TENTANG HIJRAHNYA PARA NABI
Dengan peristiwa hijrah ini berarti Rasulullah saw. telah memenuhi sunnah (perjalanan) saudara-saudaranya, yaitu para nabi sebelumnya. Tiada seorang pun dari para nabi yang tidak dikeluarkan dari tempat kelahirannya, kemudian hijrah meninggalkannya. Hal ini telah dilakukan sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi ‘Isa a.s. Sekalipun mereka semua memiliki derajat yang besar dan kedudukan yang tinggi, mereka dihina oleh kaumnya sendiri. Tetapi mereka sabar dalam menghadapi ujian ini, supaya mereka menjadi teladan yang baik bagi para pengikutnya di kemudian hari dalam hal keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang tidak disukai selagi hal tersebut dalam rangka taat kepada Allah.
Lihatlah negeri Mesir dan sejarahnya. Anda pasti akan mendengar tentang Nabi Ya’gub dan anak-anaknya. Mereka hijrah ke Mesir tatkala melihat penduduk Mesir menyambut dengan baik kehadiran mereka di negerinya, dan membiarkan mereka menunaikan ibadahnya sebagai penghormatan mereka kepada nabi Yusuf dan kebijaksanaannya. Hanya saja, setelah bertahun-tahun orang Mesir lupa akan jasa Nabi Yusuf terhadap mereka. Akhirnya mereka mulai menekan dan menyakiti Bani Israil. Lalu kaum Bani Israil di bawah pimpinan Nabi Musa dan Nabi Harun keluar dari negeri tersebut supaya mereka dapat menunaikan kewajiban mereka kepada Allah, yaitu menyembahnya.
Nabi ‘Isa a.s. lari dari orang Yahudi ketika mereka mendustakannya dan bermaksud membunuhnya sehingga di antara ajaran-ajaran yang disampaikan oleh nabi ‘Isa kepada murid-muridnya ialah, “Berbahagialah orang-orang yang diusir demi kebajikan karena sesungguhnya mereka memperoleh kerajaan langit (surga).” Selanjutnya Nabi ‘Isa pun pernah mengatakan kepada murid-muridnya, “Bergembiralah dan beribadahlah kalian karena sesungguhnya pahala kalian besar, dan tidak aneh karena mereka telah mengusir nabi-nabi sebelum kalian.”
Lihatlah negeri-negeri yang telah tertimpa azab Allah swt. karena kekufuran penduduknya seperti negeri kaum Nabi Luth, kaum ‘Ad, dan kaum Tsamud. Mereka akan menceritakan tentang hijrah para Nabi dari negeri-negeri tersebut sebelum ditimpa oleh azab Allah. Tidak aneh bila Rasulullah saw. hijrah meninggalkan negeri yang penduduknya telah mencegahnya menyampaikan risalah yang telah dikehendaki oleh Allah swt. Sehubungan dengan hal ini Allah swt. telah berfirman:
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum kamu, dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (Q.S. 38 Al-Ahzab: 62)





One Comment