Sejarah

Terjemahan Kitab Nurul Yaqin

HASIL-HASIL DI MAKKAH

Dalam pembahasan ini kami akan mengemukakan hal-hal yang telah dita. namkan oleh Rasulullah saw. sewaktu di Makkah, berupa pokok-pokok agama (ushulud-din). Hal tersebut ada dua perkara, yaitu:

Pertama: Meyakini keesaan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun dalam hal ibadah, apakah sesuatu itu berupa berhala seperti apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang musyrik Makkah, atau berupa bapak, istri, anak seperti yang telah dilakukan oleh agamaagama lain, misalnya seperti agama Nasrani. Seandainya tidak ada ke. yakinan bahwa Allah itu Mahaesa, pasti orang tidak akan membebani dirinya dengan kewajiban melaksanakan norma-norma kehidupan berupa akhlak dan etika. Akan tetapi, ia pasti akan hidup sekehendak hawa nafsunya demi mencapai kepuasannya selagi apa yang dilakukannya itu tidak terlihat oleh orang lain.

Kedua: Percaya akan adanya hari kebangkitan dan bahwa di sana terdapat alam lain bagi manusia, di dalam alam tersebut setiap orang akan menerima pembalasan atas amal perbuatannya sewaktu ia hidup di dunia. Apabila amal perbuatannya itu baik, maka balasannya akan baik pula. Apabila amal perbuatannya buruk, niscaya balasannya akan buruk pula.

Kedua masalah inilah yang mendominasi kandungan ayat-ayat AlQuran yang diturunkan di Makkah. Jarang sekali surah Makkiyyah yang tidak membahas kedua masalah tersebut, tetapi pasti dipenuhi dengan dalil-dalil yang menunjukkan kedua masalah itu, dan pasti mengandung celaan terhadap orang-orang yang meninggalkannya. Semuanya itu disuguhkan oleh Al-QQur’an dengan metode yang memikat akal dan penuh dengan bukti-bukti yang terang. Di dalamnya terkandung semua manfaat dunia dan akhirat bagi umat manusia.

Telah diturunkan kepada Rasulullah saw. sebagian besar Al-QQur’an di Makkah, sedangkan bagian lainnya, terdiri dari dua puluh tiga surah, tidak diturunkan di Makkah. Surah-surah yang tidak diturunkan di Makkah itu jalah Al-Bagarah, Ali ‘Imran, An-Nisa, Al-Maidah, Al-Anfal, At-Taubah, Al-Haj, An-Nur, Al-Ahzab, Al-Qital (Muhammad), Al-Fath, Al-Hujurat, AlHadid, Al-Mujadilah, Al-Hasyr, Al-Mumtahanah, Ash-Shaf, Al-Jumw’ah, Al-Munafigun, At-Taghabun, Ath-Thalag, At-Tahrim, dan An-Nashr. Se mua surah tersebut diturunkan di Madinah, sedangkan yang lainnya diturunkan di Makkah.

Ketika Rasulullah saw. singgah di Quba’, dia tinggal di rumah syekh dari Bani ‘Amr, yaitu Kultsum ibnul-Hadm. Akan tetapi, manakala Rasulullah saw. menerima orang-orang dan berbicara kepada mereka, hal itu dilakukannya di rumah Sa’d ibnu Khaitsamah karena Sa’d adalah seorang duda. Sahabat Abu Bakar tinggal di AsSanh (salah satu daerah di kota Madinah), yaitu di rumah Kharijah ibnu Zaid dari kalangan BanilHarits, kabilah Khazraj.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker