PERJALANAN KE NEGERI SYAM
Tatkala Muhammad mencapai usia dua belas tahun, pamannya, Abu Thalib, bermaksud hendak mengadakan misi dagang ke negeri Syam. Akan tetapi, kelihatan Muhammad sangat berat ditinggalkan oleh Abu Thalib sehingga akhirnya, karena kasihan, Abu Thalib mengajak Muhammad bersamanya ke negeri Syam. Perjalanan ini adalah untuk yang pertama kalinya dan mereka tidak begitu lama melakukan perjalanan ini. Sesampainya mereka di dekat daerah Bushra, seorang pendeta Yahudi bernama Buhaira datang menemui orang-orang dari kafilah Abu Thalib. Pendeta Yahudi itu menanyakan kepada mereka tentang berita yang terdapat di dalam kitab suci orang-orang Yahudi, yaitu mengenai diutusnya seorang nabi dari kalangan bangsa Arab yang saatnya sudah tiba. Mereka menjawab bahwa sampai saat itu belum tampak tanda-tandanya.
Ungkapan ini sering dilontarkan oleh orang-orang ahli kitab sebelum Rasulullah saw. diutus, baik dari kalangan orang Yahudi maupun dari kalangan orang Nasrani. Akan tetapi, Allah swt. telah berfirman di dalam Kitab-Nya: , ,
Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang: orang yang ingkar itu. (QS. 2 Al-Bagarah: 89)





One Comment