Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Maroqil Ubudiyah

Kemudian malaikat yang bertugas di situ berkata kepada mereka: Berhentilah kalian dan pukulkan amal ini pada wajah pemiliknya dan pukullah anggota-anggota tubuhnya, lalu pukulkan amal itu pada jantungnya. Aku adalah malaikat pengurus kemasyhuran. Aku bertugas menutupi dari Tuhanku semua amal yang tidak ditujukan untuk mendapatkan keridaan Tuhanku.

Sesungguhnya ia menginginkan selain Allah dengan amalnya. Ia menginginkan kemuliaan di antara para ulama, kedudukan di antara para pembesar dan kemasyhuran di antara masyarakat supaya tersiar di kota-kota. Tuhanku memerintah-kan kepadaku untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku menuju malaikat lainnya. Setiap amal yang tidak karena Allah  secara murni, maka itu adalah riya dan Allah tidak menerima amal orang yang riya.

Nabi  berkata: Para malaikat pencatat naik membawa amal hamba berupa salat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak yang baik, diamnya orang itu dari segala yang tidak berguna di dunia dan akhirat serta dzikrullah, lalu para malaikat dari tujuh lapis langit mengantarkannya hingga mereka melewati semua tabir menuju Allah , lalu berhenti di hadapan-Nya dan menjadi saksi baginya atas amalnya yang salih dan diikhlaskan untuk Allah 

Kemudian Allah  berkata: Kalian adalah para pencatat amal hamba-Ku dan Akulah Yang Mengawasi isi hatinya. Sesungguhnya ia tidak menginginkan Aku dengan amal mi, tetapi menginginkan selain Aku. la tidak mengikhlaskannya untuk-Ku sedang Aku lebih tahu tentang apa yang diinginkannya dengan amalnya.

Kutukan-Ku akan menimpanya. la telah menipu para manusia dan menipu kalian, tetapi tidak bisa menipu Aku sedang Aku Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan mengetahui isi hati. Tidaklah tersembunyi sesuatu apa pun dari-Ku. Pengetahuan-Ku tentang apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku tentang apa yang sedang terjadi. Pengetahuan-Ku tentang apa yang sudah lewat sama dengan pengetahuan-Ku tentang apa yang akan terjadi.

Pengetahuan-Ku tentang orang-orang yang terdahulu sama dengan pengetahuan-Ku tentang orang-orang yang kemudian. Aku mengetahui segala rahasia dan lebih tersembunyi dari itu.

Bagaimana hamba-Ku bisa menipu Aku dengan amalnya. Sesungguhnya ia hanya bisa menipu para makhluk yang tidak mengetahui sesuatu yang gaib sedang Aku Maha Mengetahui segala yang gaib. Maka laknat-Ku dan laknat kami akan menimpanya. Kemudian ia dilaknat oleh langit yang tujuh dan, penghuninya.

Kemudian Mu’adz menangis dan meratap dengan keras sambil berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, engkau adalah utusan Allah, sedang aku adalah Muw’adz bin Jabal. Bagaimana aku bisa selamat dari semua itu? Kemudian Nabi  menjawab: Ikutilah aku, meskipun ada kekurangan dalam amalmu. Hai Muw’adz, peliharalah lisanmu dari mengumpat saudara-saudaramu para penghafal, AlQuran khususnya dan pikullah dosa-dosamu sendiri dan jangan membebankannya pada mereka, jangan memuji dirimu dengan mencela mereka, jangan mengangkat dirimu di atas mereka dengan merendahkan mereka, jangan masukkan amalan dunia dalam amalan akhirat dan jangan bersikap riya dalam amalmu, janganlah engkau menyombong-kan diri di majelismu supaya orang-orang takut kepada akhlak-mu yang buruk dan janganlah engkau berbisik kepada seseorang atau seorang teman sedang di dekatmu ada orang lain. Janganlah engkau membanggakan diri kepada orang lain supaya tidak terputus darimu kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Janganlah engkau merobek-robek (mencaci maki) orang lain dengan lisanmu supaya engkau tidak dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka pada hari kiamat di dalam neraka.”

Allah berfirman: “Wan nassyithaati nasythan.” Tahukah engkau apakah itu hai Mu’adz?”

Aku menjawab: “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, ya Rasulullah.”

Nabi  berkata: “Mereka adalah anjing-anjing di neraka yang mencabuti daging dari tulang.” Aku berkata: “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, ya Rasulullah.”

Siapa yang bisa menanggung kejadian ini dan siapa yang bisa selamat darinya? Nabi  menjawab: “Hai Mu’adz, sesungguhnya itu adalah mudah atas siapa yang dimudahkan Allah baginya. Sesungguhnya cukuplah bagimu untuk , menghadapi semua itu bila engkau menyukai pada orang lain apa yang engkau sukai bagi dirimu dan membenci pada mereka apa yang engkau benci pada dirimu. Hai Mu’adz, dengan begitu engkau telah selamat.”

Khalid bin Madan rahimahullah berkata: “Maka tidaklah kulihat seseorang yang lebih banyak membaca Al-Quran dari pada Mu’adz lantaran hadis yang agung ini.”

Wahai orang yang menyukai ilmu, renungkanlah hal-hal ini dan berlindunglah dengan Tuhanmu, Tuhan seluruh alam dan mohonlah dengan penuh kerendahan diri sambil merengek dan menangis sepanjang malam dan siang bersama orang-orang yang berdoa dengan khusyuk, karena tidaklah selamat dari bencana ini, kecuali dengan pemeliharaanNya. Maka perangilah nafsumu dalam menghadapi hambatan ini supaya engkau tidak binasa bersama orang-orang yang binasa. Ketahuilah, bahwa sebab terbesar dalam kokohnya sifat-sifat keji ini di dalam hati adalah mencari ilmu untuk membanggakan diri dan bersaing.

Kebanyakan orang awam jauh dari sifat keji ini, sedangkan orang yang berilmu menjadi sasaran sifat-sifat ini dan cenderung mengalami kebinasaan karenanya.

Maka pikirlah mana urusanmu yang lebih penting. Apakah engkau belajar cara menghindari hal-hal yang membinasakan ini dan berusaha memperbaiki hatimu serta membangun akhiratmu ataukah lebih mementingkan ikut berbicara yang tidak perlu bersama orangorang, sehingga engkau dapatkan ilmu yang menyebabkan tambahan kesombongan, riya dengki dan kebanggaan diri hingga engkau binasa bersama orang-orang yang binasa. Ketahuilah bahwa tiga sifat pertama ini merupakan induk berbagai kekejian hati. Pengarang menganggap kesombongan dan kebanggaan diri sebagai satu sifat karena keduanya saling berhubungan dan hampir sama. Oleh karena itu keduanya tidak disebut diawal bab.

Ketiga sifat mempunyai satu asal, yaitu cinta dunia. Oleh karena itu Nabi  bersabda: “Cinta dunia itu adalah pangkal setiap dosa.” Sesungguhnya cinta itu menjerumuskan dalam hal-hal yang syubhat, kemudian yang makruh, kemudian yang diharamkan.

Bilamana cinta dunia adalah pangkal setiap dosa, maka benci dunia adalah pangkal setiap kebaikan. Hadis ini diriwayatkan oleh Baihagi dari Hasan Al-Bashri secara mursal. Demikian disebutkan dalam Al-Jaami’ Ash-shaghir dan syarahnya. Az-Zargani berkata: ”Ini adalah perkataan Malik bin Dinar sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya. Atau perkataan Isa  sebagaimana diriwayatkan oleh Baihagi dalam kitab Az-Zuhd.”

Ia berkata dalam Syw’abul Innan: ”Ini tidak berasal dari Nabi , tetapi dari mursal Hasan Al-Bashri. Meskipun demikian, dunia adalah tempat tanaman untuk negeri akhirat. Barangsiapa yang mengambil sesuatu dari dunia sekadar kebutuhannya untuk menggunakan dalam mencapai kebahagiaan akhirat, maka dunia menjadi tempat tanamannya: Dan siapa yang menginginkan dunia untuk bersenang-senang dengannya, maka dunia adalah tempat kebinasaannya.

Seorang ulama berkata: “Mencari penghasilan adalah wajib dan  terbagi menjadi empat macam.”

Fardu, yaitu mencari sekadar yang mencukupi bagi dirinya, keluarga dan agamanya. Mustahab, yaitu yang melebihi dari itu untuk menolong orang miskin atau menyambung hubungan kekeluargaan dan itu lebih dari utama dari pada ibadat sunah. Mubah, yaitu mencari yang lebih dari itu untuk bersenang-senang dan berhias. Haram, yaitu mencari sebanyak mungkin untuk membanggakan jumlahnya yang banyak dan membanggakan diri.

Semua yang tersebut di atas adalah sekelumit dari ilmu takwa yang lahir, yaitu permulaan hidayat. Jika engkau uji nafsumu dengan permulaan ini dan ia tunduk kepadamu untuk menunaikan maksudnya, maka hendaklah engkau berpegang pada kitab Ihya” Ulumiddin supaya engkau mengetahui cara mencapai batinnya takwa.

Saya nukil dari kitab Ihya’ Ulumuddin sesuatu yang patut dihadirkan di dalam hati pada setiap rukun dan syarat dari amal-amal salat. Yaitu, apabila engkau mendengar panggilan muazin, maka bayangkanlah dalam hatimu kedahsyatan panggilan itu pada hari kiamat dan engkau siapkan lahir dan batinmu untuk menjawab dan segera memenuhi panggilan itu. Karena orang-orang yang segera memenuhi panggilan ini adalah orang-orang yang dipanggil dengan lembut pada hari penunjukkan amal terbesar.

Maka hadapkan hatimu kepada panggilan ini. Jika engkau dapati dia gembira dan penuh dengan kesukaan untuk ,bersegara, maka ketahuilah bahwa telah datang kepadamu panggilan dengan membawa gembira. Dan apabila engkau bersuci, maka janganlah engkau lalai dari hatimu. Berusahalah engkau untuk menutupi aurat, maka ketahuilah bahwa maknanya ialah menutupi keburukan-keburukan badanmu dari pandangan manusia. Maka bagaimana pendapatmu tentang kejelekankejelekan di hatimu dan berusahalah untuk menutupinya, karena ia tidaklah bisa dihapus, kecuali dengan rasa penyesalan, malu dan takut. Adapun menghadap kiblat, maka pusatkan perhatianmu ke arah Baitullah. Oleh sebab itu, hendaklah wajah hatimu selalu menyertai anggota badanmu.

Ketahuilah bahwa sebagaimana wajah, ia tidak menghadap ke arah Baitullah, kecuali dengan meninggalkan lainnya, demikian pula hati tidak menghadap Allah , kecuali dengan mengosongkannya dari selain Allah. Adapun “tidak dengan berdiri, ia adalah tampilnya badan dan hati di hadapan Allah  Ketika itu hendaklah kepala menunduk sebagai peringatan kepada hati agar selalu bersikap tawadhu’ dan menjauhi kesombongan. Ingatlah dalam keadaan itu kehebatan berdiri di hadapan Allah  pada hari kiamat ketika amal-amal ditunjukkan untuk ditanya. Adapun niat, maka bertekadlah memenuhi seruan Allah  dalam mematuhi perintah-Nya untuk mengerjakan salat dan menyempurnakannya serta menghindari hal-hal yang memsakkannya dan mengikhlaskan semuanya untuk Dzat Allah dengan mengharap pahalaNya dan takut kepada hukuman-Nya serta mencari kedekatan dari-Nya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker