Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Maroqil Ubudiyah

Hal itu terjadi di antara raja-raja mengenai jumlah tentara yang banyak. Dan di antara para ulama mengenai jumlah murid yang banyak. Maka setiap kenikmatan yang bisa dianggap sempurna meskipun sebenarnya tidak sempurna, ia pun bisa disombongkan. Bahkan orang fasik terkadang membanggakan banyaknya kedurjanaan yang dilakukannya terhadap wanita dan disombongkannya karena ia menganggap sempurna, meskipun ia berdosa dalam perbuatan itu. Khabar-khabar mengenai kedengkian, kesombongan, riva’ dan kebanggaan diri banyak jumlahnya dan cukuplah bagimu sebuah hadis vang mencakup keempat macam itu.

Diriwayatkan oleh Al-Gadhi Al-Marusi dan Abdullah ibnul Mubarak rahimahumullah dengan sanadnya dari Khalid bin Madan, bahwa Rasulullah  pernah berkata mengenai Mu’adz bin Jabal  “Yang paling mengetahui halal dan haram di antara kamu adalah Mu’adz bin Jabal.” Kemudian Ia berkata: “Hai Mu’adz, ceritakan kepadaku sebuah hadis yang engkau dengar dari Rasulullah ”

Mendengar itu lantas Mw’adz menangis hingga aku menyangka bahwa ia tidak akan diam. Kemudian ia diam, dan berkata, “Betapa rindunya aku kepada Rasulullah  dan kepada pertemuan dengannya.” Kemudian Mu’adz berkata lagi, aku mendengar Rasulullah  bersabda: “Segala puji bagi Allah yang menetapkan bagi makhluk-Nya apa saja yang dikehendaki-Nya. Pada waktu itu beliau menaiki kendaraan sedangkan aku duduk di belakangnya.”

Beliau memandang ke langit, kemudian berkata kepadaku: “Hai Mu’adz kuceritakan kepadamu sebuah hadis yang jika engkau menghafalnya, maka ia bermanfaat bagimu di sisi Allah. Dan jika engkau melupakannya dengan tidak menghafalnya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah  pada hari kiamat.

Hai Mu’adz, sesungguhnya Allah dg, menciptakan tujuh orang malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi. Maka Allah menjadikan pada setiap langit seorang malaikat penjaga pintunya. Para malaikat pencatat naik membawa amal hamba sejak pagi sampai sore. Amal itu mempunyai cahaya seperti cahaya matahari hingga ketika para malaikat pencatat naik membawanya ke langit dunia, yaitu yang dekat dari bumi, para malaikat itu memujinya dan menganggapnya banyak. Maka berkatalah malaikat yang bertugas di langit dunia kepada para malaikat pencatat: Pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat pengurus ghibah. Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amal yang yang menggunjingkan orang lain melewati aku menuju malaikat lain.

Nabi  berkata: Kemudian besoknya para malaikat pencatat datang membawa amal salih dari seorang hamba dan amal itu mempunyai cahaya. Maka para malaikat pencatat memuji dan menganggapnya banyak hingga melewati langit pertama dan menyampaikan amal itu ke langit kedua. Namanya Al-Maaun dan ia terbuat dari besi atau marmer putih. Kemudian malaikat yang bertugas di situ (bernama Rubail) berkata: Berhentilah kalian dan pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan kenikmatan dunia. Aku adalah malaikat pengurus kebanggaan. Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lain. la dulu suka membanggakan diri kepada orang-orang di majelis-majelis mereka (hingga para malaikat melaknatnya sampai sore).

Nabi  berkata: Para malaikat pencatat membawa amal hamba yang bercahaya berupa sedekah, salat dan puasa. Para malaikat pencatat itu merasa kagum. Maka mereka membawa amal itu melewati langit pertama dan kedua hingga tiba di langit ketiga. Konon ia terbuat dari tembaga dan ada yang mengatakan dari besi. Namanya Harabut, dan tasbih yang diucapkan penghuninya adalah ”subhanal hayyi al-ladzu laa yamuut”. (Maha Suci Tuhan yang hidup kekal dan tidak bisa mati). Barangsiapa mengucapkan perkataan itu, maka ia mendapat pahala seperti mereka.

Kemudian malaikat yang bertugas di situ berkata kepada mereka: Berhentilah dan pukulkan amal ini ke wajah pemiliknya.

Aku adalah malaikat pengurus kesombongan. Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lain. Ia dulu menyombongkan diri kepada orang-orang di majelis -majelis mereka.

Nabi  berkata: Para malaikat pencatat naik membawa amal hamba yang bercahaya seperti bintang yang bersinar dan mengeluarkan suara berupa tasbih, salat, puasa, haji dan umrah hingga mereka melewati langit ketiga dan tiba di langit keempat. Konon langit itu terbuat dari tembaga, ada yang mengatakan dari perak. Namanya Az-Zahir, dan tasbih yang diucapkan penghuninya adalah “subhanal malikil quddus”. Barangsiapa mengucapkannya, ia pun mendapat pahala seperti mereka.

Malaikat yang bertugas di situ berkata mereka: Berhentilah kalian dan pukulkan amal ini ke wajah, punggung dan perut pemiliknya. Aku adalah malaikat pengurus kebanggaan diri. Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lain. Sesungguhnya ia dulu apabila mengerjakan suatu amal, ia pun membangunkan amal itu.

Nabi  berkata: Kemudian para malaikat pencatat membawa amal hamba yang bercahaya seperti matahari hingga melewati langit keempat dan tiba di langit kelima seakan-akan pengantin yang ditemukan dengan suaminya. Konon langit kelima itu terbuat dari perak dan ada yang mengatakan dari emas. Di langit kelima itu bernama Al-Mushirah. Kemudian malaikat yang bertugas di situ berkata: “Berhentilah kalian dan pukulkan amal ini ke wajah pemiliknya dan letakkan dia di atas pundaknya. Aku adalah malaikat pengurus kedengkian. Sesungguhnya ia dulu dengki kepada orang yang belajar dan beramal seperti dia. Setiap orang yang lebih banyak beribadat daripada dia, ia pun dengki kepadanya dan menggunjingkannya.

Dalam .Minhajul ‘Abidiin disebutkan: Kemudian para malaikat itu berkata: Aku adalah malaikat pengurus kedengkian. Ia dulu dengki kepada orang-orang atas karunia yang diberikan Allah kepada mereka. Ia telah membenci apa yang diridai Allah, Tuhanku telah memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lain, yakni sesudah langit ini.

Nabi berkata: Kemudian para malaikat pencatat membawa amal hamba yang bersinar seperti matahari berupa salat, zakat, haji, umrah, jihad dan puasa, lalu mereka membawa amal itu ke langit keenam. Konon langit itu terbuat dari emas dan ada yang mengatakan dari permata dan namanya Al-Khalishah.

Malaikat yang bertugas di situ bernama Thuthail, ia berkata: Berhentilah kalian dan pukulkan amal ini ke wajah pemiliknya. Ia dulu tidak mengasihani seorang pun dari hamba-hamba Allah yang ditimpa cobaan atau penyakit, tetapi ia gembira dengannya. Aku adalah malaikat pengurus rahmat. Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lainnya yakni malaikat penjaga sesudahku.

Nabi  berkata: Para malaikat pencatat naik membawa amal hamba berupa puasa, salat, nafagah untuk menegakkan agama Allah, jihad fi sabilillah dan wara (berhati-hati dalam membedakan antara halal dan haram). Amal itu mengeluarkan suara seperti suara lebah dan sinar seperti sinar matahari.

Dalam Minhajul “Abidin disebutkan: Ia mengeluarkan suara seperti guntur dan sinar seperti kilat. Amal itu disertai 3000 malaikat. Mereka membawanya ke langit ketujuh. Konon ia terbuat dari yagut merah dan namanya Al-Labiyah. Tasbih yang diucapkan penghuninya ialah “subhana khaligin nuur” (Maha Suci Tuhan Pencipta Cahaya). Barangsiapa mengucapkannya, ia mendapat pahala seperti pahala mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker