PERKAWINAN DENGAN SITI KHADIJAH
Setelah keduanya tiba kembali di Makkah. Siti Khadijah melihat hasil penjualannya ternyata mendapat laba yang sangat besar. Maka ia mulai tertarik kepada Muhammad. Lalu Siti Khadijah mengirimkan utusan untuk menyatakan kesediaan dirinya menjadi teman hidup Muhammad. Siti Khadijah pada saat itu berumur empat puluh tahun dan termasuk orang yang mempunyai kedudukan di kalangan kaum Quraisy dan paling banyak hartanya. Muhammad bersama paman-pamannya segera menemui paman Siti Khadijah, ‘Amr ibnu Asad, dan mengajukan lamaran untuk memperistri Siti Khadijah melalui pamannya, Abu Thalib. Paman Siti Khadijah menikahkan keponakannya itu dengan Muhammad. Pada hari itu Abu Thalib mengucapkan khotbahnya yang terkenal seperti berikut ini:
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai anak-cucu Nabi Ibrahim: keturunan Nabi Isma’il: berasal dari Ma’ad, dan lahir dari kalangan Mudhar. Dia telah menjadikan kita sebagai pengurus Bait-Nya (Ka’bah) dan pelindung tanah sucinya. Dan dia telah menJadikan untuk kita Ka’bah yang diziarahi dan tanah suci yang aman, serta Dia pulalah yang menjadikan kita sebagai pemimpin manusia. Kemudian sesungguhnya keponakanku ini, Muhammad ibnu ‘Abdullah, tiada seorang pun yang dapat mengimbanginya dalam hal kehormatan, kemuliaan, dan keutamaannya. Bila dalam hal harta benda tidak banyak yang dimilikinya, maka sesungguhnya harta itu adalah bayangan yang pasti lenyap karena ia merupakan penghambat dan pinjaman yang pasti dikembalikan. Dia, demi Allah, sesudah peristiwa ini memiliki berita yang besar dan kedudukan yang agung. Dan dia telah datang kepada kalian untuk melamar putri kalian, Siti Khadijah, dan dia telah memberikan maskawin untuknya sebanyak anu.
Setelah itu dilangsungkanlah akad nikah di antara keduanya. Siti Khadijah sebelum itu pernah nikah dengan Abu Halah, lalu Abu Halah meninggal dunia dan mempunyai seorang putri bernama Halah dari hasil perkawinannya dengan Siti Khadijah. Selanjutnya Halah menjadi anak tiri Muhammad.





One Comment