Sejarah

Terjemahan Kitab Nurul Yaqin

BERITA GEMBIRA TAURAT MENGENAI RASULULLAH

Allah swt. telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. Di dalamnya terkandung syariat-syariat yang sesuai dengan kondisi umat pada masa itu. Kemudian Allah menyebutkan pula di dalamnya tentang para nabi yang kelak akan diutus-Nya berdasarkan pengetahuan-Nya. Di antara berita gembira yang disebutkan dalam kitab Taurat ialah berita tentang kedatangan Rasul kita yang mulia yang ditujukan kepada Nabi Musa a.s. Berita gembira tersebut berbunyi sebagai berikut, “Kelak Aku akan menjadikan di antara mereka seorang nabi seperti engkau dari kalangan saudara-saudara mereka, dan Aku akan menjadikan kalam-Ku (firman-Ku) melalui mulutnya, kemudian ia berbicara kepada mereka tentang segala sesuatu yang Aku perintahkan. Barang siapa tidak menaati sabdanya yang dikatakannya atas nama-Ku, maka Akulah yang akan menghukumnya. Adapun mengenai nabi yang berani lancang berbuat takabur dan berkata atas nama-Ku padahal Aku tidak menyuruhnya, atau ia berkata atas nama tuhan lain, maka hendaknya ia dibunuh. Bila engkau ingin membedakan nabi yang benar dan nabi yang dusta (palsu), berikut ini adalah petandanys untuk engkau ingat, yaitu bahwa apa yang dikatakan oleh nabi atas nama Rabb, sedangkan Rabb tidak mengatakannya, dan ia hanya sematamata berdusta dengan maksud ingin mengagungkan dirinya, engkau tidak usah takut terhadapnya.” Yahuda berkata bahwa subjek berita gembira ini ada. lah Yosua bin Nun, pengganti Nabi Musa a.s. padahal mereka masih tetap menunggu-nunggu seorang nabi lain sewaktu mereka berada di masa Al. Masih selain Al-Masih itu sendiri. Mereka mengirimkan utusan kepada Yahya (Yohanes) si pembaptis untuk menanyakan tentang kedudukan dirinya. Untuk itu mereka mengatakan, “Apakah engkau Elia?” Yahya men. jawab, “Bukan.” Lalu mereka bertanya lagi, “Apakah engkau Al-Masih” Yohanes menjawab, “Bukan.” Mereka bertanya kembali, “Apakah engkau seorang nabi?” Yohanes menjawab, “Bukan.” Lalu mereka berkata, “Mengapa engkau membaptis jika memang engkau bukan Elia, bukan Al-Masih, dan bukan pula seorang nabi?” Kesaksian ini menunjukkan bahwa kitab Taurat menyatakan berita gembira tentang Elia, Al-Masih, dan seorang nabi lainnya yang masih belum datang hingga zaman Nabi ‘Isa a.s.

Selanjutnya kitab Taurat pun mengatakan tentang sifat dan ciri khas Nabi saw., bahwa dia seperti Musa. Telah dinaskan pula pada akhir kitab Ulangan bahwa tidak akan ada seorang nabi lagi yang seperti Nabi Musa di kalangan Bani Israil. Telah disebutkan pula di dalamnya berita gembira yang menyatakan bahwa nabi yang berdusta atas nama Allah dibunuh. Hal ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh Al-Quran melalui firman-Nya: ,

Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya, kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (Q.S. 69 Al-Haggah: 44-46)

Nabi kita tinggal bersama musuh-musuh bebuyutannya dari kalangan kaum mugyrikin dan orang-orang Yahudi selama dua puluh tiga tahun sambil menyeru mereka untuk beribadah kepada Allah. Sekalipun demikian, Allah memelihara diri Nabi saw. dan gangguan mereka. Untuk menenangkan hatinya Allah swt. menurunkan firman-Nya: , “

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Q.S. 5 Al-Maidah: 87)

Apakah terhadap hal tersebut Allah tidak mampu melakukannya? Dia Mahakuasa terhadap segala sesuatu dan Mahakuasa untuk menurunkan azab terhadap orang yang menuduh Nabi saw. berkata dusta, dan Dialah yang berfirman:

Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah.” Maka jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu, dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimahkalimah-Nya. (Al-Quran) Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S. 42 Asy-Syura: 24)

Berita gembira tersebut telah memberikan informasi kepada kita semua tentang tanda-tanda yang dengan melaluinya kita dapat membedakan nabi yang benar dan nabi yang dusta, yaitu melalui ramalannya yang tepat terhadap apa yang akan terjadi di kemudian hari. Memang Nabi saw. banyak memberitakan hal yang akan terjadi di kemudian hari, kemudian ternyata kejadiannya sesuai dengan apa yang telah dikatakannya. Di antara beritaberita tersebut ada yang tidak dapat ditelaah dengan cara ramalan atau dugaan akal, yaitu seperti berita yang dinyatakan oleh Nabi saw. bahwa kekaisaran Romawi kelak akan dikalahkan oleh Kerajaan Persia dengan kekalahan yang sangat parah sehingga digambarkan oleh Nabi saw. bahwa orang-orang Persia hampir saja menguasai Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi. Selanjutnya digambarkan pula oleh Nabi saw. bahwa orang-orang Romawi beberapa tahun kemudian berhasil menghimpun kekuatannya, lalu mereka dapat merebut kembali kekalahannya beberapa tahun yang silam. Dapat disimpulkan bahwa berita yang tepat itu tiada lain hanyalah dari sisi Allah swt. belaka. Oleh sebab itu, sebagian kaum musyrikin yang terdiri dari kaum Quraisy merasa heran sekali dengan ketepatan ramalan Nabi saw. sehingga disebutkan bahwa sahabat Abu Bakar r.a. bertaruh dengan mereka, dan ternyata kejadiannya sesuai dengan apa yang telah diberitakan oleh Nabi saw. berdasarkan wahyu dari Allah swt. Akhirnya Sahabat Abu Bakar berhasil meraih kemenangan dari taruhannya itu. Hal tersebut merupakan sekelumit dari banyak hal yang keterangannya akan menyusul nanti, insya Allah secara terinci.

Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan dalam kitab Asy-Syifa bahwa ‘Atha ibnu Yasar pernah bertanya kepada Sahabat ‘Amr ibnul-Ash r.a. tentang sifat Rasulullah saw. ‘Amr ibnul. ‘Ash menjawab, “Ya memang, demi Allah, sesungguhnya Nabi saw. telah disebutkan sifat-sifatnya dalam kitab Taurat sesuai dengan sebagian sifatnya disebutkan oleh firman-Nya: –

Hat Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (Q.S. 33 Al-Ahzab): 45)

Berita dalam kitab Taurat tersebut mengatakan, “Demi memelihara kaum yang ummi (buta huruf), engkau adalah hamba dan rasulKu. Kunamakan engkau Al-Mutawakkil (orang yang bertawakkal) yang tidak keras, tidak berhati kasar, dan tidak bersuara gaduh di pasar-pasar. Dia tidak menolak keburukan dengan keburukan yang lain, tetapi dia pemaaf dan pengampun. Allah tidak akan mematikannya sebelum agama-Nya tegak kokoh sehingga mereka mau mengatakan Ia ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah), sebelum Allah membukakan mata yang buta dan telinga yang tuli serta hati yang terkunci.”

Al-Gadhi ‘Iyadh meriwayatkan hal yang serupa melalui Sahabat ‘Abdullah ibnu Sallam r.a. Dahulu ‘Abdullah ibnu Sallam adalah pemimpin orang Yahudi, tetapi :a tidak menghiraukan kedudukannya itu, dan dengan sukarela ja masuk agama yang lurus, yaitu agama Islam. Demikian pula Ka’b Al-Ahbar, bekas pendeta Yahudi, ia berbuat serupa. Menurut riwayat lain yang disebutkan dalam kitab Taurat sehubungan dengan berita gembira tentang Nabi saw. adalah seperti berikut ini: “Tidak pernah mengeluarkan perkataan keras sekalipun di pasar-pasar dan tidak pula pernah mengatakan hal-hal yang tidak senonoh. Aku selalu membimbingnya kepada setiap perbuatan yang indah (baik). Aku memberinya semua akhlak yang mulia. Aku jadikan ketenangan sebagai pakaiannya, kebajikan sebagai lambangnya, takwa sebagai perasaannya, hikmah (kebijaksanaan) sebagai perkataannya, jujur dan menepati janji sebagai wataknya, pemaaf dan berbuat yang makruf sebagai akhlaknya, adil sebagai perjalanan hidupnya, perkara yang hak sebagai syariatnya, hidayah sebagai imamnya, Islam sebagai agamanya, dan Ahmad sebagai namanya. Aku memberinya hidayah sesudah tersesat: Aku mengajarinya sesudah bodoh: Aku mengangkat sebutannya sesudah ia tidak dikenal, Aku meninggikan derajatnya sesudah ia tidak dianggap: Aku memperbanyak pengikutnya sesudah sedikit, Aku membuatnya berkecukupan sesudah ia miskin, Aku mempersatukan dengannya sesudah berpecah belah: Aku merukunkan hati-hat yang bertentangan melaluinya, kecenderungan yang berbeda-beda dan bangsa yang bermacam-macam, dan Aku menjadikan umatnya sebagai umat yang paling baik di antara umat manusia.”

Nabi Musa a.s. memberitakan tentang sifat Nabi saw dalam kitab Taurat. Musa menurunkan firman Allah swt. sebagai berikut. “Dia adalah orang yang jujur lagi percaya, hamba-Ku yang bernama Ahmad adalah pilihan-Ku, tempat kelahirannya di Makkah, dan tempat hijrahnya adalah Madinah atau Thayyiban dan umatnya adalah orang-orang yang selalu memuji kepada Allah setiap saat.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker