Sejarah

Terjemahan Kitab Nurul Yaqin

PEMBATALAN SHAHIFAH

Kemudian bangkit lima orang dari kalangan orang-orang terhormat kabilah Quraisy. Mereka menuntut supaya perjanjian yang tertera dalam shahifah yang isinya zalim itu dibatalkan. Mereka adalah Hisyam ibnu ‘Arnr ibnul-Harits al-‘Amiri, yang paling sengit di antara kelima orang itu dalam memperjuangkan tuntutan ini, kemudian Zuhair ibnu Abu Umayyah al-Makhzumi, anak bibi Rasulullah, ‘Atikah: Al-Muth’im ibnu ‘Addiy an-Naufalis AbulBukhturi ibnu Hisyam al-Asadi: dan Zam’ah Ibnul-Asad al-Asadi. Mereka mengadakan kesepakatan mengenai hal ini pada malam hari. Keesokan harinya mereka berangkat, kemudian Zuhair melakukan thawaf di Ka’bah sambil membawa perhiasan emas. Orangorang berdatangan kepadanya. Lalu ia berkata, “Hai penduduk Makkah, apakah kita tega makan kenyang dan berpakaian sepuasnya, sedangkan Bani Hasyim dan Banil-Muththalib kelaparan? Mereka tidak dapat melakukan jual-beli sama sekali. Demi Allah, saya tidak akan duduk dan bertopang dagu sebelum shahifah yang zalim dan memutuskan silaturrahim itu dirobek-robek.”

Abu Jahal berkata, “Engkau berdusta.” Tetapi Zam’ah menjawab perkataan Abu Jahal, “Engkau, demi Allah, adalah orang yang paling berdusta. Sebenarnya kami tidak rela ketika engkau menulis shahifah itu.” Kemudian Abul-Bukhturi berkata, “Benarlah apa yang dikatakan oleh Zam’ah.” Tak ketinggalan Muth’im ibnu ‘Abdi pun berkata, “Kalian berdua memang benar, dan dustalah orang yang mengatakan selain itu.” Kemudian Hisyam membenarkan apa yang telah dikatakan teman-temannya. Maka al-Muth’im ibnu ‘Abdi berdiri menuju tempat shahifah digantungkan untuk merobek-robeknya. Akan tetapi, sesampainya di tempat itu ternyata shahifah tersebut telah dimakan rayap: tiada suatu tulisan pun yang tertinggal kecuali nama Allah yang masih utuh.

Akan tetapi, sebelum kejadian tersebut Rasulullah saw. telah terlebih dahulu memberitahukan kepada Abu Thalib, pamannya, tentang rayap yang memakan shahifah tersebut. Setelah shahifah itu dibatalkan, kaum yang diasingkan itu kembali ke rumah mereka masing-masing sesudah sekian lama mereka menahan derita.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker