Sejarah

Terjemahan Kitab Nurul Yaqin

HIJRAH KAUM MUSLIMIN KE MADINAH

Ketika orang-orang Anshar kembali ke Madinah, agama Islam semakin bertambah semarak lebih dari semula. Sedangkan Hasulullah dan para sahabatnya mendapat tekanan yang lebih keras lagi dari kaum musyrikir sebab orang-orang musyrik telah mendengar berita bahwa Rasulullah telah mengadakan perjanjian dengan penduduk Madinah untuk melawan me. reka. Hal ini membuat mereka makin memusuhi Rasulullah saw.

Selanjutnya Rasulullah saw. memerintahkan seluruh kaum Muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Kemudian mereka secara diam-diam be. rangkat ke Madinah karena takut ketahuan oleh orang-orang Quraisy. Jika mereka mengetahui hal tersebut, niscaya mereka akan mencegahnya. Orang yang mula-mula keluar dari Makkah adalah Abu Salamah al. Makhzumi bersama istrinya, Ummu Salamah. Pada mulanya kaum Ummu Salamah mencegahnya mengikuti jejak suaminya, tetapi akhirnya mereka membiarkannya juga pergi bersama suaminya, lalu Ummu Salamah menyusul suaminya dan berangkat menuju Madinah.

Secara berturut-turut kaum Muhajirin hijrah ke Madinah seraya mem. bawa agama mereka, agar mereka dapat beribadah kepada Allah, karena hal ini telah mendarah daging dalam diri mereka. Mereka tidak lagi mempedulikan berpisah dengan tanah air tercinta dan jauh dari orang-orang tua dan anak-anak mereka selagi hal itu merupakan kerelaan Allah dan Rasul-Nya.

Pada saat itu kaum Muslimin yang masih tetap berada di Makkah hanyalah Sahabat Abu Bakar, Sahabat ‘Ali, Sahabat Shuhaib, Sahabat Zaid, dan beberapa orang yang tidak mampu melakukan hijrah mengingat kondisi mereka yang tidak memungkinkan. Sahabat Abu Bakar sendiri sangat menginginkan hijrah, tetapi Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Tenanglah engkau, karena sesungguhnya aku sedang menunggu-nunggu izin dari Allah untuk melakukannya.” Abu Bakar bertanya, “Ayahku menjadi tebusan engkau. Apakah memang engkau sedang mengharap-harap hal tersebut?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya.” Maka Sahabat Abu Bakar mengekang keinginannya itu demi Rasulullah saw. Ia mengerti bahwa dirinya diperlukan oleh Rasulullah saw. untuk menemaninya. Akan tetapi, Sahabat Abu Bakar tidak tinggal diam. Ia memberikan makanan secukupnya kepada dua ekor unta miliknya sebagai persiapan untuk kendaraan dalam hijrah nanti, dan Sahabat Abu Bakar sering tidak tidur.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker