Adab Berwudu
Yang dimaksud dengan adab disini meliputi tuntunan dari yang wajib sampai sunah-sunahnya sebagaimana disebutkan oleh guru kami Abdul Hamid.
Apabila engkau selesai beristinja, maka jangan tinggalkan siwak dan niatkanlah dengan siwak itu mengerjakan sunah dan membersihkan mulut untuk membaca Al-Qur’an dan mengingat Allah dalam salat, sebagaimana engkau niat jimak (senggama) untuk mendapatkan keturunan. Karena siwak itu membersihkan mulut dari bau busuk dan menimbulkan keridaan Tuhan serta membangkitkan kemarahan setan. Ketahuilah salat dua rakaat dengan bersiwak lebih utama daripada salat 70 rakaat tanpa bersiwak berdasarkan kabar yang diriwayatkan oleh AlHumaidi:
“Dua rakaat dengan bersiwak lebih utama daripada 70 rakaat tanpa siwak.”
Dalam riwayat lain: “Dua rakaat dengan bersiwak menyamai 70 rakaat.”
Hadis ini tidak menunjukkan bahwa keutamaan siwak melebihi keutamaan salat jamaah yang mencapai 27 derajat, karena pahala keduanya tidaklah sama, sebab satu derajat dari salat jamaah bisa menyamai banyak dari 70 rakaat dengan bersiwak.
Dikatakan oleh Al-Wanna’iy, terkadang bersiwak itu wajib bagi seorang istri apabilah disuruh oleh suaminya dan wajib bagi hamba sahaya bila disuruh oleh tuannya.
Hal itu juga wajib bagi siapa yang makan bawang putih atau bawang merah pada hari Jumat, dan penghilangan bau itu tergantung pada siwak untuk salat Jumat.
Diriwayatkan dari Abi Hurairah , ia berkata, Rasulullah bersabda:
“Kalau saja tidak memberatkan umatku, niscaya kusuruh mereka bersiwak setiap hendak mengerjakan salat.”
Dalam riwayat lain Nabi bersabda: “Aku disuruh bersiwak hingga aku takut diwajibkan atasku.”
Kemudian duduklah untuk berwudu dengan menghadap kiblat di atas tempat yang tingi supaya tidak terkena percikan kencing. Ini sesuai dengan perkataan Ar-Ramli dan Al-Mawardi bahwa tempatnya sebelum membasuh kedua telapak tangan.
Berlainan dengan Al-Imam dan Ibnu Shalah, Ibnu An-Nagib, Ibnu Hajar dan Asy-Syarbini bahwa tempatnya antara membasuh kedua telapak tangan dan berkumur.
Dan ucapkanlah: Bismillahi rahmanir rahiim. Jika engkau ucapkan: Bismillah, maka itu sudah cukup. Jika engkau lupa mengucapkan basmalah di awal wudu, maka bacalah ditengahnya. Namun jika sudah selesai engkau baru ingat, maka janganlah membacanya, karena bukan pada tempatnya.
Setelah itu ucapkanlah:
“Segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini suci.”
Dalam Al-Adzkar disebutkan:
“ya Tuhanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan
aku berlindung kepada-Mu dari kehadiran mereka kepadaku.” Kemudian basuhlah kedua telapak tanganmu tiga kali, dan sebelum memasukkan tanganmu ke dalam bejana ucapkanlah:
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keberuntungan dan keberkahan serta berlindung kepada-Mu dari kesialan dan kebinasaan.” Atau ucapkanlah seperti yang dinukil dari Ar-Ramli, yaitu:
“Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari seluruh kedurhakaan terhadap-Mu.”
Kemudian niatkanlah untuk menghilangkan hadas atau mengerjakan salat. Pertahankan niat ini hingga membasuh muka. Tidaklah mengapa bila niat menghilangkan hadas dilakukan sejak awal pembasuhan kedua telapak tangan, meskipun sunah-sunah yang sebelumnya tidak menghilangkan hadas. Sebab sunah-sunah dalam setiap ibadat masuk dalam niatnya sebagai tambahan. Maka makna menghilangkan hadas adalah bertujuan menghilangkannya dengan semua amalan wudu sedang ia menghilangkan hadas secara pasti. Demikianlah disebutkan dalam Haasyiyah Al-Igna. Janganlah melupakan niatmu sebelum membasuh muka sehingga wudumu tidak sah.
Kemudian ambillah air dengan tanganmu dan berkumurlah tiga kali hingga ke ujung tenggorokan. Kecuali engkau sedang puasa, maka berkumurlah dengan lembut supaya tidak membatalkan puasamu, sambil mengucapkan:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk membaca kitab-Mu dan banyak mengingatMu.” Atau sebagaimana disebutkan dalam Al-Adzkar, yaitu:
“Ya Allah, berilah aku minum dari telaga nabi-Mu segelas sehingga aku tidak haus untuk selama-lamanya.” .
Atau mengucapkan: ‘
“Ya Allah tolonglah aku dalam mengingat-Mu dan mensyukuri-Mu.”
Kemudian ambillah air untuk membasuh hidungmu dan hiruplah air tiga kali, kecuali dalam keadaan puasa, dan keluarkanlah air dan kotoran di hidung dengan jari kelingking kirimu, sambil mengucapkan di waktu beristinsyaq:
“Yg Allah, berilah aku ban surga sedang Engkau rida kepadaku.”
Dalam Al-Adzkar disebutkan:
”Ya Allah, janganlah Engkau haramkan aku bau kenikmatan dan surgaMu.”
Di waktu mengeluarkan air dari hidung ucapkanlah:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan tempat tinggal yang buruk.”
Kemudian ambillah air untuk mukamu dan basuhlah dari dahi hingga dagu, dan dari batas telinga hingga telinga yang lain melebar. Usapkanlah air ke rambut di tepi kepala, yaitu bagian antara ujung telinga hingga sudut dahi. Usapkan pula air ke tempat-tempat tumbuh rambut yang empat, yaitu alis, kumis, bulu mata dan jambang serta wajib mengusapkan air ke tempat tumbuh jenggot yang tipis, bukan yang lebat.
Ketika membasuh muka ucapakanlah:
“Ya Allah, putihkan wajahku dengan cahaya-Mu ketika wajah-wajah para wali-Mu menjadi putih. Dan Janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan-Mu ketika wajah-wajah para musuh-Mu menjadi hitam.”
Lebih ringkasnya:
“Ya Allah, putihkanlah wajahku ketika wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah menjadi hitam.”
Renggangkanlah sela-sela jenggot yang lebat sebelum membasuh muka sebagaimana dikatakan oleh Athiyyah menurut Al-Inani, kecuali bila engkau dalam keadaan ihram. Maka janganlah melakukanya supaya rambutnya tidak tercabut. Ini pendapat Ar-Ramli dan diikuti oleh Ibnu Qasim, Az-Ziyadi dan Asy-Syabramalsi.
Kemudian basuhlah kedua tanganmu dari ujung jari sampai ke siku, dimulai dengan tangan kanan kemudian tangan kiri karena perhiasan di surga mencapai tempat-tempat wudu. Gerakkan cincin dan renggangkanlah sebelum membasuh jari-jarimu.
Ketika mulai membasuh tangan kanan, ucapkan:
“Ya Allah, berilah kitabku dengan tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”
Dan ketika membasuh tangan kiri, ucapkan:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar jangan Engkau berikan
kitabku dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku.”
Kemudian usaplah kepalamu setelah membasuh kedua tanganmu dengan merapatkan telapak tangan kanan dan kirimu dari depan kepala sambil menggerakkan kedua tangan ke belakang, lalu mengembalikan ke depan supaya air mengenai seluruh kepala. Ini adalah sekali, lakukan hal tersebut tiga kali, begitu pula terhadap anggota-anggota yang lain. Dan ucapkanlah:
“Ya Allah, penuhilah aku dengan rahmat-Mu dan turunkan kepadaku dari berkah-Mu dan naungilah aku di bawah naungan Arsy-Mu pada hari tiada naungan, kecuali naungan-Mu.” :
Dalam Al-Adzkar disebutkan pula:
“Ya Allah, haramkan rambut dan kulitku atas api neraka dan naungilah aku dibawah Arsy-Mu pada hari nada naungan selain naungan-Mu.”
Kemudian usaplah kedua telingamu bagian luar dan dalamnya dengan air baru. Masukkan kedua ujung jari telunjukmu ke dalam telinga dan usapkanlah bagian luar telingamu dengan kedua ibu jarimu.









One Comment