PERMULAAN PEPERANGAN
Kebiasaan yang dilakukan oleh orang Quraisy ialah pergi ke negeri Syam membawa barang dagangan mereka. Di negeri Syam mereka menjual barang dagangan itu dan sekaligus mereka pun berbelanja. Kafilah yang membawa barang dagangan ini dinamakan ir (ekspedisi perdagangan). Untuk menjaga keamanan kafilah tersebut banyak orang terhormat dan orang kaya yang ikut serta melakukan tugas ini. Akan tetapi, perjalanan mereka ke negeri Syam mesti melewati kota Hijrah (Madinah). Maka Rasulullah saw. menggunakan kesempatan ini untuk mencegat iring-iringan orang musyrik Makkah, baik yang berangkat maupun yang sedang menuju perjalanan pulang. Hal ini dilakukan supaya dijadikan hukuman buat kaum musyrikin Makkah sehingga kekuatan ekonomi mereka melemah, dan jelas akan mempengaruhi daya tempur mereka di medan perang yang pasti akan terjadi. Kami katakan peperangan pasti terjadi karena orang Quraisy pasti tidak akan membiarkan orang yang mereka anggap kurang waras yang dulunya mereka anggap bijak. Mereka tidak akan membiarkan pula orang yang mencela peribadatan mereka, terlebih lagi mereka menganggap bahwa diri mereka merupakan teladan bangsa Arab dalam masalah agama. SARIYYAH”
Pada bulan Ramadan Rasulullah saw. mengirimkan pamannya, Hamzah ibnu ‘Abdul-Muththalib, untuk memimpin tiga puluh orang pasukan yang terdiri dari kaum Muhajirin. Rasulullah saw. memberinya panji berwarna putih yang dibawa oleh Abu Martsad, sekutu Hamzah. Pasukan sariyyah ini dimaksud untuk menghadang kafilah ekspedisi dagang orang Quraisy yang kembali dari negeri Syam. Dalam kafilah ini terdapat Abu Jahal dan tiga ratus orang kaum musyrikin yang menjadi teman-temannya. Sahabat Hamzah berangkat membawa pasukannya sampai di tepi pantai laut yang terletak di daerah Al-‘Aish?. Mereka bertemu dengan kafilah tersebut, Akan tetapi, tatkala kedua golongan itu telah berhadap-hadapan, tiba-tiba muncullah seseorang yang bernama Majdi ibnu ‘Amr al-Juhani memisah kedua golongan yang akan bertempur itu. Akhirnya mereka menaatinya dan tidak jadi berperang. Rasulullah saw. berterima kasih sekali atas peran yang dilakukan oleh Majdi karena pada waktu itu personel pasukan Mug limin sedikit, sedangkan musuh mereka jauh lebih banyak.
Pada bulan Syawal tahun itu juga Rasulullah saw. mengirimkan ‘Ubaidah ibnul-Harits, Saudara sepupu Sahabat Hamzah, untuk memim. pin delapan puluh orang pasukan berkuda dari kalangan Muhajirin. Ra. sulullah membuat panji berwarna putih untuk pasukan tersebut. Sebagai pembawanya ialah Misthah ibnu Atsatsah. Tujuannya ialah untuk meng. hadang kafilah dagang kaum Quraisy yang melewati kawasan tersebut, Kafilah itu dikawal oleh dua ratus orang pasukan. Mereka bertemu dengan iring-iringan ekspedisi di Lembah Rabigh.” Lalu terjadilah saling panah dj antara kedua pasukan. Akan tetapi, pasukan kaum musyrikin merasa takut bahwa hal itu merupakan jebakan yang sengaja dipasang oleh kaum Muslimin. Akhirnya mereka lari dan kalah, tetapi kaum Muslimin tidak mengejarnya. Pada saat itu ada di antara pasukan kaum musyrikin yang membelot lari ke pihak tentara Muslimin. Mereka adalah Al-Migdad ibnul. Aswad dan ‘Atabah ibnu Ghazwan karena pada kenyataannya kedua orang tersebut sebelumnya telah masuk Islam. Mereka berdua sengaja ikut ke dalam pasukan kaum musyrikin untuk bergabung dengan kaum Muslimin.





One Comment