Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adab al-Suluk Wa al-Tawassul

19 Penuhi Ikrarmu dan Perhatikan Pada Siapa Kau Berikrar

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar, “Jika kau seorang yang lemah iman dan keyakinan, lalu kau mengucapkan sebuah janji, maka tepatilah janjimu dan jangan ingkar agar imanmu tidak lenyap dan keyakinanmu tidak hilang.

“Jika memang hal itu sudah menguat dan mantap di dalam hatimu, dan kau menjadi penerima firman Allah ‘Azza wa Jalla, ‘Sesungguhnya, kamu pada hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi tepercaya di sisi Kami. (QS. Yusuf [12]: 54), lalu seruan ini berulang-ulang datang kepadamu dari hal ke hal, maka kau termasuk orang orang yang khusus (khawwash), bahkan termasuk petinggi orang-orang khusus (khashsh alkhawwash). Tidak ada lagi keinginan atau tuntutan di dalam dirimu, juga amal yang kau merasa ujub karenanya, kedekatan yang kau riyai, posisi yang kau kibarkan, lalu himmah citamu pun melambung. Jadilah kau laksana bejana tertutup yang tidak bisa dimasuki cairan. Tidak ada lagi keinginan di dalam dirimu, juga makhluk, ataupun angan cita akan sesuatu, baik berupa keduniaan maupun keakhiratan. Kau telah disucikan dari segala selain Allah Ta‘ala. Kau berikan seluruh ridhamu kepada-Nya, dan kau pun dijanjikan keridhaan-Nya terhadapmu. Kau diberikan kelezatan dan kenikmatan merasakan tindakan-tindakan Allah Azza wa Jalla secara keseluruhan.

“Maka, ketika itulah dijanjikan kepadamu sebuah janjji. Jika kau merasa lega dengan (janji) itu, dan kau temukan di sana sebentuk keinginan dan dorongan yang memindahkanmu dari janji tersebut ke janji yang lebih tinggi, lalu kau digerakkan ke tempat yang lebih mulia daripadanya, kemudian kau mendapat ganti yang lebih meruah daripada yang pertama, lantas disingkapkan-Nya di hadapanmu pintu-pintu makrifat dan pengetahuan, diperlihatkan-Nya juga misteri segala sesuatu, hakikat hikmah, maslahat-maslahat yang terpendam dalam proses peralihan dari yang pertama menuju yang selanjutnya.

“Bahkan, akan ditambahkan pula ketika itu maqam (kedudukan)-mu dalam menjaga hal, amanahmu dalam menjaga rahasia, juga kecerahan dada, kebersinaran hati, kefasihan lidah, hikmah yang penuh retorika dalam menyampaikan cinta padamu. Kau pun  dijadikan  sebagai  kekasih  seluruh  ciptaan, baik manusia maupun  jin,  serta makhluk-makhluk lainnya di dunia dan di akhirat. Jadilah kau kekasih al-Haqq ‘Azza wa Jalla, dan makhluk mengikuti al-Haqq ‘Azza wa Jalla. Cinta mereka berada di dalam cinta-Nya, dan kebencian mereka berada di dalam kebencian-Nya.

“Begitulah jika kau capai maqam yang tidak menyisakan keinginan apa pun di dalamnya sama sekali. Kau diberi keinginan pada sesuatu, lalu jika keinginan tersebut telah terwujud, maka dihilangkanlah sesuatu tersebut, dan kau pun dipalingkan daripadanya. Apa yang tak diberikan-Nya kepadamu di dunia ini akan dilimpahkan- Nya kepadamu di akhirat kelak yang menambah kedekatan dan keintimanmu dengan al-‘Aliyy al-A‘la (baca: Allah), serta menyejukkan matamu di surga Firdaus tertinggi dan Jannah al-Ma’wa.

“Jika kau tidak menuntut hal itu, atau mengangankan dan mengharapkannya selama kau di dunia yang merupakan rumah kebinasaan, beban kewajiban, dan keletihan ini, akan tetapi harapanmu hanyalah meraih wajah Zat yang telah menciptakan, mewujudkan, menahan, dan melimpahkan segala sesuatu, yang telah membentangkan bumi dan menegakkan langit, sebab itulah harapan, tuntutan, dan keinginan (paling sempurna), maka bisa saja, kau diberi ganti akan hal itu dengan sesuatu yang lebih rendah daripada hal itu atau yang sejajarnya di dunia setelah keberkeping-kepingan hatimu, juga karena kesabaranmu akan tuntutan tersebut, dan wujud pengganti di akhirat sebagaimana yang kami sebutkan di atas.”

20 Iman Adalah Tekad Kuat dan Keyakinan

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar menjelaskan sabda Nabi Muhammad Saw., “Tinggalkan hal yang masih meragukan bagimu pada hal yang tidak meragukan bagimu.”

“Tinggalkan apa yang masih meragukan jika  berkumpul dengan apa  yang  tidak meragukan. Ambil ‘azimah (hukum asli sebelum mendapat keringanan [rukhsah]) yang tidak disusupi keraguan dan kebimbangan, dan tepiskan yang meragukan.

“Adapun jika ada hal meragukan yang tidak menggambarkan penggoresan hati sebagaimana yang diisyaratkan dalam sebuah sabda Nabi, ‘Dosa adalah hal hal yang mengacaukan hati,” tanpa disertai hal pasti (yang tidak meragukan), maka ambillah sikap tidak memilih dan tunggulah kejelasan masalahnya. Jika memang kau diperintahkan untuk mengurusnya, maka lakukan, dan jika dicegah, maka hentikan. Anggaplah hal itu bagimu seperti sesuatu yang tidak pernah ada dan terjadi, lalu kembalilah ke pintu Allah, dan mintalah kejelasan dari Tuhanmu Yang Maha Pemberi.

“Jika kau tidak mampu bersabar, atau untuk meridhai dan bulat menerima, atau sedang melebur (fana’) di dalamnya, maka ingatlah bahwa Dia tidak butuh diingat, namun Dia juga tidak akan pernah lalai terhadapmu maupun selainmu. Dia saja masih tetap memberi makan orang-orang kafir, munafik, dan mereka yang mangkir dari-Nya, lalu bagaimana Dia akan melupakanmu, hai mukmin yang pengesa dan menerima laku ketaatan terhadapNya, juga yang menjalankan perintah-Nya siang dan malam?!

“Ada pandangan lain mengenai makna sabda Nabi Muhammad Saw., “Tinggalkan hal

yang masih meragukan bagimu menuju hal yang tidak meragukan bagimu, yaitu,

‘Tepiskan apa yang ada di tangan manusia dan jangan mengambisikannya. Jangan kau pautkan hatimu padanya dan jangan pula kau mengharap manusia atau menakutinya, akan tetapi ambil saja sebagian karunia Allah ‘Azza wa Jalla yang tidak perlu diragukan lagi keabsahan dan kesuciannya.

“Tahbiskan untuk dirimu hanya satu penanggung jawab tempat kau meminta, satu pemberi, satu tempat yang kau harapi dan kau takuti, serta satu yang kau tambati anganmu, yaitu Tuhanmu Azza wa Jalla yang memegang kepala para raja dalam kuasa tangan-Nya serta yang memegang hati seluruh manusia yang merupakan panglima jasad dalam kuasa tanganNya, juga yang memiliki harta kekayaan seluruh makhluk, baik rakyat jelata maupun bangsawan penguasa. Gerakan tangan mereka saat memberimu tergantung pada izin Allah, perintah, dan penggerakan-Nya, begitu juga penolakan mereka untuk memberimu.’

“Allah berfirman, ‘Dan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.’ (QS. an- Nisaa’ [4]: 32). Firman-Nya lagi, ‘Sesungguhnya, yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintahlah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepadaNya kamu akan dikembalikan,”’ (QS. al-‘Ankabuut [29]: 17). Firman lain, ‘Dan, apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Gawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku.’ (QS. al-Baqarah [2]: 186). Firman senada, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku- perkenankan bagimu.’ (QS. al-Mu’min [40]: 60). Firman lain lagi, ‘Sesungguhnya, Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh’ (QS. al- Dzaariyaat [51]: 58). Dan, firman senada lainnya, ‘Sesungguhnya, Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.” (QS. Ali ‘Imran [3]:

37).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker