Sejarah

Terjemah Kitab Tarikh Tasyri

MENYEDIKITKAN BEBANAN

Menyedikitkan beban itu merupakan hasil yang mesti (akibat logis) bagi tidak adanya menyulitkan, karena didalam banyaknya bebanan berakibat menyempitkan.

Orang yang menyibukkan diri terhadap Al Qur’an untuk melihat perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada didalamnya niscaya dapat menerima terhadap kebenaran pokok ini, karena dengan melihatnya sedikit memungkinkan untuk mengetahuinya dalam waktu sekilas dan mudah mengamalkannya, tidaklah banyak perincian-perinciannya sehingga banyaknya itu tidak menimbulkan kesulitan terhadap orang-orang yang mau berpegang dengan kitab Allah yang kuat. Sebagian dari ayat yang menunjukkan hal itu adalah firman Allah Ta’ala dalam surat Al Maidah :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan diwaktu Al Qur’an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema’afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Sesungguhnya telah uda seyolongan manusia sebelum karmnu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya,

Masalah-masalah yang dilarang ini adalah sesuatu yang telah dimaafkan oleh Allah yakni didiamkan peng. haramannya, Seandainya mereka tidak menanyakannya niscaya hal itu diampuni dalam meninggalkannya. Mereka boleh memilih dalam melakukannya atau meninggalkannya, Sebagian dari padanya adalah sabda beliau s.a.w. dikala ditanya tentang hajji : Apakah setiap tahun ? Maka beliau bersabda :

Artinya : Seandainya saya berkata ya, niscaya haji itu wajib. Biarkanlah saya tentang sesuatu yang saya tinggalkan darimu. Maka sesungguhnya rusaknya orang-orang yang sebelummu adalah karena banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka kepada nabi-nabi mereka.

Sabda beliau a.s. menunjukkan atas ta’wil ini :

Artinya :

Sebesar-besar dosa orang muslim terhadap muslim lain adalah orang yang menanyakan sesuatu yang tidak diharamkan atas mereka, maka sesuatu itu diharamkan karena pertanyaannya.

Dan sabda beliau a.s. :

Artinya :

Sesungguhnya Allah memfardlukan beberapa fardlu maka janganlah kamu menyia-nyiakannya. Dia membatasi batas-batas maka janganlah kamu melampauinya. Dia mengharamkan sesuatu maka janganlah kamu. melanggarnya, dan mendiamkan sesuatu sebagi rahmat bagimu bukan karena lupa maka janganlah kamu mencari-carinya.

Dan akan datang uraian yang menambah jelasnya pengertian ini dalam pasal As Sunnah dan hubungannya dengan Al Qur’an.

Dan akan datang uraian yang menambah jelasnya pengertian ini dalam pasal As Sunnah dan hubungannya dengan Al Qur’an.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker