Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adab al-Suluk Wa al-Tawassul

14 Dan Karena itu Berlombalah Orang-Orang yang Berlomba-lomba

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar Wahai budak nafsu dan hawa, jangan mendakukan status (halah) kaum (sufi). Kau adalah budak nafsu, sementara mereka adalah hamba al-Maula (baca: Allah). Dambaanmu melulu dunia, sementara dambaan mereka adalah setelah dunia (akhirat). Kau hanya melulu melihat dunia, sementara mereka memandang Tuhan bumi dan langit. Keintimanmu hanya dengan makhluk (baca: manusia), sementara mereka intim dengan al-Hagq ‘Azza wa Jalla Sang Pencipta. Hatimu hanya terpaut dengan orang yang di bumi, sementara hati mereka terpaut pada Tuhan Arsy. Kau diburu oleh orang yang kau lihat, sementara mereka tak melihat segala yang kau lihat, melainkan hanya melihat Sanp Pencipta scgala hal yang terlihat Coleh mata-mata ini).

“Kaum sufi berbahagia meraih keselamatan, sementara kau tetap masih tertawan oleh hasrat duniawi dan segala nafsu. Mereka telah lebur binasa dari makhluk, hawa, keinginan, dan angan, hingga mampu mencapai Sang Maharaja Tertinggi (alMalik al- A‘la), lalu Dia menempatkan mereka di puncak tujuan mereka dari ketaatan, pujian, dan sanjungan. Semua itu adalah anugerah Allah yang hanya diberikan-Nya pada orang yang dikehendaki-Nya. Mereka pun melekati hal itu dan senantiasa mendapat

taufiq pertolongan dari-Nya, juga mendapat kemudahan-kemudahan yang tanpa beban kesulitan.

“Jadilah kepatuhan sebagai nyawa dan makanan utama mereka. Dan, jadilah dunia ketika itu bagi mereka sebuah kenikmatan dan kenyamanan, seolah-olah ia bagi mereka adalah Jannah al-Ma’wa (surga). Mereka tidak melihat-segala sesuatu sampai mereka melihat tindakan Allah di belakangnya yang telah menciptakan dan mengadakan (dari ketiadaan). Demi mereka bumi dan langit tetap stabil dan kokoh, serta menjadi tempat bagi yang mati dan yang hidup. Maharaja mereka (baca: Allah) telah menjadikan mereka sebagai pasak bumi yang kukuh. Mereka bagai gunung- gunung yang berdiri kokoh.

“Karena itu, menyingkirlah dari jalan mereka. Jangan ikut berdesak dengan orang- orang yang tidak terbelenggu oleh orang tua dan anak-anak dalam mencapai tujuannya. Mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah diciptakan oleh Tuhanku, juga yang tersebar dan tertanam di muka bumi. Semoga salam kedamaian senantiasa terlimpah atas mereka, juga kehormatan dan berkah-Nya sepanjang usia langit dan bumi.”

15 Sayap-Sayap Iman Adalah Takut dan Harap

WYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar, “Aku pernah melihat seolah-olah tengah berada di suatu tempat yang mirip masjid. Di dalamnya orang- orang saling menyendiri dan memisah. Aku pun berkata (dalam hati) pada diriku,

‘Andai si Polan mau mendidik dan membimbing orang-orang ini.’ Andaianku sembari menunjuk salah seorang shalih. Orang-orang pun lantas berkumpul mengelilingiku. Salah seorang dari mereka bertanya, ‘Mengapa Anda tidak bicara?’ Aku jawab, Jika kalian berkenan, aku akan bicara.’ “Selanjutnya kukatakan pada mereka, Jika memang kalian mengasingkan diri dari khalayak manusia menuju al-Haqq ‘Azza wa Jalla maka jangan sekali-kali kalian meminta sesuatu pun pada manusia dengan lidah kalian. Jika kalian bisa meninggalkan hal itu, maka jangan mengemis pada mereka dengan hati kalian. Sebab, meminta dengan hati sama saja meminta dengan lidah.’

“Ketahuilah,’ lanjutku, ‘Sesungguhnya Allah setiap hari berada dalam kuasa mengubah dan mengganti, meninggikan dan merendahkan. Ada kalangan yang Dia naikkan derajat mereka ke puncak tertinggi (‘Illiyyin), dan ada pula kalangan yang Dia campakkan di kerak terendah dasar terbawah (asfalas safilin).

“Ketakutan orang-orang yang Dia angkat ke puncak tertinggi adalah jika mereka dicampakkan-Nya ke kerak terendah dasar terbawah, sementara harapan mereka adalah semoga Dia mengukuhkan dan memelihara mereka di atas ketinggian posisi yang mereka nikmati .

“Adapun ketakutan yang dicampakkan-Nya ke kerak terendah dasar terbawah adalah jika Dia menetapkan mereka selamanya dalam keterpurukan yang mereka alami, sedangkan harapan mereka adalah semoga Dia mengangkat mereka ke puncak derajat tertinggi

“Setelah itu, tiba-tiba aku terbangun.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker