Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adab al-Suluk Wa al-Tawassul

76 Ridhakan lah Nafsu Dirimu, Niscaya Ia akan Menjadi Taman Surga

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Wahai sang wali! Senantiasalah berdzikir mengingat Allah, sebab dzikir membawa kebaikan. Juga berpegang teguhlah pada tali Allah, sebab hal itu menjauhkan segala kemudharatan. Dan, bersiap sedialah menghadapi segala ketentuan-Nya, sebab hal-hal itu mesti terjadi dan keridhaan menerimanya tentu bermanfaat. “Ketahuilah bahwa kau akan ditanya tentang gerak-gerikmu. Selamatkanlah anggota tubuhmu dari ketidakbergunaan. Wajiblah bagimu menaati Allah, Rasul-Nya, dan mereka yang mesti ditaati. Pikirkanlah kaum muslim, dan jangan berburuk niat kepada mereka, entah dalam hati, ucapan, atau tindakan.

“Doakanlah orang yang telah menzhalimimu, dan takwalah kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Agung. Wajib bagimu makan segala yang dihalalkan, dan bertanyalah tentang yang tak kau ketahui, kepada orang yang memiliki makrifat. Berbaiklah senantiasa terhadap Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Agung. Bersamalah dengan-Nya. Bersamalah dengan selain-Nya, sepanjang dibutuhkan untuk bersama-Nya.

“Bersedekahlah di kala pagi. Berdoalah di malam hari bagi muslim yang meninggal. Ucapkanlah tujuh kali di pagi hari dan sore hari, ‘Allahumma ajirna min an-nar (Ya Allah! Lindungilah kami dari api neraka.)’ Juga berdoalah selalu, ‘A‘udzu bi Allah asSami‘ al-‘Alim min asy-syaitan ar-rajim (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari Setan yang terkutuk).’

“Lalu, agungkanlah Dia dengan ayat-ayat terakhir surat alHasyr, ‘Dia-lah Allah Yang tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk  Rupa,  Yang  Mempunyai  Nama-Nama  Yang  Paling  baik.  Bertasbih

kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana: (QS. al-Hasyr (59): 22-24). Dan, Allah Maha Pemberi Taufiq lagi Maha Penolong, Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain lantaran Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.”

77 Kasihilah Kekasih Tunggal

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar, “Bersama-samalah dengan Allah seolah-olah tiada makhluk ciptaan lagi (di sekitarmu). Bersamalah dengan makhluk ciptaan tanpa (sertaan) nafsu diri. Jika kau bersama Allah ‘Azza wa Jalla tanpa ciptaan (baca: mengacuhkannya), maka kau telah mentauhidkan Allah dan lebur fana’ dari segalanya. Dan, jika kau bersama makhluk tanpa (sertaan) nafsu diri, maka kau telah berlaku adil dan selamat dari efek-efek samping (pergaulan). “Tinggalkanlah segala sesuatu di luar pintu khalwatmu dan masuklah pintu ‘uzlah sendiri, niscaya akan kau lihat teman (pendamping)-mu dalam khalwat dengan mata nurani, akan kau saksikan pula pemandangan yang tidak kasat mata, nafsu akan mencair lenyap berganti perintah Allah dan kedekatan-Nya.

Jadilah ketidaktahuanmu menjadi tahu, kejauhanmu menjadi dekat, kediamanmu menjadi dzikir, dan kebuasanmu menjadi jinak.

“Ingat! Tidak ada siapa-siapa lagi selain Sang Khaliq dan makhluk. Jika kau pilih Sang Khaliq, maka katakanlah pada makhluk, ‘Sesungguhnya, mereka adalah musuh- musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.” (Q.S. asy-Syu‘araa’ (26): 77).

78 Buah yang Menggairahkan

SELANJUTNYA, Syekh—semoga Allah meridhai dan meridhakannya—berujar, “Barang siapa telah merasakannya, maka ia tentu mengetahuinya. Ada seseorang yang bersikeras menyangkal, ‘Bagaimana seseorang yang telah dilanda kepahitan kuningnya bisa menemukan kelezatan rasa?”

Syekh menjawab, “Ia bekerja melenyapkan segenap syahwat kesenangan dari dalam

hatinya.

“Camkan! Ketika seorang mukmin berbuat kebajikan, maka nafsunya akan berubah menjadi hati, lalu hati itu akan berubah menjadi nurani (sirr), selanjutnya nurani berubah menjadi fana’ (melebur), dan fana’ pun akhirnya berubah lagi menjadi sesuatu yang mewujud.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker