23 Sedikit dari-Nya Adalah Banyak, Kegeraman-Nya Adalah Limpahan, dan Penolakan-Nya Adalah Anugerah
SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Terimalah kerendahan dan lekatilah dengan sungguh-sungguh hingga habis ketentuan-Nya, maka kau akan diangkat ke derajat yang lebih tinggi dan lebih berharga. Kau akan ditempatkan di dalamnya, dan terjaga dari kekerasan duniawi ini, akhirat, kekejian, dan kesesatan. Kemudian, kau akan dibawa kepada Zat yang mengenakkan matamu.
“Ketahuilah bahwa bagianmu takkan lepas darimu dengan pengupayaanmu terhadapnya, sedangkan yang bukan bagianmu takkan kau raih walau kau berupaya keras. Maka dari itu, bersabarlah dan ridhalah dengan keadaanmu. Jangan mengambil atau memberikan sesuatu pun sebelum diperintahkan. Jangan bergerak atau diam semaumu, sebab jika kau berlaku begini, kau akan diuji dengan keadaan yang lebih buruk daripada keadaanmu. Sebab, dengan kekeliruan seperti itu kau berarti berbuat aniaya terhadap diri sendiri dan Allah mengetahui yang berbuat aniaya.
“Allah berfirman, ‘Dan, demikianlah Kami jadikan sebagian orang yang zhalim sebagai teman bagi sebagian yang lain disebabkan oleh yang mereka upayakan.’ (QS. al- An‘aam [6]: 129). Sebab, kau berada di rumah Raja, yang perintah-Nya berdaulat, yang Maha Kuat, yang tentara-Nya amat besar, yang kehendak-Nya berdaulat, yang aturan-Nya sempurna, yang kerajaan-Nya abadi, yang kedaulatan-Nya menyeluruh, yang pengetahuan-Nya tinggi, yang kebijakan-Nya dalam, yang Maha Adil, yang dari- Nya tak zarah pun tersembunyi baik di bumi maupun di langit, dan tak kezhaliman para zhalim pun tersembunyi dari-Nya.
“Allah berfirman, ‘“Sesungguhnya, mempersekutukan (Allah) benar-benar kezhaliman yang besar.’ (QS. Luqman [31]: 13). Firman-Nya lagi, ‘Sesungguhnya, Allah takkan mengampuni siapa pun yang menyekutukan-Nya, dan Dia akan mengampuni selain itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. al-An‘aam [6]: 48).
“Berupayalah sekuat daya untuk senantiasa tak menyekutukan Allah. Jangan mendekati dosa ini dan jauhilah ia dalam segala gerak dan diammu siang dan malam, baik sendirian maupun bersama. Waspadalah terhadap segsla bentuk dosa dalam anggota tubuhmu dan dalam hatimu. Hindarilah dosa yang tampak ataupun tersembunyi. Jangan menjauh dari Allah, sebab Dia akan menjangkaumu. Jangan bersitegang dengan Nya atas takdir-Nya, sebab Dia akan melumatkanmu, jangan
salahkan aturan-Nya, agar kau tak dihinakan-Nya; jangan melupakan-Nya agar kau tak dilupakan-Nya dan tak mengalami kesulitan; jangan mereka-reka di dalam rumah- Nya agar kau tak dibinasakanNya; jangan memperkatakan tentang agama-Nya dengan hawa nafsu agar kau tak binasa, agar hatimu tak gelap, agar iman dan pengetahuanmu tak tercabut darimu, agar kau tak dikuasai oleh kekejianmu, hewanimu, hawa nafsumu, keluargamu, tetanggamu, sahabatmu, ciptaan termasuk kalajengking, ular serta jin rumahmu dan makhluk-makhluk melata lainnya, sehingga dengan demikian hidupmu di dunia ini akan gelap dan kau akan disiksa di akhirat terus-menerus.”
24 Lekatilah Sambutan Zat yang Tiada akan Menutup Pintu-Nya
SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya-berujar, “Jauhilah sekuat daya ketidakpatuhan kepada Allah, Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Bertumpulah kepada pintu-Nya dengan sungguh-sungguh. Berupayalah sekuat daya mematuhi- Nya dengan taubat dan doa, dengan menunjukkan kebutuhanmu atas kepatuhan dan kerendahhatian, dengan khusyuk dan menunduk, dengan tak memandang orang atau mengikuti nafsu hewani, atau mengupayakan balasan duniawi atau ukhrawi, tak mengharapkan maqam yang lebih tinggi.
“Camkanlah bahwa kau adalah hamba Nya, dan bahwa sang hamba serta segala
miliknya adalah milik tuannya, sehingga ia tak dapat mengakui apa pun terhadapnya.
“Berperilaku baiklah dan jangan salahkan Tuhanmu. Segala sesuatu ditentukan oleh- Nya. Segala yang Dia majukan, tak satu pun dapat memundurkannya. Segala yang dimundurkan-Nya, tak satu pun dapat memajukannya.
“Apa yang Allah tentukan bagimu akan kau peroleh tepat pada waktunya, entah kau suka atau tak suka. Maka dari itu, janganlah serakah terhadap yang menjadi milikmu dan jangan cemas akannya. Janganlah merasa menyesal atas apa yang dimaksudkan bagi selainmu.
“Apa yang tidak di sisimu, kemungkinan adalah milikmu, atau milik orang lain. Jika ia milikmu, ia akan datang kepadamu dan kau akan dibawa kepadanya sehingga pertemuan antara kau dan ia terjadi segera. Sedangkan yang bukan milikmu, maka kau akan dijauhkan darinya dan ia pun akan menjauh darimu, sehingga kau dan ia takkan bertemu.
“Allah berfirman, ‘Dan, janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan duniawi ini, agar Kami coba mereka dengannya. Dan, karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (QS. Thaahaa [20]: 131).
“Allah telah melarangmu memerhatikan yang bukan hakmu. Dia telah memperingatkanmu bahwa yang selain ini adalah cobaan, yang dengannya Dia menguji mereka dan bahwa keridhaanmu dengan bagianmu lebih baik bagimu, lebih suci dan lebih disukai; maka jadikanlah ini sebagai jalanmu, yang melaluinya kau akan memperoleh segala kebaikan, rahmat, kegembiraan, dan keindahan. Allah berfirman,
‘Tiada jiwa pun yang tahu apa yang disembunyikan bagi mereka, yaitu yang akan mengenakkan mata, sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat.’ (QS. as- Sajdah [32]: 17).
“Tiada kebajikan selain kelima jalan pengabdian di atas, penghindaran dari segala dosa, dan tiada lebih besar, lebih mulia, dan lebih disukai oleh Allah selain yang kami sebutkan kepadamu. Semoga Allah mengaruniaimu dan kami kemampuan untuk melakukan yang disukai-Nya.”
25 Cukup Cinta-Nya sebagai Kenikmatan
SYEKH—semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar ‘Jangan berkata, wahai orang yang malang! Yang darinya dunia dan orang-orangnya telah memalingkan muka mereka, yang hina, yang lapar dan yang dahaga, yang telanjang, yang hatinya terpanggang, yang merambah ke setiap sudut dunia, di setiap masjid dan tempat- tempat sunyi, yang terjauhkan dari setiap pintu, yang terhancurkan, yang jemu dan yang kecewa dengan segala keinginan dan kerinduan hati—jangan berkata bahwa
Allah telah membuatmu miskin, menjauhkan dunia darimu, telah menjatuhkanmu, telah menjadi musuhmu, telah membuatmu kacau, tak mengukuhkan jiwamu, telah menghinakanmu, dan tak mencukupimu di dunia ini, telah mengelapimu, tak memuliakan namamu di tengah-tengah manusia, sedangkan kepada selainmu Dia anugerahkan banyak rahmat-Nya siang dan malam, memuliakan mereka atasmu dan keluargamu, padahal kamu sama-sama muslim dan mukmin dan nenek moyangmu sama-sama Hawa dan Adam, sang manusia terbaik.
“Ya, Allah telah memperlakukanmu begini, sebab fitrahmu suci dan kesejukan kasih sayang Allah terus-menerus melimpahimu dalam bentuk kesabaran, kepasrahikhlasan, dan pengetahuan. Dan, cahaya iman serta tauhid menimpamu. Maka pohon imanmu, akarnya, dan benihnya menjadi kuat, penuh dedaunan, buah, cabang dan rantingnya merambah ke manamana sehingga menimbulkan keteduhan. Setiap hari kian besar sehingga tak perlu lagi pertumbuhannya dibantu.
“Beginilah Allah memperlakukan sendiri segala keadaanmu. Dia menganugerahimu tempat tinggal nan abadi di akhirat dan sekaligus menjadikanmu pemiliknya dan akan menganugerahkan kepadamu karunia-karunia yang tiada mata pernah melihat, tiada telinga pernah mendengar, dan tiada hati manusia pernah merasakan.
“Allah berfirman, ‘Tiada jiwa pun yang tahu apa yang disembunyikan bagi mereka, yaitu yang akan mengenakkan mata, sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat. (QS. as-Sajdah [32]: 17). Yaitu, balasan atas kepatuhan dan kepasrahan mereka kepada Allah dalam segala hal.
“Mengenai orang lain yang Allah telah anugerahkan hal duniawi, menjadikannya sebagai pemiliknya, merahmatinya, dan melimpahkan karunia-Nya, Dia melakukan yang demikian ini lantaran keimanan orang ini bagai padang tandus, yang di dalamnya tak memungkinkan air, pohon, tetumbuhan, dan bebuahan mewujud.
“Maka, Dia tebarkan di dalamnya rabuk dan segala yang serupa itu, yang menumbuhkan tetumbuhan dan pepohonan, dan inilah dunia dan segala isinya, untuk menjaga segala yang telah ditumbuhkan-Nya di dalamnya, yang berupa pohon iman dan tanaman amal. Andai kata hal-hal ini pupus darinya, maka tanah, tetumbuhan,
dan pepohonan akan menjadi kering, buahnya luruh dan keseluruhan pedusunan akan menjadi sunyi, dan Yang Maha Kuasa lagi Maha Agung menghendakinya dihuni dan ceria.
“Maka, pohon iman seorang yang kaya lemah akarnya dan hampa yang akan mengisi pohon imanmu. Wahai sufi, sesungguhnya kekuatan lainnya dan kesinambungan kemaujudannya tergantung pada dunia dan aneka nikmatnya yang kau lihat pada pemiliknya, dan tiada padanya yang lebih disukai selain yang telah kulukiskan bagimu.
“Semoga Allah menganugerahi kita daya untuk menggapai yang dicintai-Nya. Jadi, kekuatan dan kesinambungan karunia duniawi yang kau dapati padanya—andai kata semua ini tercerabut darinya, sedangkan pohonnya lemah, sehingga pohon itu akan menjadi kering dan si orang kaya ini akan menjadi kafir, munafik, dan murtad, jika Allah mengirimkan bagi orang kaya ini tentara kesabaran, keteguhan, pengetahuan, dan aneka ketercerahan ruhani yang memperkokoh imannya, maka ia takkan merasa kehilangan dengan lenyapnya kekayaan dan karunia.”









One Comment