Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adab al-Suluk Wa al-Tawassul

4 Cabuti Benalu-Benalu Hawa Kesenangan Niscaya Pohon Kesempurnaan Tumbuh Membesar

SYEKH— semoga Allah meridhai dan meridhakannya berujar, “Jika kau mati dari makhluk ciptaan, maka  diucapkanlah padamu, ‘Semoga  Allah mengasihimu dan mematikanmu dari hawa kesenanganmu. Lalu, jika kau mati dari hawa kesenanganmu, maka akan diucapkanlah kepadamu, ‘Semoga Allah mengasihimu dan mematikanmu dari kehendak dan cita pengharapanmu. Lantas, jika kau mati dari kehendak diri, maka akan diucapkan kepadamu, ‘Semoga Allah mengasihimu dan menghidupkanmu (kembali).’ Pada tataran inilah, kau akan hidup dalam kehidupan yang  tak  mengenal  kematian  lagi,  juga  dianugerahi  kenikmatan  yang  tiada

menyesakkan penderitaan lagi di belakangnya, dianugerahi kekayaan yang tiada menyisakan kefakiran setelahnya, dianugerahi pemberian yang tidak mengenal penolakan lagi setelahnya, dianugerahi keleluasaan istirahat yang tiada menyisakan beban berat lagi di belakangnya, dilimpahi ilmu yang tidak.mengenal kejahilan setelahnya, dianugerahi ketenteraman yang tidak mengenal ketakutan lagi setelahnya. Kau akan senantiasa  gembira tanpa  sengsara,  mulia  tanpa  terhina, terdekatkan tanpa terjauhkan, terangkat derajat tanpa terhinakan, terhormati tanpa lecehan penghinaan, tersucikan tanpa kotoran. Terwujudlah segala cita pengharapan di dalam dirimu. Ujaran-ujaranmu dipercaya dan dibenarkan. Lalu, jadilah kau orang terkenal yang nyaris tak terlihat, orang terhormat yang tak tertandingi, orang istimewa yang tak tersertai, orang satu-satunya yang tak terduai, satu untuk satu, ganjil untuk ganjil, gaib untuk gaib, rahasia untuk rahasia.

“Jika sudah demikian hal dirimu, maka kau akan menjadi pewaris para rasul, nabi, dan kaum  shiddiq.  Olehmu  kewalian  ditutup  menjadi  penutup  para wali).  Kepadamu berkerumunlah para wali abdal. Lantaran dirimu segala kesulitan tersingkap, mendung-mendung menyiram (hujan), tanaman-tanaman tumbuh bersemi, segala petaka dan ujian terangkat (hilang) dari diri kaum khass dan awam, penguasa dan rakyat, pemimpin dan umat, serta seluruh makhluk melata.

“Kau menjadi pembangkit pusat energi (syuhnah) bagi bangsa dan para hamba. Orang-orang bergegas-gegas mendatangimu, membawa bingkisan dan hadiah, mengabdi kepadamu atas izin Sang Pencipta segala sesuatu (baca: Allah) dalam segala kondisi. Mulut-mulut mereka menyemai puji dan sanjungan padamu di segala tempat. Tiada dua orang mukmin yang berselisih tentang dirimu, wahai penghuni terbaik belantara, pemukiman, dan padang sahara.

“Itulah anugerah Allah yang hanya dianugerahkan-Nya pada orang yang Dia kehendaki. Dan, Allah-lah Pemilik segala anugerah dan pemberian.”

5 Fatamorgana yang Disangka Air oleh Si Dahaga

SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Bila kau lihat dunia berada di tangan para pemilik dan budak-budaknya, dengan segala hiasan, kebatilan, dan perdayanya yang menipu, juga jebakan dan racun-racunnya yang mematikan, disertai lembut sentuhan di penampilan luarnya, namun sangat membahayakan di dalamnya, dengan kelincahan gerak pembinasaan dan kecepatan tindakan mematikannya atas setiap orang yang menyentuh dan keblinger olehnya, yang lalai akan keganasan tipu dayanya dan membatalkan ikrarnya, maka berlakulah seperti orang yang melihat seseorang yang sedang berak di dalam WC, mengeluarkan tahi dan menyeruakkan bau tak sedap, sehingga kau pun akan langsung menutup mata dan hidungmu.

“Demikian pulalah kau seharusnya bersikap terhadap dunia. Jika kau melihatnya, pejamkan matamu dari indah perhiasannya dan tutup hidungmu dari wangi syahwat kesenangan dan kelezatannya, agar kau selamat darinya dan dari segala petakanya. Bagian keduniaanmu akan datang sendiri padamu sambil kau merasa gembira.

“Allah telah berfirman kepada Nabi pilihan-Nya—semoga Allah menganugerahinya kesejahteraan bersama keluarga dan sahabatnya, juga keselamatan, ‘Dan, janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka,  sebagai  bunga  kehidupan  dunia,  untuk Kami uji mereka dengannya, dan karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thaahaa [20]:131).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker