Sejarah

Terjemahan Kitab Nurul Yaqin

ORANG YAHUDI MADINAH

Sebagaimana Allah swt. telah menguji kaum Muslimin sewaktu mereka berada di Makkah melalui kaum musyrikin Ouraisy, Allah swt. mencoba mereka pula di Madinah melalui orang Yahudi yang mendiami kota Madinah. Orang Yahudi itu terdiri dari Bani Qainuga, Bani Quraizhah, dan Bani Nazhir. Sesungguhnya mereka menampakkan permusuhan dan kebenciannya terhadap Rasulullah saw. dan kaum Muslimin karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri setelah kebenaran itu nyata bagi mereka. Padahal sebelum itu, ketika berperang melawan orang-orang Arab musyrik mereka selalu memohon kemenangan dengan datangnya seorang nabi yang sudah dekat waktunya. Setelah ternyata datang nabi yang telah mereka kenal, para pemimpin mereka merasa tinggi diri, mereka memustahilkan kenabian dari anak cucu Nabi Isma’il. Akhirnya mereka ingkar terhadap Al-Quran yang diturunkan oleh Allah karena terdorong oleh keangkaramurkaan mereka. Pada kenyataannya mereka mengetahui bahwa Rasul Allah Muhammad tidak mendatangkan Kitab selain yang membenarkan Kitab-Kitab Allah yang telah diturunkan kepada para rasul sebelum Rasulullah saw. Kitab (Al-Guran) yang diturunkan kepadanya menjelaskan hal-hal yang telah dirusak oleh penakwilan mereka sendiri, yang mereka masukkan ke dalam kitab-kitab mereka itu. Akan tetapi mereka sama sekali mengesampingkan Al-Quran, seolah-olah mereka tidak mengetahuinya. Di antara hal-hal yang mereka cela ialah karena Al-Qur’an menasakh kitab-kitab mereka. Mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui lebih mengetahui daripada mereka tentang apa-apa yang dibutuhkan oleh umat manusia. Sesungguh. nya manusia itu bertabiat selalu ingin maju.

Rasulullah saw. pada mulanya hidup di tengah-tengah masyarakat Arab yang ummi. Mereka sama sekali tidak mengerti apa pun tentang akidah uluhiyah. Amat bijaksanalah bila syari’at Islam diturunkan kepada mereka secara bertahap. Seandainya Allah swt. mengharamkan mereka meminum khamar dan memakan riba, kemudian mereka diperintahkan salat, zakat, dan sebagainya, yang merupakan perintah dan larangan yang didatangkan oleh syariat Islam, tiada seorang pun dari mereka yang mau menerima Islam mengingat mereka mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda, dan mereka tenggelam ke dalam banyak kesesatan. Rasulullah saw. datang kepada mereka dengan membawa perintah dari Allah secara sedikit demi sedikit sehingga akhirnya akal mereka dapat ditundukkan dan jiwa mereka dapat dibersihkan.

Hukum Islam yang diturunkan oleh Allah swt. tiada satu pun turun di luar suatu peristiwa. Semuanya diturunkan setelah terjadi peristiwa yang berkaitan dengannya. Maksudnya agar hukum tersebut lebih melekat pada ingatan dan jiwa mereka. Akan tetapi, orang-orang Yahudi telah membelenggu kemampuan mereka dengan menenggelamkannya ke dalam halhal yang dianggap baik oleh hawa nafsu mereka. Al-Quran sendiri telah membantah mereka dengan hujjah yang menunjukkan bahwa mereka sebenarnya mengetahui, jiwa mereka berada jauh dari jalan kebenaran. Mengenai hal itu Allah swt. berfirman:

Katakanlah, “Jika kalian (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian kalian jika kalian memang benar (9.5. 2 AlBagarah: 94)

Pada ayat selanjutnya Allah swt. langsung memutuskan bahwa mereka pasti tidak akan mau menjawab tantangan ini, yaitu melalui firman-Nya:

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selamalamanya karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah maha mengetahui orangorang yang aniaya (Q.S. 2 Al-Bagarah: 95)

Seandainya mereka mengetahui bahwa diri mereka benar-benar dalam kebenaran, niscaya mereka tidak akan menangguh-nangguhkan tantangan tersebut karena caranya jelas mudah sekali. Akan tetapi, sikap mereka itu tiada lain hanyalah karena terdorong oleh keinginan mereka yang sangat dalam mendustakan Rasulullah yang jujur lagi dapat dipercaya. Ternyata belum pernah ada suatu nukilan pun yang menyatakan bahwa ada seseorang di antara mereka yang mengharapkan hal tersebut (ingin mati) sekalipun bal itu hanya diungkapkan melalui lisan. Sekalipun demikian, ternyata hidayah Rasulullah saw. ini dapat diterima dengan jelas oleh salah seorang pemimpin Bani QGaunuga’, yaitu ‘Abdullah ibnu Sallam. Ia rela meninggalkan hawa nafsunya, lalu masuk Islam. Hal ini dilakukannya setelah ia mendengar bacaan Al-Guran. Sebelum itu ia dianggap oleh kaumnya sebagai salah seorang pemimpin mereka. Kini, setelah ia masuk Islam, mereka menganggapnya sebagai seseorang yang kurang akal. Penilaian ini mereka kemukakan setelah mereka mendengar berita tentang keislamannya. Alangkah buruknya hasil perbuatan mereka yang menjual diri sendiri dengan kekafiran kepada apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Setelah memateri di dalam hati mereka rasa memusuhi Islam, mereka berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan nur Allah, tetapi dibalas oleh Allah melalui firmanNya:

Akan tetapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya (Q.5. 9 AtTaubah: 32)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker