Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Maroqil Ubudiyah

Bacalah doa itu selengkapnya seperti dalam doa Subuh. Dalam Sunan Abi Dawud dan Tirmidzi diriwayatkan dari Ummi Salamah  ia berkata: Rasulullah  mengajariku membaca di waktu mendengar azan Magrib.

“Ya Allah, ini adalah saat kedatangan malam-Mu dan kepergian siang-Mu dan terdengarnya suara-suara para muazin-Mu, maka ampunilah aku.”

Demikianlah disebutkan dalam Al-Adzkar dan ini sesuai dengan yang terdapat dalam Al-Ihya’. Al-Ghazali berkata: Maka patutlah seorang hamba memperhatikan keadaannya. Jika keadaan hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Jika keadaan hari ini sama dengan hari kemarinnya, maka ia merugi. Jika lebih buruk darinya, maka ia terkutuk. Jika ia melihat dirinya berbuat banyak kebajikan seluruh harinya, maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah  atas taufiknya dan mensyukuri Allah  atas kesehatan tubuhnya dan umurnya yang panjang. Kemudian kerjakanlah salat fardu setelah menunaikan dua rakaat ringan. Salat sunah sebelum salat Magrib bukanlah sunah muakkadah sebagaimana disahkan oleh An-Nawawi.

Kemudian kerjakanlah sesudah salat sunah dua rakaat sesudah salat Magrib sebelum bicara. Bacalah dalam dua rakaat itu Al-Kafirun dan Al-Ikhlash. Dua rakaat sebelum Magrib adalah sunah muakkadah. Jika engkau kerjakan empat rakaat, maka salat itu adalah sunnat awwabin.

Jika engkau bisa melakukan iktikaf hingga Isya dan menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya, maka lakukanlah. Sebanyak-banyaknya salat awwabin adalah 20 rakaat. Ada yang mengatakan enam rakaat sebagaimana disebutkan oleh Al-Bujairami dan sebagaimana dikatakan oleh Al-Ghazali dalam kitab Ihya’nya. Diriwayatkan, Rasulullah  pernah mengerjakan salat sunah sebanyak enam rakaat antara waktu Magrib dan Isya.

Dalam riwayat lain yang dikatkan oleh Ar-Ramli, salat awwabin antara Magrib dan Isya jumlahnya 20 rakaat, dan dalam riwayat lain enam rakaat, empat rakaat dan dua rakaat, sedikitnya.

Diriwayatkan pula oleh Al-Ghazali dalam Al-Ihya’nya, barangsiapa tinggal antara Magrib dan Isya dalam masjid berjamaah tanpa berbicara kecuali salat atau membaca Al-Qur’an, maka Allah akan mendirikan baginya dua buah istana di surga yang masing-masing istana jaraknya seratus tahun dan menanamkan baginya diantara keduanya sebatang pohon yang andaikata dikelilingi oleh penduduk bumi, niscaya cukuplah bagi mereka. Al-Ghazali berkata pula, “Bilamana masjidnya dekat dengan rumahmu, tidaklah mengapa bagimu untuk mengerjakan salat di rumah, jika engkau tidak bermaksud tinggal di masjid.”

Menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya ini adalah naasyiatul laili (permulaan malam) yang disebutkan dalam firman Allah :

“Sesungguhnya permulaan malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (OS. Al-Muzzammil: 6)

Yakni permulaan malam yang di isi dengan salat lebih menjaga kebaikan hati, mata, telinga dan lisan karena terputusnya berbagai suara dan gerak serta lebih besar pengaruhnya di dalam hati karena kehadiran hati di saat tidak terdengar suara dan dunia tenang.

Sayyidina Ali bin Husein berkata: “Mengerjakan salat di antara Magrib dan Isya adalah permulaan malam sebagaimana disebutkaan dalam Siraajul Munii: Dan salat itu adalah salat awwabin, yakni orangorang yang bertobat.”

Nasyiatul laili dalam ayat itu telah ditafsirkan sebagai permulaan malam oleh Atha dan Ikrimah dan ditafsirkan oleh Ali bin Husein sebagai salat awwabin. Ia dinamakan pula sholatul ghaflah (salat kelalaian), karena di saat itu orang-orang lalai darinya dengan sebab makan malam tidur dan semacamnya.

Rasulullah  ditanya tentang firman Allah : ”Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur.” Maka Rasulullah   menjawab: “Ia adalah salat di antara Magrib dan Isya, karena salat itu menghilangkan perkataan yang tidak berguna di siang hari dan membersihkan akhirnya.”

Disebutkan dalam Al-Ihya”: Diriwayatkan dari Al-Hasan bahwa Nabi  ditanya tentang ayat ini. Maka Rasulullah  menjawab: “Ia adalah salat antara Magrib dan Isya.” Kemudian Rasulullah  berkata: Hendaklah kalian kerjakan salat antara Magrib dan Isya, karena ia menghilangkan perkataan tak berguna di siang hari dan membersihkan akhirnya. Anas ditanya tentang orang yang tidur di antara Magrib dan Isya. Ia menjawab: “Jangan lakukan, karena ia adalah saat yang dimaksud dengan firman Allah : ”Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hazim, ia berkata mengenai ayat ini: Diantara Magrib dan Isya terdapat salat awwabin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata mengenai ayat: “Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur”, lalai dalam mengingat Allah di dalam salat, di waktu berdiri atau duduk atau sambil berbaring mereka selalu menyebut nama Allah. Asy-Syarqawi berkata dalam Rabi’ul Fund: Kemudian setelah mengerjakan salat awwabin, salatlah dua rakaat dengan niat melapangkan kubur. Jika mau, dahulukanlah salat itu sebelum salat awwabin. Bacalah dalam rakaat pertama surah Al-Kafirun dan dalam rakaat kedua surah An-Nashr. Atau rakaat pertama surah Az-Zalzalah dan rakaat kedua surah At-Takatsur. Apabila masuk waktu Isya, salatlah empat rakaat sebelum fardu untuk menghidupkan wakru di antara dua azan, yakni antara azan dan iqamat berdasarkan khabar: antara setiap dua azan terdapat salat. Tidak ada hadis secara khusus mengenai salat empat rakaat ini sebagaimana disebutkan oleh Al-Barkawi.

Yang tersebut dalam At-Tahrir ialah bahwa salat ratibah sebelum Isya adalah dua rakaat, tetapi tidak muakkadah. Oleh karena itu An-Nawawi tidak menyebutkan dalam Al .Winhaaj. Banyak keutamaan terdapat dalam menghidupkan antara azan dan iqamat. Dalam khabar (hadis) disebutkan bahwa doa antara azan dan iqamat tidak ditolak. Khabar ini bukanlah dalil atas salat sunah ratibah yang sebelum Isya. Kemudian kerjakan salat fardu dan salat ratibah sesudahnya dua rakaat dan keduanya muakkadah, walaupun sedang melakukan haji di Muzdalifah. Meninggalkan salat sunah mutlak disunahkan baginya supaya ia bisa beristirahat dan bersiap-siap untuk menghadapi amalan-amalan yang berat pada hari penyembelihan korban. Bacalah dalam kedua rakaat itu surah Alif Laam Miim As-Sajdah dan Al-Mulk atau surah Yaa-siin dan Ad-Dukhan. Jika engkau tidak salat, maka jangan tinggalkan membaca surah ini atau sebagiannya sebelum tidur.

Demikian disebutkan dalam Al-Ihya’. Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata: “Nabi  tidak tidur hingga membaca surah Al-Mulk dan Alif Laam Miim Tanziil dan beliau berkata: Keduanya melebihi setiap surah dalam Al-Quran dengan 70 kebaikan. Dan siapa membaca kedua surah itu ditulis baginya 70 kebaikan daan diangkat baginya 70 derajat.” Dari Ubaiy bin Ka’ab bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa membaca surah Alif Laam Miim Tanjziil, ia pun diberi pahala seperti orang yang menghidupkan malam Oadar.”

Diriwayatkan oleh Abi Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya ada sebuah surah dari Kitabullah yang terdiri dari 30 ayat dan memberi syafa’at bagi seseorang pada hari kiamat, lalu mengeluarkannya dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga.”

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa membaca surah Yaa-Sun dalam suatu malam, ia pun memasuki waktu pagi dalam keadaan terampuni dosanya.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata:

Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa memasuki tempat kuburan, lalu membaca surah Yaa-Sun, maka diringankan siksanya dari mereka pada hari itu dan ia mendapat kebaikan sebanyak penghuni kuburan itu.”

Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa membaca Haa miim Ad-Dukhan pada malam Jumat, ia pun memasuki waktu pagi dalam keadaan terampuni dosanya.”

Demikian disebutkan dalam As-Sirrajul Muniir. Keterangan tentang surah-surah itu diriwayatkan dari Rasulullah  yakni beliau banyak membacanya dalam setiap malam. Begitu pula Rasulullah  banyak membaca surah Az-Zumar, Al-Waaqi’ah dan Bani Israil. Demikian disebutkan dalam Al-Ihya’.

Setelah itu salatlah empat rakaat dan bacalah di dalamnya ayat Kursi dan ayat terakhir surah Al-Bagarah, atau permulaan surah Al-Hadid dan akhir surah Al-Hasyr atau lainnya. Demikian disebutkan dalam Al-Ihya’

Ungkapan Al-Ihya’ dhahirnya menunjukkan bahwa ke empat rakaat ini dilakukan dengan satu salam sebagaimana mazhab Abi Hanifah yang mengatakan cara itu lebih utama: Ada yang mengatakan: “Sesungguhnya keempat rakaat ini seluruhnya dilakukan apabila ia kerjakan salat Isya di luar waktu yang tidak dianjurkan untuk memperbaiki kekurangan itu. Adapun bila ia kerjakan salat itu dalam waktu yang diajurkan, maka ia boleh memilih antara empat dan dua rakaat sebagaimana dikatakan oleh Al-Barkawi.”

Dalam khabar terdapat keterangan yang menunjukkan keutamaannya yang besar. Seperti khabar Muslim: “Salat yang paling utama sesudah salat fardu adalah salat malam.”

Diriwayatkan pula bahwa dalam setiap malam terdapat saat ijabah. Demikian disebutkan dalam At-Tuhfah. Diriwayatkan dari Aisyah, ia pernah ditanya tentang salat Rasulullah  maka Aisyah menjawab: “Tidaklah beliau selesai mengerjakan salat Isya, lalu memasuki rumahku melainkan beliau kerjakan salat empat atau enam rakaat.” HR. Abi Dawud.

Khabar ini menunjukkan bahwa empat rakaat sesudah salat Isya adalah keutamaan dan yang muakkadah adalah dua rakaat. Demikian dikatakan oleh Al-Barkawi. Yang jelas keempat rakaat ini adalah sunah mutlak di waktu malam.

Asy-Syarqawi berkata: “Apabila selesai mengerjakan sunah Isya disunahkan baginya salat dua rakaat sebelum witir dengan niat tetap iman. Bacalah dalam rakaat pertama surah Az-Zalzalah dan dalam rakaat kedua surah At-Takatsur. Kemudiaan lanjutkan dengan salat witir, tiga rakaat dengan dua salam atau satu salam. Pemisahan antara satu rakaat dan setiap dua rakaat dengan salam adalah lebih utama daripada menyambungnya.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah  salat witir, pada rakaat pertama membaca surah Al-A’laa, rakaat kedua surah Al-Kafirun dan rakaat ketiga surah Al-Ikhlash dan Al-Mu-awwidzatain. Apabila beliau mengerjakan salat witir itu dengan tiga rakaat yang terpisah dari yang sebelumnya delapan atau enam atau empat rakaat, maka beliau baca semua surah itu dalam tiga rakaat terakhir. Apabila beliau kerjakan salat witir dengan lebih dari tiga rakaat yang bersambung, misalnya lima rakaat, maka beliau membaca surah Al-Muthaffifin dan Al-Insyigaag dalam rakaat pertama, dan Al-Buruuj serta Ath-Thaarig dalam rakaat kedua supaya dalam rakaat ketiga tidak kosong dari bacaan surah-surah sunah. Disunahkan membaca sesudah salat witir, subhanal malikil qudduus tiga kali sebagaimana diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Ibnu Sunni. la ucapkan itu dengan suara keras sebagaimana dalam riwayat Ahmad dan Nasa’i. Kemudian ia membaca:

“Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemarahan-Mu dan aku berlindung dengan pemaa an-Mu dari hukuman-Mu. Dan aku berlindung denganMu dari keburukan takdir-Mu, Aku tidak bisa menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu.” (HR. Abi Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i dari AH)

Apabila engkau bermaksud mengerjakan salat malam sesudah tidur, maka akhirkan salat witir supaya akhir salatmu di waktu malam menjadi witir berdasarkan hadis Syaikhain: “Jadikanlah akhir salatmu di waktu malam dengan salat witir.”

Dan berdasarkan hadis Muslim:

“Barangsiapa takut tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia kerjakan salat witir pada malamnya. Dan siapa yang ingin bangun pada akhirnya, hendaklah ia kerjakan salat witir pada akhir malam.” Kemudiaan setelah mengerjakan salat witir gunakanlah waktumu untuk mempelajari Ilmu atau membaca kitab, karena waktu itu adalah sebab bagi keberhasilan sebagaimana dikatakan oleh salah seorang ulama.” Seorang penyair berkata: Barangsiapa mendapat ilmu daan mempelajarinya, baiklah dunia dan akhiratnya teruslah engkau pelajari mu karena kehidupan ilmu adalah dengan mempelajarinya.

Janganlah engkau habiskan harimu dengan bersenda-gurau dan bermain-main, karena amal-amal itu tergantung penghabisannya. Ini menurut pengetahuan kita dan sebagian orang pada sebagian keadaan.

Adapun menurut pengetahuan Allah  dan kehendak-Nya, maka amalamal itu tergantung permulaannya. Akan tetapi oleh karena permulaannya tertutup dari kita sedangkan penghabisannya jelas bagi kita, maka Nabi   bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung penghabisannya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker