasulullah  berikut ini sedangkan doa beliau sangatlah mustajab, ini semata-mata bukan karena Nabi selalu mengerjakannya. Namun Nabi   jarang melakukan salat sunah sebelum Asar seperti menekuni dua rakaat sebelum Zuhur. Demikian disebutkan dalam Al-lhyz, Oleh karena itu empat rakaat sebelum Asar ini tidak muakkad menurut Asy-Syafi’i sebagaimana disebutkan oleh Al-Azizi.

Doa Nabi  untuk mereka yang salat sunah sebelum Asar:

“Semoga Allah mengasihi orang yang mengerjakan salat empat rakaat sebelum Asar:” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari Umar)

Maka berusahalah sekuat tenaga supaya mendapatkan doa Nabi  ini dan jangan bekerja sesudah Asar kecuali seperti yang dikerjakan sebelumnya.

Tidaklah patut engkau sia-siakan waktumu dan dalam waktu itu tidak disukai tidur. Salah seorang ulama berkata: “Tiga perkara dibenci Allah, yaitu tertawa tanpa ada keheranan, makan tanpa merasa lapar, dan tidur di siang hari tanpa salat di malam hari. Maka janganlah sibukkan dirimu dalam setiap waktu dengan cara yang sembarangan menurut keinginanmu.

Akan tetapi engkau dituntut untuk mengoreksi dirimu atas kesalahan-kesalahanmu. Sedikitnya dalam sehari, adalah sejak sesudah Zuhur atau Asar sampai malam. Salah seorang ulama mencatat gerakgeriknya di waktu siang dalam sebuah kitab. Apabila tiba waktu sore ia letakkan kitab itu di depannya dan mengoreksi dirinya atas kesalahan yang ada di dalamnya. Sebagaimana mereka, mengoreksinya atas bisikan-bisikan hatinya dalam sehari semalam. Dalam koreksi itu terdapat berkah yang besar.” Demikianlah disebutkan oleh Abdullah Asy-Syarqawi dalam Rabi’ul Fuaad.

Luangkanlah waktumu siang dan siang dengan wirid-wirid dan tentukan suatu pekerjaan bagi setiap waktu. Janganlah engkau melampauinya dan jangan memilih selain itu. Dengan itu tampaklah berkah waktunya. Adapun apabila engkau biarkan dirimu tanpa wirid dan terlantar seperti hewan hingga engkau tidak tahu apa yang engkau kerjakan dalam setiap waktu, maka habislah sebagian besar waktumu dan umurmu dalam keadaan sia-sia. Umurmu adalah modalmu dan di atasnya terdapat perdaganganmu, dengannya engkau mencapai kenikmatan di negeri abadi di sisi Allah 

Maka setiap nafasmu adalah permata yang tak ternilai, karena tidak ada gantinya. Apabila nafas itu lepas darimu, maka ia tidak bisa kembali. Oleh karena itu patutlah engkau bersikap sopan terhadap Allah  dan memperhatikan-Nya dalam setiap nafasmu sehingga dalam setiap nafas engkau menempuh jalan menuju Allah

Itulah makna perkataan mereka, jalan menuju Allah adalah sebanyak nafas manusia. Salah seorang ulama berkata: “Sesungguhnya hari berseru kepada manusia setiap waktu dengan perkataannya, hai anak Adam, aku adalah hari baru dan aku menjadi saksi atas apa yang engkau kerjakan. Maka manfaatkanlah aku, karena engkau tidak akan mencapai aku bila matahari terbenam. Janganlah engkau menjadi seperti orang-orang dungu yang terpedaya oleh dunia dan setan yang gembira setiap hari dengan tambahan harta mereka di samping berkurangnya umur-umur mereka. Maka kebaikan manakah dalam harta yang bertambah dan umur yang berkurang. Janganlah engkau gembira, kecuali dengan tambahan ilmu atau amal salih, karena keduanya adalah temanmu yang menemanimu di alam kubur. Ketika itu engkau ditinggalkan oleh istri, harta, anak-anak dan teman-temanmu.”

Seorang penyair berkata:

Berbekallah dengan teman dari perbuatan-perbuatranmu sesungguhnya teman manusia di dalam kuburnya adalah amalnya.

Kemudian apabila matahari menguning, berusahalah keras untuk kembali ke masjid sebelum matahari terbenam dan engkau sibukkan dirimu dengan bertasbih dan beristigfar seperti:

Sebaiknya mengucapkan istigfar dengan nama-nama yang terdapat dalam Al-Quran seperti:

Demikian disebutkan dalam Al-Ihya’. Karena sesungguhnya keutamaan waktu ini adalah seperti keutamaan waktu sebelum terbit | matahari.

Allah  berfirman:

“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit mataliari dan sebelum terbenamnya.” (OS. Thaaha: 130)

Yakni sibukkanlah dirimu dengan menyucikan Allah  di kedua ujung siang sebagaimana dikatakan oleh Abu Muslim.

Bacalah empat surah sebelum matahari terbenam, yaitu surah Asy-Syams, Al-Lail dan Al-Mu’awwidzatain. Barangsiapa, membaca surah Asy-Syams, maka Allah mengaruniainya pemahaman yang cerdas dan kecerdasan mengenai segala sesuatu. Barangsiapa membaca surah AlLail, ia akan terpelihara dari tersikapnya kejelekan. Barangsiapa membaca surah Al-Falaq, ia terpelihara dari gangguan. Dan siapa membaca surah An-Naas, ia terlindung dari berbagai cobaan dan terlindung dari setan. Barangsiapa yang terus-menerus membacanya, ia mendapat rezeki seperti hujan.

Hendaklah engkau sering beristigfar ketika matahari terbenam. Apabila engkau mendengar azan Magrib, maka jawablah dan berdoalah seperti di bawah ini:

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kerika malam-Mu telah tiba dan siang-.Mu telah pergi dan salat-Mu telah datang serta suara-suara para muazin-Mu telah terdengar agar Engkau beri Muhammad gasilah (kedudukan di surga).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker