Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adab al-Suluk Wa al-Tawassul

48 Tidak Ada Hiasan Mata bagi Perindu Selain Buluh Madu

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Barang siapa lebih

memilih tidur daripada shalat

malam, yang membawa ke arah ketakwaan, berarti ia memilih sesuatu yang buruk, sesuatu yang mematikannya dan membuatnya acuh tak acuh terhadap segala keadaan, sebab tidur adalah saudara kematian. Karenanya, Allah tak tidur, sebab Dia bersih dari segala kecacatan. Begitu pula dengan para malaikat, sebab mereka

senantiasa amat dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Begitu pula dengan penghuni langit, sebab mereka sangat mulia dan suci, sehingga tidur akan menghancurkan keadaan hidup mereka.

“Jadi, kebaikan terletak pada keberjagaan, sedangkan keburukan terletak pada tidur

dan ketakacuhan terhadap upaya yang sungguh-sungguh.

“Barang siapa makan dengan dorongan hawa nafsunya, maka ia akan makan banyak, minum banyak, dan tidur banyak, lalu ia pun akan menyesal dengan penyesalan panjang karena telah kehilangan banyak kebaikan.

“Dan, barang siapa makan barang haram sedikit saja, maka ia serupa dengan orang yang makan barang halal kebanyakan. Sebab, barang yang haram menggelapi iman. Bila iman tergelapi, maka doa, ibadah, dan jihad pun tidak akan terwujud.

“Sedangkan, barang siapa makan banyak dari yang halal berdasarkan perintah Allah,

maka ia menjadi seperti orang yang makan sedikit dengan penuh pengabdian. :

“Jadi, sesuatu yang halal adalah cahaya yang ditambahkan pada cahaya, sedangkan sesuatu yang haram ialah kegelapan yang ditambahkan pada kegelapan, yang di dalamnya tiada tersimpan kebaikan sama sekali.

“Namun, makan sesuatu yang halal dengan berlebihan tanpa merujuk pada perintah sebagaimana makan sesuatu yang haram sama-sama menyebabkan tidur, sehingga tidak ada sisi kebaikan sedikit pun di dalamnya.”

49 Setiap Nafsu Cenderung Pada Kesukaan Kekasihnya

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Status diri tidak lepas dari dua kemungkinan; jauh dari kedekatan dengan Allah ‘Azza wa Jalla, atau dekat dan berkomunikasi langsung dengan-Nya.

“Jika kau jauh dari-Nya, mengapa kau masih duduk-duduk berpangku tangan menanti bagian meruah, kenikmatan dan kehormatan yang abadi, keserbakecukupan, keselamatan,  kekayaan,  dan  perantara  di dunia  dan  akhirat.  Segeralah  terbang kepada-Nya dengan dua sayap. Sayap pertama adalah sikap menolak terhadap kesenangan, keinginan-keinginan tak halal, dan sayap kedua adalah sikap menanggung kepedihan, hal-hal tak menyenangkan dan menjauh dari keinginan duniawi dan ukhrawi, agar bisa menyatu dengan-Nya dan dekat kepada-Nya.

Niscaya akan kau peroleh segala yang kau idamkan dan akan kau raih pula kemuliaan besar dan kehormatan yang agung.

“Selanjutnya, jika kau termasuk orang-orang yang dekat dan telah bersambung dengan Allah ‘Azza wa Jalla; yang dianugerahi perhatian-Nya, dilingkupi pemeliharaan-Nya, ditarik cinta-Nya, dikaruniai rahmat dan kasih-Nya, maka tunjukkanlah perilaku terbaik dan jangan berbangga diri dengan semua itu, agar kau tak lalai dalam mengabdi, tidak bersikap kurang ajar dalam melayani, dan tidak terjebak lagi dalam pangkal ketololan berupa kebodohan dan kezhaliman yang diisyaratkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam firman-Nya, ‘Sesungguhnya, manusia itu amat zhalim dan bodoh.’ (QS. al-Ahzab [33]: 72), juga firman-Nya, ‘Dan, manusia itu bersifat tergesa-gesa.’ (Q.S. al-Israa’ [17]: 11).

“Jagalah hatimu dari kecondongan kepada orang dan keinginan-keinginan yang telah kau campakkan, dari ketaksabaran, dari ketidakselarasan, dan dari ketidakridhaan kepada Allah di kala ditimpa musibah. Campakkanlah dirimu ke hadapan-Nya dengan sikap seperti bola di kaki pemain polo yang menggulirkannya dengan tongkatnya, bagai jasad mati di hadapan orang yang memandikannya, dan bagai bayi di pangkuan ibu.

“Membutalah terhadap segala selain-Nya, agar tak kau lihat sesuatu pun selain-Nya— tiada kemaujudan, kemudharatan, manfaat, karunia, dan penahan karunia. Anggaplah orang dan sarana duniawi di kala menderita dan ditimpa musibah sebagai cambuk- cambuk yang Dia gunakan untuk menderamu. Dan, anggaplah keduanya di kala suka sebagai tangan-Nya yang menyuapimu.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker