Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Maroqil Ubudiyah

Keempar, janganlah memperbanyak makanan sehingga engkau menambah makanan selain waktu puasa. Maka tiada bedanya bagimu antara berbuka dan berpuasa bila engkau penuhi makanan yang biasa engkau makan di waktu siang dan malam dalam sekali makan.

Sesungguhnya yang dimaksud dengan puasa adalah mematahkan sy ahwatmu dan melemahkan kekuatanmu untuk melakukan maksiat supaya , engkau menjadi kuat untuk bertagwa. Apabila engkau makan di waktu petang untuk menebus ketinggalan makananmu dari pagi hingga malam, maka tiada faidah dalam puasamu.

Para ulama berkata: “Barangsiapa yang sempurna laparnya di bulan Ramadhan, ia pun terlindung dari setan hingga Ramadhan berikutnya, karena puasa adalah perisai pada tubuh orang yang berpuasa selama tidak dirusak oleh sesuatu apapun. Apabila ia rusak, masuklah setan dari tempat kerusakan itu.

Demikian dinukil oleh Al-Bujairami dari Asy-Syarani. Perutmu – menjadi berat bagimu dan apa yang terdapat di dalamnya lebih dibenci Allah  dari pada perut yang penuh dengan makanan halal sebagaimana disebutkan dalam hadis. Karena perut yang penuh dengan makanan menyebabkan kerusakan agama dan dunia.

Kebanyakan penyakit disebabkan oleh banyak makan dan pemasukan makanan dalam tubuh sebelum mencernakan makanan yang pertama.

Demikian disebutkan oleh Al-Azizi.

Maka bagaimana halnya bila perut menjadi penuh dari makanan haram. Apabila engkau telah mengetahui makna puasa, maka perbanyaklah puasa menurut kemampuanmu, karena ia adalah dasar ibadat dan kunci kedekatan dengan Allah.

Sebagaimana Nabi  bersabda:

“Allah  berfirman: Setiap kebaikan mendapat pahala sepuluh kali lipat hingga 700 kali, kecuali puasa. Karena ta adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya.”

Artinya Allah  telah menentukan besarnya pahala berbagai macam amal bagi manusia dan jumlahnya berlipat kali dari sepuluh hingga 700 kali kecuali puasa, karena hanya Allah sendiri yang mengetahui jumlah pahalanya dan melipat gandakan kebaikannya.

Maka perkataan, “dan Aku-lah yang membalasnya”, yakni memberi balasan yang banyak tanpa menentukan jumlahnya. Ada yang mengatakan, artinya ialah bahwa puasa itu adalah ibadat yang paling Aku sukai dan paling utama di sisi-Ku.

Nabi bersabda:

“Sesungguhnya bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah daripada bau musik.”

Artinya bau mulut orang yang puasa lebih banyak pahalanya daripada misik yang disunahkan dalam salat Jumat dan majelis zikir. AnNawawi menguatkan makna ini dan mengartikan makna harum sebagai penerimaan puasa dan keridaan atasnya. Al-Mawardi berkata, artinya ia lebih banyak mendekatkan dirimu dari pada misik.

Seorang ulama berkata: “Ketaatan-ketaatan pada hari kiamat mempunyai bau semerbak. Maka bau puasa di antara ibadat-ibadat itu seperti misik.” Ini adalah sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Orang yang ihram dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan sedang mengucapkan Talbiyah.” Sebagaimana diriwayatkan bahwa peniup seruling di bangkitkan sementara serulingnya tergantung di tanganya dan ja melemparkannya, tetapi seruling itu kembali ke tangannya dan tidak berpisah darinya.

“Allah yang Maha Mulia perkataannya berfirman: Sesungguhnya ia meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya karenaAku. Maka puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya.”

Ini adalah hadis Imam Ahmad dari malik dan awalnya ialah sabda Nabi  kepada orang yang menanyainya tentang amal yang paling utama.

Maka beliau menjawab: “Hendaklah engkau berpuasa, karena puasa itu tiada bandingannya. Kemudian beliau melanjutkan, Allah  berfirman, hingga akhirnya.”

Nabi  bersabda:

“Surga mempunyai sebuah pintu bernama Ar-Rayyan yang tidak dimasuki, kecuali orang-orang yang berpuasa.”

Ini adalah janji untuk berjumpa dengan Allah  dalam membalas puasanya. Keterangan tentang ketaatan-ketaatan ini sudah cukup bagimu dari kitab Bidaayatul Hidayat. Apabila engkau memerlukan keterangan zakat dan haji atau penjelasan tambahan tentang salat dan puasa, maka carilah dia dari apa yang telah kami sebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin. Penjelasan salat dan puasa telah ditemukan sebagiannya dalam syarah ini dari kitab Al-Ihya” dan sebagiannya dari berbagai kitab.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker