GERAKAN PEMIKIRAN SEBELUM DIUTUSNYA RASULULLAH
Pembahasan mengenai hal ini berkisar pada pergerakan besar yang dilakukan oleh para pendeta dan para rahib sebelum diutusnya Rasulullah saw. Orang-orang Yahudi menunggu-nunggu kemenangan mereka atas orang-orang Arab penduduk Madinah melalui seorang rasul yang sedang ditunggu-tunggu kedatangannya. ‘Ashim ibnu ‘Amr ibnu Gatadah menceritakan hal ini kepada kaumnya: “Sesungguhnya dia (Rasulullah) menyeru kami untuk memeluk Islam dengan membawa rahmat Allah buat kami. Sebelumnya kami tidak mempunyai pengetahuan mengenai kedatangannya. Kami adalah penyembah berhala dan orang-orang musyrik sedangkan mereka adalah kaum ahli kitab. Mereka banyak mengetahui tentang hal-hal yang tidak kami ketahui melalui kitab mereka. Antara kami dan mereka sering terjadi pertengkaran dan perselisihan. Bila kami menang atas mereka, lalu mereka mengatakan, ‘Sekarang sudah dekat masanya bagi kami kedatangan seorang nabi yang diutus, kelak kami akan bertempur bersamanya melawan kalian bagaikan kami memerangi orang-orang ‘Ad dan kaum Irmia.’ Hal seperti itu sering kami dengar melalui mulut mereka. Akan tetapi, setelah Allah mengutus Rasul-Nya, Muhammad, kami mengabulkan seruannya ketika ia mengajak kami menyembah Allah. Kami telah mengetahui apa-apa yang telah mereka ancamkan kepada kami dengan datangnya Rasulullah ini. Kami segera lebih dahulu beriman kepadanya, tetapi ternyata mereka sendiri ingkar dan kafir.”
Orang-orang Yahudi berani mengatakan kepada orang-orang musyrik Arab, “Kami akan membunuh kalian sebagaimana Allah membinasakan kaum ‘Ad dan kaum Irmia, bersama nabi yang sedang ditunggu-tunggu itu, “Karenh sifat-sifat Nabi saw. telah tertera di dalam kitab suci mereka yang di dalamnya disebutkan bahwa nabi ini kelak akan memberantas kemusyrikan dengan kekuatan. Akan tetapi, mereka tidak menyadari bahwa kedengkian dan kezaliman akan menguasai diri mereka sehingga mereka enggan memeluk agama yang lurus yang dibawanya. Oleh sebab itu, mereka berhak mendapat azab di dunia dan di akhirat.
Umayyah ibnu Abush-Shilt, seorang Arab pemeluk agama Nasrani, sering mengatakan, “Sesungguhnya aku telah menemukan dalam kitab Injil sifat seorang nabi yang kelak akan di utus di negeri kami.”
Salman al-Farisi r.a. menceritakan pula bahwa ia pernah menemani seorang pendeta Nasrani selama beberapa waktu. Ternyata pendeta itu sering berkata kepadanya, “Hai Salman, sesungguhnya Allah kelak akan mengutus seorang rasul bernama Ahmad. Ia dilahirkan di daerah pegunungan Tihamah, Tandanya ialah ia mau memakan hadiah, tetapi tidak mau memakan zakat.” Cerita yang dikemukakan pendeta tersebut merupakan penyebab masuk Islamnya Salman di kemudian hari.
Tatkala Rasulullah saw. mengirimkan surat kepada raja-raja di seluruh penjuru dunia, tiada seorang raja pun yang menghina suratnya kecuali Kisra, raja Persia, yang tidak mempunyai pengetahuan dari kitab suci. Semua raja pemeluk agama Nasrani, seperti raja Negus dari Abesinia, Mugaugis raja Mesir, dan Kaisar Heraclius dari Romawi, memuliakan tamu utusan Nabi saw. yang datang kepada mereka menyampaikan surat Nabi saw. Di antara mereka ada yang mau beriman kepada Rasulullah saw, seperti Raja Nequs, ada juga yang menolak, tetapi dengan tolakan yang lemah lembut dan hampir saja mau masuk Islam seandainya tidak karena kedudukannya sebagai seorang raja besar, seperti Kaisar Heraclius. Di antara mereka ada yang mendapat hidayah seperti Raja Mugaugis dari Mesir. Pada saat itu Rasulullah saw. masih belum memiliki kekuatan yang dapat mengantarkan raja-raja tersebut masuk Islam. Perlakuan yang baik itu tiada lain karena mereka mengetahui bahwa Al-Masih a.s. telah memberikan berita gembira tentang datangnya seorang rasul sesudah dia. Ternyata sifat-sifat Rasulullah saw. sesuai dengan apa yang disebutkan dalam kitab mereka. Mereka pun mau menyambut seruan yang lebih baik itu.
Berita yang didengar melalui bisikan-bisikan para juru ramal sebelum masa Rasulullah saw. cukup banyak yang menyatakan kedatangannya, tetapi kiranya cukup bukti apa yang telah kami tuturkan tadi karena datadatanya cukup autentik. Sekalipun demikian, pekerjaan-pekerjaan yang telah dilimpahkan Allah swt. kepadanya dan semua perkataaan yang telah disampaikannya kepada kita merupakan bukti paling kuat tentang kenabiannya dan pengukuhan bagi seruannya. Keterangan mengenai dia akan menyusul secara terinci. Maka hendaknya hal tersebut diperhatikan benarbenar, insya Allah Anda akan mendapat petunjuk. Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda ke jalan yang lurus.




One Comment